Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Terpaksa Tunduk


__ADS_3

Sisil menundukkan kepala nya, dirinya tidak menyangka bahwa ibu tirinya akan bersikap seperti ini pada dirinya.


''Saya ingin, mulai sekarang kamu tunduk dan patuh kepada saya.''


Sisil masih menunduk.


''Kalau kamu berani menentang atau pun tidak patuh kepada saya, saya pastikan akan meminta ayah kamu untuk mencarikan jodoh yang pantas untuk kamu.''


Ucap Angel masih dengan suara sinis.


''Jangan Tante, saya mohon... Saya mencintai Alex, dan kami memiliki perasaan yang sama.''


''Kalau begitu kamu harus tunduk sama saya.''


''Mengapa Tante melakukan ini kepada saya? Apa salah yang telah saya perbuat kepada Tante, sehingga Tante seperti ini kepada saya,'' Sisil sudah mulai berkaca kaca.


''Tidak ada alasan.''


Ucap Angel sembari membalikan badan nya hendak pergi, tapi sedetik kemudian dia kembali membalikan badan nya dengan masih tersenyum sinis.


''O iya... Mulai sekarang saya ingin kamu memanggil saya dengan sebutan ibu, tidak ada alasan untuk menolak.''


''Baik Tante.. Maksud saya Ibu.''


Jawab Sisil dengan sedikit enggan mengucapkan kata tersebut.


Angel pun membalikan badan nya kembali melangkah meninggalkan kamar Sisil.


Sisil merasa sangat tersakiti dengan sikap dari ibu tirinya, dia berfikir, memang benar adanya semua ibu tiri itu jahat, karena dia telah menyaksikan dan merasakan nya sendiri.


Di sakiti oleh ucapan dan sikap dari ibu tiri yang baru beberapa hari di nikahi oleh ayah nya.


Sisil meraih bingkai Poto yang terletak di atas meja, dia menatap lekat wajah mendiang ibu, di usapnya dengan jari wajah cantik sang ibu, hingga tanpa terasa air mata nya jatuh di atas bingkai kaca tersebut.


''Mommy... maafkan aku, sudah berbuat jahat sama Mommy, aku merindukanmu Momm.''


Ucap Sisil pelan, sembari memeluk potret yang tadi di genggam nya, menangis dengan tersedu, karena perasaan bersalah dan rasa rindu kepada ibunya yang kini sudah tiada.


ke esokan harinya.


Pagi hari, Sisil sudah berdiri di depan jendela kamarnya, dirinya melihat Daniel memasuki mobil yang akan di kendarai oleh Alex, tentu saja dengan menggunakan mobil sport merah miliknya.


Angel tampak ikut mengantarkan Daniel sampai Daniel benar benar telah duduk di dalam mobil. Alex tampak membuka kaca mobil depan nya, dirinya sudah duduk kursi depan bersiap untuk menyetir.

__ADS_1


Angel berbicara kepada Alex, entah mereka membicarakan apa, Sisil sama sekali tidak bisa mendengar percakapan mereka, dia hanya melihat ekspresi wajah Angel yang tersenyum kepada Alex, karena jarak yang begitu jauh hingga dia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Mobil yang di kendarai Alex pun melaju perlahan, tampak Daniel adik tirinya melambaikan tangan kepada ibu tercinta nya, begitupun sebalik nya.


Sisil melangkahkan kaki ke kamar mandi, dia juga harus segera bersiap untuk pergi kuliah.


Setelah Sisil selesai mandi, dirinya menuruni tangga, dia terlihat anggun dengan dress berwarna hitam dengan tas merah tergantung di lengan kanan nya, serta lengan kirinya tampak membawa buku besar yang merupakan buku panduan studi kuliah nya.


Dia menuju meja makan dan hendak sarapan pagi.


''Selamat pagi Sisil, sudah siap kuliah.''


Ucap Angel dengan nada ramah.


''Pagi Tan... Maaf maksud saya, selamat pagi ibu...''


Sisil menjawab dengan malas sebenarnya.


Sisil meraih satu potong roti, lalu dia meletakkan selay kacang di atas nya , tak lupa pula, sudah tersedia segelas susu hangat yang selalu di sediakan oleh bi Surti Pembantu Rumah Tangga nya.


''Sayang... Supir kamu masih belum kembali, dia sedang mengantarkan adikmu ke sekolah, karena jarak dari sini ke Sekolah Daniel lumayan jauh, jadi akan memakan waktu lumayan lama, kamu sabar dulu ya.''


Ucap Tuan Lionel sembari memasukan satu potong roti ke dalam mulut nya sendiri.


''Oh iya... Sisil kamu sudah dewasa, cantik pula, apa kamu belum memiliki kekasih.'' Ucap Angel.


Dia sengaja mem propokasi Sisil.


''Ia sayang, apa kamu sudah mempunyai kekasih? kalau sudah ada,coba kamu kenalin sama Papih, Papih tidak pernah mendengar kamu berpacaran.'' Ucap ayah.


Sisil hanya terdiam, dia mengepalkan tangan nya, merasa sangat geram dengan ucapan ibu tirinya.


''Saya permisi.'' Sisil pamit tanpa menghabiskan sarapan nya. Dia hanya meneguk susu hangat, menghabiskan satu gelas dengan hanya satu tegukan.


''Kamu sudah mau berangkat? sarapan nya tidak di habiskan dulu?'' Ucap Angel dengan lembut, seperti sedang berakting di hadapan sang suami.


''Saya sudah kenyang.''


Sisil melangkah meninggalkan meja makan.


''Angel, saya harap kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk Sisil, sudah sedari remaja dia tidak merasa kan kasih sayang dari ibu kandung nya.''


Ucap Tuan Lionel menatap lekat wajah istri tercintanya.

__ADS_1


''Iya mas, aku sedang berusaha keras untuk membuat dia menerima kehadiran aku, tapi seperti putri mu masih belum bisa menerima aku sebagai pengganti mendiang ibunya.''


Angel terlihat sedih.


''Kamu sabar dulu ya, nanti lambat laun Sisil pasti menerima dirimu sebagai ibu sambung nya.''


Ucap Tuan Lionel dengan melihat lekat wajah istrinya, tangan nya tampak menggenggam tangan Angel.


Angel hanya mengangguk.


Sisil duduk di kursi kayu yang terletak di teras rumah nya. Dia melirik jam tangan yang melingkar di lengan tirinya, sudah hampir pukul 9 pagi, tapi Alex masih tak kunjung juga kembali.


Lalu dirinya mengambil handphone dari dalam tas nya.


Mencoba untuk menelpon Alex, tapi saat Sisil hendak menelpon, mobil Alex sudah berjalan di halaman, Sisil pun memasukan kembali handphone yang di genggamnya ke dalam tas.


Sisil menghampiri mobil Alex, masuk ke dalam nya tanpa menunggu Alex membuka kan pintu mobil yang biasa dia lakukan selama ini.


Di dalam perjalan dia hanya terdiam, memandang ke luar mobil dari jendela di samping nya, pandangan nya tampak kosong dan fikiran nya seolah sedang tidak berada di tempatnya.


''Kamu kenapa?''


Tanya Alex melirik sedikit ke arah kekasih nya.


''Aku tidak apa apa.''


Jawab Sisil singkat.


''Kamu tidak bisa berbohong sama aku, dari raut wajah mu terlihat jelas kalau hati kamu sedang tidak baik baik saja.''


Sisil hanya terdiam, tidak mungkin rasanya untuk dirinya mengatakan hal yang sebenarnya, tidak mungkin pula kalau dirinya harus mengatakan kepada kekasihnya kalau ibu tirinya tidak sebaik yang dia bayangkan.


Alex pun ikut terdiam, dia tidak mengatakan apa apa lagi setelah melihat kekasihnya hanya terdiam dengan wajah yang muram.


Dia yakin kalau ada sesuatu yang sedang di pendam oleh kekasih nya, dan dia juga yakin kalau kekasih nya sedang tidak dalam keadaan baik baik saja.


Mereka sampai di kampus, Sisil keluar dari dalam mobil masih dalam keadaan terdiam.


Alex menatap punggung kekasih tercinta nya, yang berjalan menjauh memasuki kampus tempat nya berkuliah.


Ada beribu tanya di dalam hati Alex, mengapa semenjak kehadiran ibu tiri nya Sisil menjadi lebih pendiam? sepengetahuan nya Angel Ibu tiri dari Sisil terlihat seperti ibu yang baik selama ini.


Alex bertekad akan mencari tahu sendiri tentang penyebab kekasih nya bersikap seperti ini, dia tidak ingin kekasih nya menjadi terpuruk dan mengalami Depresi seperti dahulu.

__ADS_1


*****


__ADS_2