
Saat Alex hendak memasuki mobil nya, tiba tiba Sisil menghentikan Alex.
''Oppa tunggu... Aku ikut ya.'' Ucap Sisil memegang pintu mobil yang baru saja di buka oleh Alex.
''Aku tidak akan lama sayang.'' Jawab Alex.
''Tidak... Pokoknya aku ikut, aku ganti baju dulu sebentar, kamu tunggu di sini ya.'' Ucap Sisil seraya berlari ke dalam rumah.
15 menit kemudian Sisil kembali, dia mengenakan kemeja putih dengan stelan rock Jenas berwarna biru muda, tak lupa tas kecil berwarna merah menggantung di lengan kanan nya.
''Ayo kita berangkat.'' Ucap Sisil sembari memasuki mobil.
Dengan senyum manis,Alex pun masuk ke dalam mobil, dia bersiap untuk mengemudikan mobil merah nya.
''Awas ya nanti di kantor Papih jangan kegenitan sama cewek.'' Ucap Sisil.
''Tidak bakalan nona cantik, ngapain aku lirik lirik cewe lain, kalau di samping aku sendiri sudah ada cewe cantik, yang kecantikan nya mengalahkan artis Korea...'' Jawab Alex,sembari mengusap rambut Sisil.
''Akh gombal.'' Jawab Sisil dengan tersenyum manis.
''O ia, gimana udah ketemu lagi belum sama calon Mommy baru kamu?'' Tanya Alex dengan pandangan lurus ke depan.
''Belum... Papih si sudah janji bakalan ngenalin aku sama dia secara resmi, tapi aku tidak tau waktunya kapa.'' Jawab Sisil.
''Kamu udah siap punya Mommy sambung?'' Tanya Alex.
''Entahlah... Apapun demi kebahagiaan Papih,aku akan mencoba untuk menerima siapa pun yang akan mendampingi dia. Toh suatu saat nanti aku juga bakalan di lamar oleh seseorang, yang akhirnya aku juga akan menikah.'' Jawab Sisil dengan menatap penuh cinta kepada Alex.
''Siapa tuh orang nya?'' Tanya Alex dengan nada bercanda.
''Ada deh... Pokoknya cowok nya baik, tampan, yang ketampanan nya mengalahkan aktor Korea...'' Jawab Sisil dengan senyum lebar mengembang di pipi nya.
Alex membelai rambut Sisil dengan satu tangan nya.
''I love you.'' Ucap nya pelan.
''I love you to.'' Jawab Sisil.
Akhirnya mereka berdua sampai di kantor milik Tuan Lionel. Setelah memarkir kan mobil,mereka berjalan beriringan, Sisil melingkar kan tangan kiri nya ke tangan kokoh milik Alex.
Sisil dan Alex menaiki lift menuju ke ruangan Tuan Lionel yang berada di lantai 31.
__ADS_1
Setelah sampai di lantai 31 Sisil melepaskan tangan nya dari tangan Alex, dia belum siap kalau Papih nya mengetahui hubungan dirinya dengan supir pribadi nya.
Tok tok tok
Alex mengetuk pintu ruangan Tuan Lionel.
''Ya... Silahkan masuk.'' Terdengar suara Tuan Lionel dari dalam ruangan.
Alex masuk ke dalam ruangan yang di ikuti oleh Sisil dari belakang nya.
''Frisillia...'' ucap Tuan Lionel yang terkejut melihat putrinya berada di sana bersama Alex, ''kamu lagi ngapain di kantor Papih?'' Tambah nya lagi.
''Aku bosan seharian di rumah terus,'' jawab Sisil menghampiri Tuan Lionel, ''memang nya tidak boleh aku datang ke kantor Papih?'' Tanya Sisil dengan nada manja nya.
''Ia boleh sayang, Papih cuma kaget saja, tumben tumbenan kamu berkunjung ke kantor Papih.'' Jawab Tuan Lionel.
''Maaf tuan, ini berkas yang Tuan minta.'' Alex meletakan Map berwarna merah di atas meja Tuan Lionel.
''Iya... Terima kasih ya,'' ucap Tuan Lionel, ''kamu terlihat cocok dengan kemeja putih seperti itu, sudah seperti pengantin pria mau akad nikah.'' Tambah nya lagi.
''Akh tuan bisa saja.'' Jawab Alex dengan melirik Sisil yang berada di kursi tepat di sebelah nya berdiri.
''Gimana, udah ada calon nya belum?'' Tanya tuan Lionel.
''Apaan si Papih, tanya tanya urusan pribadi segala.'' Ucap Sisil dengan nada kesal.
''Ya Papih kan cuma bertanya, habis nya Alex terlihat sangat tampan dengan pakaian seperti itu, beruntung sekali wanita yang menjadi istri kamu kelak.'' Jawab Tuan Lionel.
'Papih ga tau aja, kalau calon istrinya ada disini'
Sisil bergumam dalam hati nya.
''Sudah Akh, sudah selesai kan tugasnya?'' Tanya Sisil kepada Tuan Lionel, ''kalau sudah aku pulang dulu ya Pih..'' Tambah nya lagi sembari tak sadar menarik tangan Alex dari dalam ruangan, membuat Tuan Lionel terheran heran dengan tingkah putri kesayangan nya.
''Saya permisi tuan.'' Ucap Alex yang satu tangan nya sudah di tarik keluar oleh Sisil.
Tuan Lionel menganggukan kepala nya, bibir nya pun tersenyum tipis menyaksikan kelakuan putrinya.
Sisil masih memegang erat tangan Alex saat memasuki lift, bahkan saat berjalan menuju ke tempat parkir pun, tangan nya tidak melepaskan tangan kekasih nya itu sedikit pun.
Alex hanya tersenyum sendiri melihat tingkah Sisil, dirinya pun tidak keberatan jika wanita cantik yang bernama Frisillia Agatha ini terus berpegangan padanya, karena hati Alex sudah sepenuhnya milik Sisil.
__ADS_1
Mereka memasuki mobil, seperti biasa Alex memasangkan sabuk pengaman di kursi Sisil, entah mengapa itu sudah menjadi kebiasaan Alex, semenjak menjadi supir pribadi Sisil.
Sisil mengecup pipi Alex saat wajah nya berdekatan saat hendak memasangkan sabuk pengaman,Alex pun membalas dengan mengecup tipis bibir merah Sisil.
Mobil mereka pun berjalan kembali rumah.
Akhirnya mereka sampai di rumah Tuan Lionel. Saat hendak memasuki rumah, Sisil melihat Nyonya Fransisca sudah duduk di ruang tamu, dia sudah menunggu di sana selama 1Jam lebih.
''Mommy...?'' Tanya Sisil.
''Kamu dari mana sayang, Mommy dari dari nungguin kamu pulang.'' Jawab Nyonya Fransisca, dia menatap Alex yang berjalan berdampingan dengan Sisil.
''Dia siapa sil? apa dia pacar kamu?'' Tanya Nyonya Fransisca.
''Iya Mom... dia pacar aku.'' Jawab Sisil jujur.
Wajah Nyonya Fransisca terlihat tidak seperti biasa nya, wajahnya pucat pasi, dia seperti wanita yang sedang menahan sakit.
Alex mengulurkan tangan nya untuk memperkenalkan diri kepada Nyonya Fransisca.
''Perkenalkan Tante, saya Alex, kekasih dari putri Tante, Sisil.'' Ucap Alex dengan mencium punggung tangan dari nyonya Fransisca.
''Saya Fransisca, Ibu nya Sisil.'' Jawab Nyonya Fransisca.
''Saya permisi dulu tante'' Ucap Alex yang melangkah pergi meninggalkan Sisil dengan Nyonya Fransisca.
Sisil duduk di samping Ibu nya.
''Mom.. kenapa muka Mommy pucat? Mommy sakit ya?'' Tanya Sisil dengan penuh khawatir.
''Frisillia...'' Nyonya Fransisca memanggil nama Sisil,dan memegang tangan nya, ''Mommy ke sini mau minta maaf sama kamu, atas segala kesalahan yang telah Mommy perbuat.'' Ucap nya lagi dengan nada lembut.
''Mommy kenapa bilang ngomong seperti itu, ada apa mom..?'' Jawab Sisil, ''aku sudah maafin semua kesalahan Mommy.'' Jawab nya lagi.
''Mommy berharap kamu bisa mendapatkan Ibu sambung yang baik, yang bisa menjaga dan menemani kamu.'' Ucap Nyonya Fransisca, dia mengelus rambut panjang Putri nya.
Entah mengapa Sisil merasa bersalah karena telah terlalu membenci Ibu kandung nya.
Sisil memeluk Nyonya Fransisca.
''Maafin aku juga mom, selama ini aku sudah terlalu keras sama Mommy.'' Sisil menangis di pelukan Ibu kandung nya.
__ADS_1
*****