Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Wajah asli sang Ibu tiri


__ADS_3

Sisil tampak tertunduk melihat wajah Ibu tiri yang kini sedang melayangkan tatapan tajam pada dirinya.


Entah mengapa dirinya begitu takut menghadapi Ibu tirinya tersebut, bukankah selama ini dirinya tidak pernah takut pada siapapun.


Bahkan kepada mendiang ibunya sendiri dirinya berani untuk sekedar membantah ataupun beradu argumen, meskipun itu adalah hal yang sangat dia sesali saat ini.


Akan tetapi, kepada Angel sang ibu tiri, dirinya sama sekali tidak dapat berkutik, mungkin karena Angel telah mengetahui dan mempunyai bukti yang menunjukan prihal hubungan nya dengan supir pribadinya.


Sisil melakukan ini hanya karena dirinya ingin melindungi hubungan asmara nya dengan Alex, laki laki yang saat ini sangat dia cintai.


Sisil hanya diam menunduk, sementara ayah segera menghampiri Daniel, mengabaikan dirinya yang berdiri sangat dekat dengan sang ayah.


''Daniel sayang, kamu kenapa? maafkan kami karena telah terlalu lama meninggalkanmu, hingga kamu sakit seperti ini,'' Ayah berucap.


''Dia tidak akan sakit, jika kakaknya bisa menjaga Daniel dengan baik,'' ucap Angel dengan ketus.


Akhirnya Tuan Lionel baru menyadari bahwa Sisil berdiri di samping nya, dirinya terlalu fokus kepada Daniel hingga melupakan anak kandung nya sendiri yang saat ini berada sangat dekat dengan dirinya.


Tuan Lionel, menoleh, menatap ke arah putrinya.


''Sisil, kamu baik baik saja kan? Maafkan Papih, kamu harus di repot kan karena harus menjaga adikmu yang sedang dalam keadaan sakit, seharusnya Papih dan ibu mu tidak pergi terlalu lama.''


Ayah mengusap punggung Sisil dengan satu tangan nya.


Sisil hanya terdiam, ingin rasanya dirinya bersandar di dada sang ayah, melingkarkan tangan nya di pinggang ayahnya, seperti yang selama ini selalu dia lakukan.


Akan tetapi lagi lagi harapan nya sirna, dirinya tidak bisa dengan leluasa melakukan hal tersebut, karena ada sepasang mata yang selalu dengan tajam mengawasi dirinya, seolah menjadi tembok kokoh yang menghalangi kasih sayang nya kepada sang ayah.


Angel terlihat geram, mengapa suaminya bisa sebegitu sayangnya pada Putri manjanya, dia sama sekali tidak mendengarkan perkataan yang baru saja dia ucapan.


''Sisil, kamu bisa pulang sekarang, Daniel biar Ibu yang menjaga, kasian kamu pasti kelelahan karena sudah menjaga adikmu semalaman.''


Ucap Angel yang sudah merubah ekspresi wajahnya yang semula ketus dengan tatapan tajam kini berubah keibuan, seolah sedang berakting, membuat Sisil merasa risih dan hanya menganggukan kepala.


''Papih mau ikut dengan aku pulang, atau masih mau di sini?'' Tanya Sisil.


Berharap bahwa ayahnya akan ikut dengan dirinya pulang ke rumah, tapi harapan nya sirna, karena sang ayah lebih memilih tinggal dan menemani istri tercintanya.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada Daniel dan sang ayah, Sisil melangkah kan kaki dari ruangan itu.


Dia berjalan di koridor Rumah Sakit sendirian, karena Alex hanya menunggu di depan Rumah Sakit.


Saat kakinya sedang melangkah, tiba tiba ada seorang wanita yang menarik tangan nya dengan paksa, membawanya ke ujung koridor yang sama sekali tidak ada satupun manusia berada di sana.


Wanita itu adalah Ibu tirinya, dia berdiri di hadapan Sisil dengan wajah geram dan tatapan mata tajam.


''Kamu apakan anak saya hingga menjadi seperti ini?'' ucap Angel.


''Apa maksud ibu? Daniel sakit, itu bukan karena aku, mengapa ibu menyalahkan aku?''


''Kalau saja kamu bisa menjaga dia dengan baik, Daniel tidak akan sakit seperti ini.''


Kali ini Angel menunjuk bahu Sisil dengan satu jarinya.


Sisil hanya terdiam, dia seolah mengiyakan ucapan ibu tirinya yang mengucapkan bahwa dirinya tidak bisa menjaga Daniel dengan baik.


''Awas saja ya kamu, kalau sampai anak saya kenapa napa, saya pastikan saya akan membongkar hubunganmu dengan supir mu itu''


''Dan saya akan meminta ayah mu untuk segera mencarikan jodoh untukmu.''


''Jangan Tante saya mohon, saya tak bisa berpisah dari Alex, saya sangat mencintai dia, saya akan melakukan apapun agar Tante tidak memberitahukan hubungan saya dengan Alex.'' Sisil mulai berkaca kaca.


''Se cinta itu kamu sama supir pribadi mu?''


Sisil hanya terdiam.


''Kita lihat saja nanti, apakah kamu masih tetap bisa melindungi hubungan mu dengan pacarmu itu atau tidak? semuanya tergantung dari tingkah laku mu.''


Angel langsung pergi meninggalkan Sisil yang hanya berdiri mematung, meratapi nasib cinta nya.


Apapun...! Apapun...! akan dia lakukan untuk menjaga hubungan nya dengan Alex, tidak peduli meskipun dirinya harus merasa tersakiti oleh wanita yang bergelar ibu tiri tersebut.


***


Di dalam perjalanan, Sisil tertidur di dalam mobil, mungkin karena dirinya merasa sangat lelah karena sudah menjaga Daniel semalaman.

__ADS_1


Rasa kantuknya sudah tidak bisa di tahan lagi.


Sesampainya di Rumah, Alex sengaja tidak membangunkan kekasihnya, dia menggendong Sisil dengan sangat hati hati menuju kamar Sisil yang berada di lantai dua rumahnya.


Alex membaringkan Sisil di atas pembaringan, menatap lekat wajah sang kekasih, di ujung matanya yang terpejam tampak sisa air mata masih membasahi pelupuk matanya.


Alex merasa heran, kapan kekasih ya itu menangis? Apakah di perjalanan Sisil menangis tanpa sepengetahuan nya? Tapi mengapa dirinya sama sekali tidak mendengar suara tangisan Sisil? Apa mungkin karena dirinya terlalu fokus menyetir sehingga tidak menyadari hal tersebut?.


Semua pertanyaan itu menari nari di otak ya, dan lagi lagi dirinya tidak bisa menanyakan hal tersebut kepada kekasih nya.


Dan akhirnya Alex bertekad akan mengajak Sisil ke suatu tempat, dimana dirinya bisa dengan leluasa menanyakan semua hal yang selama ini ada di dalam fikiran nya.


Saat hendak pergi, tiba tiba tangan Sisil menarik ujung baju Alex, Persis seperti yang pernah dia lakukan di awal pertemuan nya dahulu.


''Oppa... Temani aku di sini, sebentar saja,'' ucap Sisil dengan mata masih terpejam.


''Kamu sudah bangun?''


Sisil hanya terdiam, lengan nya masih memegang erat ujung baju kekasihnya dan matanya pun masih terpejam.


Alex mengurungkan niatnya untuk pergi, dia kembali duduk di samping pembaringan, membelai rambut Sisil lalu mengecup kening kekasihnya tersebut.


Sisil tampak sudah terlelap, dia pun sudah melepaskan genggaman tangan nya di baju Alex. Alex pun pergi meninggalkan kamar Sisil setelah dirinya menutupi tubuh kekasihnya dengan selimut tebal yang melipat di ujung tempat tidur.


Alex pun terlihat sangat lelah, dia segera berjalan menuju kamar pribadinya, dia pun ingin segera melepaskan rasa lelah nya dengan tertidur.


***


Di Rumah Sakit


Angel duduk di samping tempat tidur, melihat wajah sang putra yang kini sedang terlelap.


Suaminya pun tampak menemani, meski dengan hanya berbaring di kursi.


Angel menghampiri sang suami.


''Mas... kamu lelah? kamu bisa pulang untuk beristirahat, Daniel biar aku yang menemani.''

__ADS_1


Angel berucap sembari tersenyum manis.


*****


__ADS_2