Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Bangkit dari ketepurukan


__ADS_3

Sesampainya di garasi mobil Sisil segera masuk ke dalam rumah, dia berniat akan langsung naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.


Saat hendak menaiki tangga, Angel ibu tiri nya memanggil Sisil.


''Sisil... di sini ada teman kamu, dia sengaja datang kemari untuk menemui mu,'' lalu Sisil berbalik, dan mau tidak mau dia harus menemui Alvin.


''Ada keperluan apa kemari?'' ucap Sisil yang sudah berdiri di ruang tamu.


''Kamu yang sopan dong sama tamu,'' ucap Angel.


''Tidak apa apa Tante, kami sudah biasa seperti ini.,'' Alvin berkata sambil tersenyum.


''Kalau begitu Tante tinggal dulu ya, kalian silahkan berbincang dulu,'' Angel bangkit duduknya dan pergi meninggalkan ruang tamu.


Matanya tampak melotot kearah Sisil saat dirinya melintas tepat di hadapan anak tirinya tersebut.


Sisil tampak sangat santai saat mata Angel mengarah tajam ke arahnya, tidak ada rasa takut sedikitpun di dalam hatinya, karena dia sudah bertekad akan bangkit dari keterpurukannya.


''Ada apa berkunjung kemari,'' ucap Sisil.


''Kenapa? apa tidak boleh aku mampir ke rumahmu lagi?'' jawab Alvin.


Sisil hanya terdiam tanpa menjawab.


''Aku dengar dari ibumu kamu baru pulang dari karya wisata kampus ya, setahuku kampus tidak mengadakan acara seperti itu.''


''Bukan urusanmu,'' jawab Sisil ketus.


Alvin tersenyum melihat reaksi sisil saat mendengar pertanyaan darinya, dia dapat memastikan jika wanita yang di cintai nya ini telah pergi berdua bersama Alex.


''Apa kamu berbohong kepada kedua orang tuamu?'' tanya Alvin.


''Sekali aku bilang, ini bukan urusan mu Vin, jika tidak ada hal penting yang ingin kamu bicara kan kepadaku, sebaiknya kamu segera pulang, karena aku mau beristirahat.''


Ucap Sisil dengan wajah dan suara datar.


''Baiklah kalau begitu aku permisi, tapi kamu harus ingat, aku akan balik lagi ke sini dengan membawa kedua orang tuaku untuk melamarmu,'' ucap Alvin.


Sontak Sisil membelalakan matanya, dirinya sungguh tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Alvin.


''Maksud kamu apa?'' tanya Sisil.


''Baiklah kalau begitu aku permisi.''


Alvin berlalu pergi tanpa menghiraukan pertanyaan dari Sisil.


Yang sukses membuat Sisil hanya bisa berdiri terpaku melihat kepergian mantan sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Sisil membalikan badan hendak pergi ke kamarnya, Tapi saat dia hendak melangkah, Angel sang ibu tiri sudah berdiri di hadapannya.


''Dari mana kamu pergi selama 3 hari, tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada saya?'' tanya Angel dengan nada ketus dan mata yang menatap tajam ke arah wajah Sisil.


''Saya tidak butuh izin dari tante.''


Sisil sambil melangkah kan kaki nya.


Baru saja satu langkah dirinya berjalan melewati Angel tiba-tiba tangan ibu tirinya meraih tangan dirinya dengan paksa, dan sontak membuatnya membalikan badan, dan kini dia berdiri berhadapan dengan Angel sang ibu tiri.


''Kamu sudah berani membantah saya?''


Angel bertanya dengan suara ketus, wajahnya nampak sangat geram melihat anak tirinya tidak menunjukkan rasa takut sama sekali.


''Apa kamu sudah bosan berhubungan dengan sopir mu itu? mau saya adukan kamu kepada papi mu perihal hubunganmu dengan Alex?'' tambahnya lagi.


''Silakan... Saya tidak takut lagi dengan ancaman tante,'' jawab Sisil dengan mata tajam.


''Berani kamu ya sama saya!''


Angel mengangkat tangannya hendak menampar Sisil, tapi dengan cepat Sisil meraih tangan Angel lalu menyingkirkannya.


Angel sungguh terkesima dengan apa yang dilakukan oleh Sisil, dirinya tidak menyangka kalau anak tirinya tersebut sudah berani membantah bahkan melawan dirinya.


''Mulai saat ini saya tidak akan diam saja menerima perlakuan seperti ini dari tante!''


''Saya tidak akan memanggil anda dengan sebutan ibu, karena anda tidak pantas untuk saya panggil dengan sebutan itu''


''Dan saya tidak akan segan-segan untuk melaporkan semua perbuatan Anda kepada saya selama ini.''


''Kita lihat nanti Apakah papih masih akan mencintaimu, setelah tahu kalau istrinya telah berbuat semena-mena kepada putri kesayangannya.''


Setelah mengucapkan semua itu Sisil pergi berlalu dari hadapan Angel, wajahnya terlihat senang akhirnya dirinya tidak lagi berdiam diri dalam menerima semua perlakuan tidak adil dari ibu tirinya.


Angel terlihat sangat geram, dirinya berteriak memanggil nama Sisil tapi tak dihiraukan sama sekali oleh anak tirinya tersebut.


Lalu Angel pergi ke kamarnya dengan keadaan yang sangat marah, dirinya mengobrak-abrik seisi kamar dengan masih berteriak-teriak mengucapkan nama anak tirinya.


''Dasar anak kurang ajar, awas saja kamu tunggu pembalasan dari ku, karena sudah berani melawanku secara terang-terangan.''


Ucapan Angel dengan berteriak.


Sisil tersenyum sinis mendengar semua perkataan ibu tirinya, yang mengucapkan ucapan tersebut dengan sangat keras,sehingga terdengar sampai ke kamar dirinya, yang memiliki jarang lumayan jauh dari kamar Angel, dan Sisil tidak merasa takut sama sekali.


***


Malam hari Tuan Lionel kembali ke rumah setelah perjalanan dinas nya ke luar kota.

__ADS_1


''Frisilia...''


Tuan Lionel memanggil nama Sisil dari ruang tamu persis seperti yang sering dilakukannya setelah kepergian nya dari luar kota.


Sisil segera berlari keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri sang ayah, memeluknya dan melingkarkan tangannya di pinggang ayah.


''Aku sangat merindukan papih.''


Ucap Sisil sambil menyandarkan kepalanya di dada ayahnya.


''Papi juga kangen sama kamu'' Ayah tampak mengecup ujung kepala dari Putri kesayangannya tersebut.


''Ibumu mana?'' tanya ayah.


''Entahlah mungkin beliau ada di kamarnya.'' Jawab Sisil dengan nada malas.


Tak lama kemudian Angel menuruni tangga dan menghampiri suaminya, wajahnya terlihat sangat kesal melihat kebersamaan putri tirinya dengan sang suami.


''Kamu sudah pulang mas.'' Tanya Angel yang kini sudah merubah wajah kesalnya dengan senyuman manis.


Sisil melepaskan pelukannya dari sang ayah, memberi waktu kepada ayahnya untuk bercengkrama dengan sang istri.


Lalu Angel memeluk suaminya.


Melepaskan rasa rindu karena sudah hampir satu minggu tidak berjumpa dengan suami tercintanya.


Lalu Tuan Lionel tampak mengecup kening dari istrinya, terlihat sangat jelas oleh mata Sisil bahwa ayahnya sangat mencintai Angel.


Andai saja ayahnya tersebut mengetahui perbuatan istrinya kepada dirinya, apakah mungkin Ayahnya masih dapat mencintai Angel dengan tulus? batinnya berucap.


Tapi sungguh dirinya tidak ingin merusak kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh sang ayah, baginya kebahagiaan Ayah akan dia tempatkan di urutan pertama di dalam kehidupannya.


''Kamu pasti capek Mas?'' ucap Angel sesaat setelah melepaskan pelukannya.


Tuan Lionel mengangguk lalu tersenyum.


Lalu mereka berdua berjalan menuju kamar mereka, meninggalkan Sisil yang masih berdiri menyaksikan kebersamaan ayah dengan ibu tirinya.


Meski pun Sisil memendam kekecewaan yang sangat besar terhadap sosok ibu, akan tetapi dirinya telah melihat rasa cinta yang tulus dari ayahnya terhadap ibu tiri, yang selama ini memperlakukan dirinya dengan tidak adil dan semena-mena.


Dia pun tidak tahu apakah dirinya akan benar-benar membongkar perlakuan ibu tirinya selama ini, kepada sang ayah, karena jika hal itu dilakukan sudah dapat dipastikan jika Ayahnya akan mendapatkan kekecewaan, dan tentu saja akan merusak kebahagiaan yang sedang di rasakan ayah saat ini.


Rasanya sudah cukup Ayah merasakan rasa kecewa dari mendiang ibunya. Apakah sekarang harus merasakan hal yang sama kembali.


Akhirnya Sisil melangkah kembali ke kamarnya, dengan perasaan Dilema yang memenuhi seluruh hatinya.


*****

__ADS_1


__ADS_2