
Malampun semakin larut ,semua bawahan Lian sudan kembali kembali beraktivitas seperti biasa , ada yang menjaga Bar , menjaga keamanan keluarga kaya, ada yang masih berada di markas dan ada juga yang kembali ke keluarga masing-masing.
Lian memutuskan untuk tidur di markas , karena hari sudah sangat larut , ia berencana akan pulang ke kost esok harinya.
Lian ingin tetap tinggal di kost saja , daripada tinggal di markas , walaupun Andre dan lainnya memaksa Lian untuk tinggal dimarkas , tetapi Lian tetap menolaknya , karena merasa nyaman tinggal di kost daripada tinggal di markas.
Markas Naga bukan markas yang abal - abal , tempat markas Naga di salah satu wilayah kawasan Elit kota Jakarta Selatan , dengan bangunan yang cukup mewah dan besar . Bisa disebut dengan Manor Elit yang hanya bisa dimiliki oleh beberapa orang kaya saja.
Markas dulu hanya ditempati oleh bos Andi dan beberapa wanita panggilan , karena bos Andi belum mempunyai keluarga atau menikah.
Terkadang ada bawahan yang memilih tidur di markas daripada pulang kerumah mereka masing-masing , jika diadakan pertemuan sampai larut malam.
Keesokan harinya.
Lian pagi-pagi sudah bangun dari tidurnya , sarapan sudah disiapkan oleh seorang pelayan wanita paruh baya yang bekerja setiap pagi dan pulang sore harinya.
Setelah sarapan Lian pamit pulang pada Andre .
' Ndre , aku serahkan semua urusan kepadamu , jika ada masalah dengan kelompok Naga , hubungi aku saja'.
' Aku akan balik ke kost , sayang sekali sudah bayar kost tidak ditempati hehe'. ucap Lian berpamitan.
' Bos sekarang sudah kaya raya , kenapa masih tinggal di kost ? kenapa tidak tinggal di markas saja'. jawab Andre memberanikan diri .
' Atau bos ingin membeli rumah ? kami pasti akan carikan '. lanjut Andre mencoba mencari kesan baik pada Lian.
' Tidak usah repot - repot , aku lebih nyaman begini ' jawab Lian tersenyum santai.
Andre mengangguk lalu berkata' Jika bos ingin memakai mobil , kami akan segera carikan juga '. ucap Andre menawarkan.
' Tidak usah , lebih sehat jalan kaki saja'. jawab Lian santai.
' Ya sudah kalau itu keinginan bos , kami tidak memaksa , oh iya bos ini ada kartu bank '.
' Yang ini kartu kusus bos , didalamnya ada uang 10 milyar , dan yang ini kartu kusus bisnis , semua pendapatan bisnia kita ada di kartu itu , didalamnya ada uang 200 milyar'. Andre menyodorkan kartu bank pada Lian kemudian menjelaskan.
__ADS_1
' Aku ambil kartu ini saja , dan untuk kartu bisnis , kamu saja yang memegangnya , karena kamu yang sekarang bertanggung jawab mengelola bisnis kita'. jawab Lian sembari mengambil kartu miliknya , dan menyodorkan kartu bisnis kepada Andre.
' Terima kasih bos telah mempercayai saya'. ucap Andre sambil membungkuk sopan.
' Ya sudah aku pergi dulu '. jawab Lian santai kemudian bergegas pergi , seperti biasa Lian berjalan dengan santai menelusuri kota Jakarta , menikmati indahnya kota metropolitan yang banyak gedung - gedung menjulang tinggi dan lalu lalang orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Beberapa saat kemudian , ketika Lian berjalan menikmati suasana kota yang indah , tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan seseorang yang meminta tolong .
Lian berhenti sejenak , mengerutkan keningnya mencari sumber suara yang meminta tolong , kemudian berjalan menghampiri sumber suara tersebut.
Setelah beberapa langkah Lian melihat seorang kakek yang sedang di injak kepalanya dan ditodong pistol oleh beberapa orang berseragam , kaos merah bergambar serigala dipunggungnya.
' A apa salahku , kenapa kalian ingin membunuhku '. ucap kakek yang di injak kepalanya tersebut.
' Hahaha orang yang akan mati tidak berhak untuk bertanya , yang jelas Tuan kami ingin kamu mati '. sahut pria yang menodongkan pistol .
' Aku tidak pernah menyinggung siapapun , tolong ampuni nyawa saya'. ucap kakek tersebut dengan putus asa.
' Aku akan mengampunimu , jika nyawamu sudah lepas dari tubuhmu '. ucap pria tersebut kemudian menembakan pistol tepat pada kepala kakek tua tersebut.
Dor !
Ting !
Sebelum peluru menembus kepala kakek tua tersebut , tiba-tiba ada sesuatu melesat sangat cepat dan menghantam peluru tersebut , sehingga peluru tidak mengenai kepala kakek tua , tetapi terpental kearah samping jauh.
Semua pria berpakaian merah terkejut , melihat apa yang telah terjadi , begitu juga dengan kakek tua , tetapi kemudian menghela nafas lega.
' A apa yang terjadi '. ucap pria yang menembak kebingungan.
' Apa kalian tidak malu , mengeroyok seorang kakek yang sudah tidak berdaya itu '. ucap sosok yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka , siapa lagi kalau bukan si pendekar lembah surga Lian.
' Si siapa kau ! jangan ikut campur urusan kami !'. ucap salah satu pria diantara mereka.
' Pergilah sebelum peluru ini menembus kepalamu !' lanjutnya sambil menodongkan pistol kearah Lian
' hoho..kalian ingin mengancamku ?'. sahut Lian santai.
__ADS_1
' Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa bocah , kami adalah kelompok Serigala ! '. gertak salah satu pria lainnya.
' Hem ? bukanya kelompok kalian dari wilayah utara , kenapa berada disini ? apa kalian tidak takut dengan bos Andi '. ucap Lian bertanya.
' Hahaha sangat konyol jika kami takut kepada kelompok kecil seperti mereka !'.
' Sekarang berlututlah ,cium kaki kami kemudian pergilah ! jika ingin nyawamu selamat !haha..' ucap salah satu dari mereka , kemudian tertawa terbahak-bahak .
' Kalian menertawaiku , maka kalian harus menangis '. ucap Lian tersenyum lebar , kemudian melesat secepat kilat kearah semua pria didiepannya.
Wush !
Plak ! plak ! plak !
Boom ! boom ! boom !
Krak ! krak ! krak !
brugh ! brugh ! brugh !
Lian menampar semua wajah mereka dan menendang lutut mereka hingga patah. yang membuat satu persatu dari mereka berjatuhan di tanah , dan menjerit kesakitan.
Arrgh...... !
' Entah kenapa , mendengar tangisan kalian , membuatku sangat nyaman , hehe'. Lian menginjak kepala salah satu dari mereka , memegang tangannya kemudian melintirnya hingga patah .
Krak !
Arrkkh...!
' ampun tuan....!'. teriak tangis pria yang dipatahkan tangannya dengan cara dipelintir tersebut.
' Hahaha sangat nyaman ...menangislah selagi kalian masih bisa menangis '. tawa Lian terbahak - bahak , yang terus melakukan hal yang sama pada mereka semua.
' Ka kamu iblis , kamu iblis ! '. ucap mereka putus asa.
Crak !
__ADS_1
Lian menusukan kedua jarinya kepada kedua mata mereka semua, dengan senyuman cerah di wajahnya.
Bersambung ....