Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Awal yang baru


__ADS_3

Sudah satu Minggu sejak kepergian Nyonya Fransisca, raut kesedihan masih terlihat dari wajah cantik Frisillia.


Meskipun dia selalu mencoba untuk tersenyum, tapi mata nya yang sayu sama sekali tidak bisa menyembunyikan kalau rasa duka itu masih tersisa di dalam hati nya.


Malam hari ini Sisil sibuk dengan tugas yang di berikan oleh Dosen, dia merapikan kertas yang berserakan di atas meja, mata nya sesekali melihat Televisi yang menyala di depan nya.


3 hari absen kuliah membuat nya harus mengejar ketinggalan nya dalam pelajaran, sekaligus harus menyelesaikan tugas yang harus di serahkan besok hari.


'Akhh...'


Sisil menghela nafas panjang. Dia merentangkan kedua tangan nya untuk melenturkan otot otot nya yang terasa tegang.


Alex menghampiri Sisil yang sibuk merentangkan tangan sambil sesekali menggoyangkan pinggang nya ke kiri dan ke kanan.


Bibirnya tersenyum tipis melihat kekasih nya menggoyang kan badan seperti sedang senam aerobik.


''Sibuk Non?'' Tanya Alex yang sontak membuat Sisil menghentikan gerakan nya.


''Oppa...'' Ucap Sisil, dia kembali duduk dengan bersila di atas kursi, ''tugas aku tumpuk banget, mana besok harus di kumpulin lagi.'' Tambahnya lagi dengan mulut cemberut.


Rambut Sisil terlihat berantakan tanpa di ikat, Alex meraih ikat rambut yang tergeletak di atas meja, kemudian dia duduk di belakang punggung Sisil dan mengikat rambut panjang nya dengan ikat rambut.


Sisil hanya tersenyum membiarkan tangan kekasih nya mengikat rambut panjangnya, tangan nya masih sibuk merapikan lembaran kertas yang sedang dia susun menjadi sebuah makalah.


''Mau aku bantuin?'' Tanya Alex, dia menyandarkan kepalanya di pundak Sisil dari belakang.


''Bantuin dong, lagian Oppa dari tadi kemana aja si?'' Jawab Sisil menolehkan wajahnya hingga tepat berada di depan wajah Alex. Satu kecupan pun mendarat di bibir mereka masing masing.


Alex bangkit dari duduk nya, sekarang dia duduk tepat berhadapan dengan Sisil, tepat di depan meja yang penuh dengan kertas dan buku milik Sisil.


''Tadi aku ketiduran,'' ucap Alex, tangan ikut merapikan kertas di atas meja, ''aku bantuin ya, bagian mana yang harus aku rapikan?'' Tambah nya lagi.


''Di susun per jilid ya, tangan aku sudah pegel banget.'' Jawab Sisil.


''Baik Nona cantik.'' Ucap Alex dengan sedikit bercanda.


Mereka berdua berjibaku dengan tugas, sambil sesekali bercanda dan bercerita. Sisil pun tak henti hentinya tersenyum.


Saking asik nya dengan kesibukan masing masing,mereka sampai tidak menyadari Tuan Lionel sudah berdiri dari kejauhan sembari tersenyum tipis memperhatikan mereka, dia senang akhirnya bisa melihat putri kesayangan nya tersenyum kembali.


"Eheeeemmm"

__ADS_1


Tuan Lionel berdehem keras hingga mengagetkan mereka berdua, Alex pun sampai berdiri karena kaget, dia sama sekali tidak mengetahui kalau majikan nya sudah berada di sana memperhatikan mereka.


''Eh Papih...'' Ucap Sisil dengan tersipu menahan malu, ''sejak kapan Papih berdiri di situ?'' Tanya Sisil.


''Papih baru saja sampai.'' Jawab Tuan Lionel menghampiri Sisil dan duduk di sebelah putri nya.


Alex masih berdiri mematung, dia tidak berani mengatakan sepatah katapun, mulutnya seperti terkunci, dia takut kalau Tuan Lionel menyaksikan semua yang dia lakukan pada Sisil.


''Kamu sedang apa berdiri di situ?'' Tanya Tuan Lionel melihat ke arah Alex, ''apa kamu tidak pegal dari tadi berdiri terus?'' Tambah nya lagi.


''Oh... ia tuan, saya permisi.'' Ucap Alex hendak pergi dari sana.


''Tunggu... Kamu terus kan membantu Sisil mengerjakan tugas, saya mau istirahat dulu.'' Ucap Tuan Lionel, dia berdiri meninggalkan Sisil bersama Alex.


Sisil dan Alex saling bertatapan, senyum mengembang di bibir mungil Sisil, lain hal nya dengan Alex, wajah nya terlihat tegang, tangan nya terasa dingin sedingin es, dia mengelus dada nya, mencoba mengontrol detak jantung nya yang sempat berdetak kencang.


Sisil menarik tangan Alex hingga dia terduduk.


''Kamu tegang banget.'' Ucap Sisil dengan tersenyum geli.


''Gimana tidak tegang, Papih kamu melototi aku tau.'' Jawab Alex.


''Kira kira sudah berapa lama ya Papih berdiri di situ?'' ucap Sisil dengan mengelus tangan Alex yang masih terasa dingin, "duh dia lihat ga ya waktu kita ehem ehem tadi?'' Tambah nya lagi.


''Tenang Oppa, Papih gak bakalan marah ko, salah dia sendiri ngasih supir yang tampan kaya kamu.'' Ucap Sisil dengan nada manjanya.


''Bisa saja kamu.'' Jawab Alex dengan mencubit pelan pipi mulus Sisil.


***


Ke esokan hari nya Sisil sudah bersiap untuk berangkat kuliah, dia sudah menunggu di teras rumah nya, duduk di kursi kayu sembari memeriksa kembali tugas yang sudah ia kerjakan bersama Alex semalam.


Tak lama kemudian Alex datang, dia mengunakan kaos oblong berwarna putih, dengan celana jeans pendek selutut.


''Kita berangkat sekarang.'' Ucap Alex.


''Sebentar, aku rapiin ini dulu.'' Jawab Sisil tanpa menoleh kepada Alex.


Alex menunggu dengan sabar, dia berdiri di samping Sisil, memperhatikan kekasihnya yang masih sibuk merapikan kertas kertas tugas nya.


''Nah... Sudah selesai, ayo kita berangkat.'' Ucap Sisil dengan senyum lebar mengembang di bibir merah nya.

__ADS_1


Alex membuka kan pintu mobil untuk sisi. Setelah selesai memasangkan sabuk pengaman di badan Sisil, mereka pun berangkat.


Alex tampak fokus mengendarai mobil nya, dan Sisil sibuk memainkan handphone di tangan nya.


''Tugas nya sudah siap semua?'' Tanya Alex memecah keheningan.


''Sudah siap, benar benar tugas yang melelahkan.'' Jawab Sisil sembari memasukan handphone ke dalam tas nya.


''Syukur deh.'' Jawab Alex datar.


''Makasih ya kamu sudah bantuin aku ngerjain tugas tadi malam.''


''Ia sayang sama sama, meskipun jantung aku hampir copot karena di liatin sama Tuan Lionel.'' Jawab Alex dengan memegangi dada nya.


Sisil tersenyum kecil.


''Kira kira gimana ya reaksi Papih kalau sampai tau kita pacaran?'' Tanya Sisil.


''Waaah... aku kurang tau juga tuh, apa dia bakalan ngasih ijin putri kesayangan nya berpacaran dengan supir pribadinya.'' Ucap Alex.


''Kamu kan supir plus plus'' ucap Sisil dengan nada manja.


''Supir plus plus? apaan tuh?''


''Supir pribadi penjaga hati...'' Ucap Sisil dengan tertawa.


''Akh kamu bisa saja.'' Jawab Alex sembari mengacak acak rambut Sisil yang terurai panjang.


Mereka berdua tertawa bersama di dalam mobil, perjalanan Sisil selalu menyenangkan kemanapun tujuan nya, bagaimana tidak? dia selalu di temani Alex, supir pribadi yang merangkap sebagai kekasih nya sekaligus.


Akhirnya mereka sampai di kampus, Sisil keluar mobil dan berlari menuju kelas, dia tidak mau sampai terlambat masuk kedalam kelas, di tengah jalan, di lorong menuju kelas tiba tiba seorang pria menabrak diri nya, hingga membuat makalah dan buku yang di pegang berhamburan jatuh ke lantai.


''Sorry sorry aku tidak sengaja.'' Ucap laki laki tersebut sembari membantu Sisil membereskan buku yang berserakan di lantai.


''Duh... kalau jalan lihat lihat dong.'' Jawab Sisil tanpa menoleh ke arah laki laki tersebut.


''Frisillia...'' Ucap laki laki itu dengan memandangi wajah sisil.


''Alvin...'' Jawab Sisil menunjukan jari nya ke depan wajah laki laki yang ikut berjongkok dengan dirinya.


****

__ADS_1


Jangan lupa tekan like sama vote nya ya, hadiah nya juga boleh,terima kasih.


__ADS_2