Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Ku Rindu Aroma Tubuhmu


__ADS_3

Sudah lebih dari satu bulan Sisil memiliki ibu tiri, dia yang awalnya berharap memperoleh ibu sambung yang dapat mengayomi, dan menyayangi dengan tulus selayaknya anak kandung sendiri.


Namun semua harapan nya pupus, karena apa yang dia harapkan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dia dapatkan, dari Ibu tirinya.


Ibu tiri nya terlihat baik apabila ayah sedang berada di rumah, tapi berubah sebaliknya apabila ayah nya sudah tidak berada di rumah.


Ayah dan ibu tiri Sisil berencana akan berbulan madu, mengingat setelah satu bulan pernikahan, mereka belum pernah menghabiskan waktu berdua.


Pagi ini di hari Minggu yang cerah, Sisil dan Daniel mengantar orang tua mereka berangkat berbulan madu, mereka berdua mengantar ke bandara karena ayah dan ibu akan berbulan madu di salah satu kota di negara Italia.


Rencana nya mereka akan menghabiskan waktu dua pekan berada di sana.


Sisil sebenarnya merasa enggan menemani Daniel ikut mengantar, dia terpaksa karena mengingat selama dua Minggu ini dirinya tidak akan berjumpa dengan sang ayah.


Setelah saling berpelukan secara bergantian mereka pun berpisah dengan saling melambaikan tangan.


Tinggal Daniel dan Sisil yang berdiri saling berdampingan, menatap punggung kedua orang tua yang berjalan menjauh sampai akhirnya tidak terlihat lagi.


Sisil meletakan tangan di pundak adik nya.


''Kenapa? Apa kamu sedih di tinggal ibu.''


Sisil menatap adik nya.


''Tidak...! Kan ada Kaka, Kaka akan menjaga aku kan? aku percaya sama Kaka.''


Daniel menatap wajah cantik kakaknya.


''Iya, Kaka akan menjaga kamu, jika kamu merasa kesepian, kamu boleh tidur di kamar Kaka.''


Daniel mengangguk sembari tersenyum senang.


Dari kejauhan, tampak Alex melambaikan tangan kepada mereka berdua, dirinya sengaja hanya menunggu di luar bandara, karena tidak ingin menggangu acara perpisahan antara anak dengan kedua orang tuanya.


Sisil dan Daniel menghampiri Alex, dengan berjalan beriringan dan tangan Sisil masih di letakan di pundak Daniel, membuat mereka tampak lebih akrab layaknya saudara kandung.


Sisil dan Daniel memang sudah semakin dekat, entah mengapa sudah ada rasa sayang yang tertanam di hati Sisil.


Selain anak nya baik, Daniel juga tidak pernah memperlihatkan sikap buruk atau pun berprilaku nakal, mereka berdua pun sudah sering menghabiskan waktu bersama walau hanya sekedar nonton Televisi atau pun main game.


Sedikit banyak nya kehadiran Daniel mengurangi rasa kesepian Sisil tatkala dirinya sedang berada di rumah.


Alex tersenyum melihat kekasih nya bersama adik tirinya, dirinya juga senang jika akhirnya Sisil bisa menerima kehadiran adik tiri di dalam kehidupan nya.


''Mau langsung pulang atau kita jalan jalan dulu?'' Ucap Alex.


''Kita makan dulu yu kak, aku lapar.''


Daniel menjawab dengan memegang perut.


''Ya sudah, kita ke Restoran dulu ya.''

__ADS_1


Ucap Sisil yang berdiri tepat di samping Alex.


Alex mengangguk.


Mereka pun berjalan bertiga, menuju mobil yang di parkir tak jauh dari tempat mereka berada.


***


Malam hari Sisil sedang berbaring di tempat tidur, dia sedang asyik membaca Novel kegemaran nya.


Sampai tiba tiba pintu di ketuk dan Daniel masuk ke dalam kamar.


''Ada apa? Apa kamu tidak bisa tidur.?''


Tanya Sisil menatap adiknya.


''Iya kak, biasanya ibu selalu menemani aku saat aku mau tidur.''


Daniel menguap.


''Apa boleh aku tidur di kamar kaka?''


''Ya tentu saja boleh, sini berbaring di sebelah Kaka.''


Daniel tersenyum senang, dia langsung bergegas naik ke atas tempat tidur, membaringkan badannya di sebelah kakaknya.


Sisil menutupi badan adiknya dengan selimut, dia menatap lekat wajah Daniel yang sudah mulai memejamkan mata.


Rupanya Daniel sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi, dia langsung terlelap sesaat setelah membaringkan badan nya di tempat tidur.


Ini kali pertama nya dia tidur dengan seorang anak laki laki, hatinya merasa senang.


"Apakah seperti ini rasanya mempunyai seorang adik"


Gumamnya dalam hati.


Lalu dia meletakan tangan nya di atas kepala Daniel, mengusap perlahan rambut dari adik tirinya tersebut.


***


Ke esokan harinya, pagi hari Sisil sudah bersiap di meja makan, meskipun hari ini tidak ada jadwal kuliah, tapi dirinya ingin menemani Daniel untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.


Setelah sarapan Sisil pun mengantar Daniel sampai halaman rumah, sama persis seperti yang di lakukan ibunya.


Sisil melakukan itu hanya karena dirinya tidak mau Daniel merasa kehilangan ibunya yang kini sedang tidak berada di sisinya.


Daniel melambaikan tangan saat mobil yang di kendarai Alex mulai berjalan, begitupun sebaliknya, Sisil pun melambaikan tangan kepada Daniel dan juga kekasih nya.


Selama hampir dua jam, Akhirnya Alex kembali setelah mengantarkan Daniel sekolah, dia melihat Sisil duduk di kursi kayu yang tersedia di teras rumah sembari memainkan handphone nya.


Alex menghampiri Sisil.

__ADS_1


''Dari tadi kamu di sini.'' Ucap Alex.


Sisil hanya mengangguk.


Alex duduk di sebelah Sisil.


''Sebenarnya aku sangat rindu sama kamu, beberapa Minggu ini seperti nya kamu sedikit menghindar dari aku.'' Ucap Alex.


''Maafkan aku Oppa, sebenarnya aku juga sangat merindukan oppa, tapi apalah daya, Tante Angel seperti nya selalu mengawasi aku, sehingga aku tidak dapat dengan leluasa menemui mu kapan pun aku mau.''


Sisil menyandarkan kepalanya di bahu Alex.


''Bukan kah Nyonya Angel terlihat seperti ibu yang baik?'' Ucap Alex.


Sisil hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan kekasih nya. Lalu ia meraih tangan Alex dan menggenggam erat jemari nya.


''Tidak ada yang kamu sembunyikan dari aku kan?'' Tanya Alex.


Sisil hanya menggelengkan kepalanya.


''Aku hanya sangat merindukan oppa, rindu aroma tubuhmu, sudah lama aku tidak bersandar padamu seperti ini.''


Ucap Sisil berbohong.


Alex meletakan tangan nya di atas kepala Sisil, mengusap perlahan rambut panjang nya yang terurai, lalu mengecup lembut pucuk kepala dari kekasihnya.


''I love you...''


Ucap Alex setengah berbisik.


''I love you to...''


Jawab Sisil, sembari menatap lekat wajah kekasih tercintanya.


''Masuk yu, di sini dingin,'' ucap Alex.


Sisil mengangguk dan berdiri, mereka berjalan bergandengan tangan, seolah tidak ingin saling melepaskan genggaman masing masing.


Berhubung sang ibu tiri sedang tidak berada di rumah, membuat mereka merasa leluasa bercengkrama berdua di dalam rumah.


Hal itu mereka gunakan untuk mengobati kerinduan yang selama ini telah mereka pendam.


Sisil duduk di kursi depan Televisi, tempat yang ia gunakan untuk melepas lelah nya, dengan Alex duduk di samping nya.


''Oppa... Di sini dulu ya temani aku''


Alex mengangguk dan tersenyum.


Mereka masih belum melepaskan genggaman tangan masing masing.


Sisil menatap wajah kekasih nya, di mengecup bibir kekasih nya, yang langsung di sambut dengan hangat oleh Alex, mereka saling menautkan bibir mereka masing masing, menenggelamkan rasa rindu yang telah membuncah di dalam hati masing masing.

__ADS_1


Sisil melingkarkan lengan nya di leher Alex, sementara Alex meletakan tangan nya di pinggang ramping kekasihnya, saling memadu kasih, dan berputar menikmati setiap sesapan yang sudah lama tidak mereka rasakan.


*****


__ADS_2