Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Kerikil


__ADS_3

Sisil sungguh terkejut melihat Alex sedang duduk dan makan berdua dengan seorang wanita, meski tidak terlalu melihat dengan jelas wajah wanita tersebut, namun apa yang dilihatnya sukses membuat nya terbakar api cemburu.


Ia pun segera berlari ke dalam mobil sesaat setelah dirinya menutup telpon dan memasukan handphone nya ke dalam tas kecil yang di bawanya.


Dirinya sama sekali tidak menghiraukan Alex yang kini berlari mengejarnya.


"Sisil tunggu..." Alex berteriak memanggil sambil berlari.


Dirinya hendak menyusul sang kekasih, namun mobil yang di kendarai Sisil terlihat berjalan begitu cepat sehingga kakinya tak mampu untuk mengejarnya.


Akhirnya Alex hanya berjongkok di depan Kantin dengan suara yang sedikit Ter engah engah.


Dirinya pun memutuskan untuk kembali ke dalam kantor, tanpa meneruskan makan siang nya bersama Rani, tanpa menyadari jika handphone miliknya tertinggal di atas meja di dalam kantin.


Rani meraih handphone milik Alex, dia melihat ke sekitar mencari keberadaan pria tampan yang seharusnya sedang makan bersama dirinya.


Namun Alex tak terlihat di mana pun, dan akhirnya Rani memasukan handphone Alex ke dalam tas miliknya.


Karena merasa heran dengan sikap Alex yang tiba tiba meninggalkan dirinya di dalam kantin, akhirnya Rani pun pergi dari sana dan tidak menghabiskan makanan yang sedang di santap nya saat ini.


Rani sendiri tidak mengetahui jika Alex adalah kekasih dari putri bosnya, dia juga tidak tahu kejadian yang baru saja menimpa Alex, yang ia tahu adalah Alex tiba tiba meninggalkan dirinya sendiri di dalam kantin.


Sementara itu, Sisil tampak menangis sambil terus mengendarai mobilnya, dirinya saat ini sedang terbakar api cemburu, karena selama hampir satu tahun berpacaran dengan Alex, Sisil sama sekali tidak pernah melihat kekasih nya tersebut makan atau pun jalan berdua dengan seorang wanita.


Dan pemandangan yang baru saja ia lihat tadi di kantin, sangat membuat dirinya kecewa dan rasa cemburu itu kini memenuhi seluruh hatinya, padahal yang ia lihat hanyalah Alex yang duduk di depan meja yang sama dengan wanita tersebut tanpa melakukan apapun.


Apakah dirinya terlalu berlebihan jika merasa cemburu seperti ini? batinnya berucap.


Sisil menginjak pedal gas di bawah kakinya, hingga mobilnya pun kini melaju dengan kecepatan tinggi.


***


Alex tidak dapat berkonsentrasi dalam bekerja, setelah Sisil melihatnya hanya sekedar duduk dan makan bersama rekan kerjanya, namun dirinya tahu persis jika sang kekasih adalah tipe wanita yang posesif, dan tentunya saat ini Sisil pasti sedang dalam keadaan cemburu buta kepadanya.


Pukul lima sore akhirnya Alex pun selesai bekerja, ia mengendarai sepeda motor untuk pulang ke kontrakan tempat tinggal barunya.

__ADS_1


Ceklek...


Alex memutar kunci lalu membuka pintu, sesampainya di dalam, dirinya sungguh terkejut, karena kontrakan yang semula kosong kini sudah terlihat rapih dengan aneka perlengkapan rumah yang sudah di tata sedemikian rupa.


Dari mulai Magic com, Dispenser, bahkan kasur yang terbuat dari busa pun telah tertata rapi di dalam kamarnya, kini seisi kontrakan telah lengkap tanpa kurang satu apapun, bahkan piring beserta teman temannya pun sudah berjejer rapih.


Akhirnya Alex menyadari, jika Sisil tadi siang tidak mengangkat ataupun membalas telponnya karena dirinya sedang sibuk menyiapkan semua ini.


Dengan tersenyum, Alex merogok saku celananya untuk mengambil handphone, namun Alex terkejut karena handphonenya tersebut tidak berada di sana.


Ia mencari ke sekeliling kamar, namun Alex sama sekali tidak dapat menemukan handphone miliknya di manapun.


Akhirnya dia mencoba untuk mengingat kembali, kapan terakhir kali dirinya memainkan handphone tersebut.


"Ya ampun aku lupa, tadi terakhir kali aku meletakan handphone ku di atas meja di dalam kantin," ujar Alex berbicara pada diri sendiri.


"Dasar bodoh..." ujar nya lagi.


Jika begini bagaimana cara ia menghubungi Sisil, untuk sekedar mengucapakan Terima kasih, dan menjelaskan kesalahan pahaman di antara mereka berdua.


Akhirnya Alex hanya membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk yang baru saja di beli oleh kekasihnya tersebut.


***


Namun berkali kali dirinya melihat handphone, Sisil sama sekali tidak mendapatkan pesan teks atau pun telpon dari sang kekasih.


Hatinya semakin kesal, karena Alex sama tidak berusaha menghubunginya sama sekali, seolah tidak peduli jika ia sekarang sedang marah kepadanya.


Akhirnya Sisil membanting handphone begitu saja di atas tempat tidurnya, lalu ia pun menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut mencoba tertidur dalam keadaan gundah gulana.


***


Rani tampak menggenggam handphone milik Alex yang tadi sempat dia bawa saat dirinya tidak sengaja menemukannya di atas meja di dalam kantin.


Ia mencoba untuk menghidupkan handphone yang sudah yang dalam keadaan tidak aktif, Rani pun mencoba untuk masuk ke area pesan teks namun tak bisa, karena handphone tersebut di kunci memakai pola sandi sehingga siapapun tidak dapat masuk atau memainkan handphone yang kini berada di dalam genggamannya.

__ADS_1


Di depan handphone yang sedang menyala tersebut terpasang sebuah gambar wallpaper seorang wanita menggunakan daster berwarna oranye dengan rambut di ikat di atas kepala, potret wanita tersebut tampak tersenyum dan membuat Rani bertanya tanya siapakah gerangan potret wanita yang di jadikan wallpaper di handphone Alex tersebut.


''Ini siapa ya? seperti nya wajahnya serasa tidak asing sama sekali,'' ujar Rani bergumam, ia sama sekali belum menyadari jika potret tersebut adalah putri dari bos nya sendiri.


''Duh mana handphone nya di kunci lagi,'' gumamnya lagi.


Namun Rani merasa senang karena besok ia akan kembali mendekati Alex dengan alasan memberikan handphone tersebut.


Rani tinggal sendirian di sebuah kontrakan kecil yang ukurannya sama seperti kontrakan yang sekarang di tinggali oleh Alex, dia adalah anak perantauan dari desa yang mencoba mengadu nasib di ibu kota.


Dia telah bekerja selama kurang lebih lima tahun menjadi sekertaris Tuan Lionel. Selama ini Rani tidak pernah memiliki tambatan hati atau pun teman dekat pria, dan sekarang seperti nya ia sangat tertarik dengan Alex, karena melihat ketampanan serta tata Krama dan cara Alex bergaul sangat membuat Rani terpesona.


***


Pagi pagi sekali, Alex sudah berkunjung ke rumah sang kekasih, ia berniat untuk menjelaskan prihal kesalahan pahaman yang terjadi antara mereka berdua.


Ting tong Ting tong


Alex memijit bel yang berada di pintu. Tak lama kemudian Bi Surti membual pintu dan mempersilahkan Alex masuk.


''Non Sisil masih di kamarnya mas, silahkan saja langsung ke sana, seperti nya dia masih tertidur,'' ucap bi Surti.


''Baik.bi, terima kasih.''


''Sama sama mas,'' Lalu bi Surti meninggalkan Alex.


Alex berjalan di tangga, menuju lantai dua tempat kamar Sisil berada.


Tok tok tok


Alex mengetuk pintu, namun tak ada jawaban sedikit pun, beberapa kali mengetuk, Sisil masih belum mengeluarkan suaranya. Akhirnya Alex berinisiatif untuk langsung masuk ke dalam kamar tersebut.


Alex mendapati sang kekasih masih dalam keadaan tertidur dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


Mulutnya tampak sedikit menganga dengan suara dengkuran kecil yang keluar dari bibir mungilnya.

__ADS_1


Alex hanya tersenyum melihat sang kekasih dalam keadaan seperti itu, lalu ia duduk di samping tempat tidur untuk menunggu kekasihnya tersebut bangun dari tidurnya.


*****


__ADS_2