
Sudah tiga hari Sisil dirawat di rumah sakit, meski keadaannya sudah mulai membaik namun kakinya masih belum bisa berjalan secara normal.
Sisil harus menggunakan tongkat apabila ingin berdiri dan berjalan. hari ini dirinya sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah oleh dokter yang merawatnya, namun dengan catatan harus banyak beristirahat dan tidak boleh melakukan aktivitas terlebih dahulu.
Setelah menyelesaikan administrasi di kasir rumah sakit, Sisil langsung pulang yang ditemani oleh ayah serta ibu tirinya, begitupun dengan Alex yang terlihat selalu berada di sana, tak pernah meninggalkan Sisil sedikitpun.
Sesampainya di rumah, Sisil mencoba berjalan ke kamarnya dengan menggunakan tongkat, meski tubuhnya masih terasa lemas namun dia ingin mencoba membiasakan diri berjalan menggunakan tongkat sampai keadaan kakinya benar-benar sudah pulih.
Bahkan sisil menolak ketika Alex menawarkan diri untuk menggendongnya ke dalam kamar.
Akhirnya dengan dibantu oleh sang ayah, Sisil berjalan dengan bantuan tongkat di tangannya.
''Kamu istirahat dulu ya, Papi harus segera kemari ke kantor karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,'' ucapkan Ayah sesaat setelah membaringkan Sisil di atas tempat tidurnya.
Sisil mengangguk lalu tersenyum.
Tak lama kemudian Alex masuk ke dalam kamar dengan membawa koper yang berisi pakaian Sisil sewaktu di rumah sakit.
''Alex tolong kamu juga Sisil dengan baik ya,'' ujar aturan Lionel kepada Alex.
''Baik Om,'' jawab Alex dengan sedikit membungkuk.
Lalu Tuan Lionel pergi meninggalkan kamar Sisil.
Alex menghampiri Sisil yang sudah berbaring di atas ranjang, lalu dirinya meraih selimut dan menutupi setengah tubuh nya.
''Sayang... seperti nya aku harus mandi dulu sebentar, sudah beberapa hari aku tidak mandi karena harus menunggumu di rumah sakit,'' ucap Alex.
''Oppa tidak mandi juga tetap terlihat tampan ko,'' jawab Sisil dengan tersenyum.
Alex pun ikut tersenyum mendengar ucapan dari kekasihnya tersebut.
''Jika kamu membutuhkan sesuatu kamu tinggal telpon aku, aku pasti akan langsung datang kemari.''
''Baik Oppa, kamu istirahat saja dulu, tubuh Oppa pasti lelah karena sudah beberapa hari menungguku di rumah sakit,'' ujar Sisil.
Alex mengangguk lalu tersenyum, dia membalikkan badan hendak melangkah, namun kembali memutar tubuhnya dan mengecup kening kekasihnya terlebih dahulu.
''I love you,'' Alex berbisik di telinga Sisil.
__ADS_1
''I love you to,'' Sisil tersenyum.
Setelah itu Alex meninggalkan Sisil di kamarnya, dirinya ingin sekedar membersihkan diri lalu beristirahat sebentar, setelah itu dia berencana akan menyiapkan surat lamaran kerja untuk segera diserahkan kepada sekretaris calon mertuanya.
Alex berjalan menuruni tangga hendak ke dalam kamarnya, lalu di tangga dirinya berpapasan dengan Angel.
Sesaat dirinya mengingat kembali kelakuan Angel di rumah sakit, melihat perubahan sikap Angel yang dengan begitu lihainya dia perlihatkan di hadapan Tuan Lionel dan juga Dokter yang merawat Sisil.
''Kamu mau kemana?'' tanya Angel saat sudah berpapasan dengan Alex.
''Saya mau istirahat sebentar Nyonya,'' jawab Alex dengan sedikit menunduk.
''Kapan kamu akan pindah dari rumah ini?''
''Secepatnya Nyonya, saya akan segera mencari tempat tinggal baru yang tidak jauh dari rumah ini.''
''Baguslah kalau begitu, memang tidak baik jika sepasang kekasih tinggal dalam satu atap, tapi saya harap kamu tidak berbesar kepala, karena suami saya telah menyetujui hubungan kalian, bukan berarti kamu akan benar-benar menjadi menantu saya,'' ucap Angel dengan nada ketus.
Kemudian Angel meneruskan kembali langkahnya naik ke lantai dua.
Alex dibuat terkejut dengan ucapan Angel, entah apa maksud dari perkataan Ibu tiri dari kekasihnya tersebut.
Kini hatinya merasa khawatir jika harus meninggalkan sang kekasih sendirian, dengan perempuan jahat yang pandai memainkan peran seperti Angel.
Sesampainya di kamar, Alex membaringkan tubuhnya di atas ranjang, matanya menerawang jauh ke atas langit-langit kamarnya, dirinya sedang memikirkan perkataan Angel yang tadi dia dengar.
Apakah Angel tidak menyukai dirinya? atau apakah Angel tidak berkenan jika dirinya memacari anak tirinya, fikiran itu memenuhi seisi otaknya.
Lalu tak lama kemudian Alex memejamkan mata dan terlelap.
***
Di dalam kamar, Sisil tampak sedang duduk dengan bersandar bantal di belakang punggung nya, dirinya sedang memainkan handphone, sampai tiba tiba Angel masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Sisil sedikit terkejut.
''Tante... kebiasaan banget sih kalau masuk ke kamar orang tidak mengetuk pintu dulu,'' ucap Sisil dengan perasaan kesal.
''Gimana perasaan kamu? pasti senang karena Ayahmu sudah merestui hubungan kalian,'' sungut Angel.
Sisil tampak terkesima mendengar pertanyaan Ibu tirinya, dirinya mengira jika sang ibu tiri akan menanyakan prihal kesehatan, namun ternyata Angel malah menanyakan hal lain dan tidak peduli sama sekali dengan kakinya yang masih terbungkus perban.
__ADS_1
''Ada apa Tante kemari?'' Sisil bertanya dan tidak menghiraukan ucapan Angel.
''Kamu di tanya malah balik bertanya,'' Angel kesal.
''Apa saya perlu mengatakan bagaimana perasaan saya, tante pasti tahu sendiri bagaimana bahagianya saya saat ini,'' Sisil ketus.
''Kamu pasti akan menyesal karena telah menolak pria baik seperti Alvin, dan lebih memilih supir pribadi pribadimu itu,'' Angel ketus, lalu melirik kaki Sisil.
''Ini adalah balasan karena menyakiti hati Alvin,'' Angel menempelkan satu jarinya dan menekan dengan sedikit keras kaki Sisil yang terbalut perban, membuat dirinya meringis kesakitan.
Lalu Angel tersenyum sinis dan pergi dari hadapan Sisil.
Dasar ibu tiri jahat
Batin Sisil berucap.
Dirinya tampak mengelus dengan pelan kaki yang tadi di tekan oleh Angel dengan kedua tangannya, jika saja kondisinya tidak dalam keadaan seperti ini, dirinya pasti akan melawan ibu tirinya tersebut.
Setelah itu Sisil berbaring, dan mencoba menelpon sang kekasih, namun sepertinya Alex sedang beristirahat sehingga tidak menjawab telpon darinya.
Sisil meletakan kembali handphone nya, lalu mencoba untuk memejamkan mata, dan tak lama kemudian dia pun tertidur.
***
Sore hari Alex berkunjung ke kamar Sisil untuk melihat keadaannya, namun saat memasuki kamar ternyata dirinya tidak mendapati Sisil berada di tempat tidur, Alex sedikit panik dan memanggil Sisil dengan suara keras.
Tak lama kemudian terdengar suara jeritan dari kamar mandi, sontak Alex langsung masuk ke sana tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
''Sisil kamu kenapa?''
Alex terkejut mendapati Sisil dalam keadaan duduk terlentang dengan rambut basah dipenuhi busa shampo.
''Aku lagi cucu rambut, tapi tiba tiba saja terpeleset,'' jawab Sisil.
Alex meraih tubuh Sisil lalu men dudukannya di atas bathub.
''Sini aku bantu cucu rambutnya.''
Lalu Sisil memasukan Tubuhnya ke dalam bathub yang tidak terisi air, dengan rambut panjangnya tergerai di ujung bathub tersebut.
__ADS_1
Alex tampak mengalirkan air ke arah rambut sang kekasih dengan sedikit memijat kepala nya dengan pelan, sementara Sisil hanya memejamkan mata dengan mulut tersenyum merasakan sensasi pijat yang ia dapatkan dari tangan Sang kekasih, yang rasanya sendiri tidak kalah enak nya dengan pijatan di salon yang biasa ia kunjungi.
*****