
Tasya terus menceritakan apa yang terjadi dimasa lalunya sewaktu berpacaran dengan Alex mantan teman SMA nya , dia mencurahkan semua masalahnya kepada Lian, laki-laki yang baru sehari ia kenal, ntah mengapa Tasya sangat percaya dengan Lian , dipandangan matanya Lian adalah sosok laki-laki yang baik dan pengertian , yang sudah jarang didapati oleh laki-laki manapun dijaman sekarang. Oleh karena itu Tasya membuka semua tentang rahasianya selama ini kepada Lian.
Sembari mengusap lembut punggung Tasya Lian berkata'. Kamu yang sabar , jangan khawatir , aku yakin pasti akan ada laki-laki yang mau menerimamu apa adanya , percayalah '.
' Semua itu untuk menjadi pembelajaran kita kedepan ,dibalik semua itu pasti ada hikmahnya ' Lian mendadak menjadi motivator.
' Terima kasih sudah menjadi pendengar yang baik , bebanku sedikit berkurang '. ucap Tasya tersenyum kepada Lian , senyumnya sangat manis yang membuat jantung Lian berdetak dengan kencang. Tasya memang keindahan yang tidak biasa.
' Ayo kita masuk , hari sudah larut malam , angin malam tidak baik untuk kesehatan '. ajak Lian kepada Tasya yang dianggukan oleh Tasya.
' Baik , kita sebaiknya istirahat saja , bukanya besok kamu pagi-pagi harus bangun ?'. Tasya mengingatkan .
' Iya besok aku akan bangun pagi-pagi ,mencari nafkah untuk menikahimu , hahaha'. canda Lian kemudian berdiri dan membimbing Tasya masuk.
' Ih apaan sih kamu '. Tasya tersenyum tersipu malu.
' Haha becanda...tapi serius '. Lian terkekeh .
' Hem...yang semangat ya kerjanya, good night '. ucap Tasya kemudian melangkah ke kamarnya.
' Night Too , Have a nice dream , Tasya '. sahut Lian melambaikan tangannya tersenyum.
__ADS_1
...........
Singkat Ceita.
Tiga bulan telah berlalu , kini Tasya sudah berubah menjadi wanita yang seperti dulu lagi , tidak murungan , ataupun pendiam seperti dulu , kehadiran Lian membuat hidupnya lebih berwarna lagi ,Lian adalah sosok yang sangat baik , lembut dan menghargai wanita.
Sekarang Lian dan Tasya semakin akrab , bisa dikatakan mereka sudah berpacaran ,Lian sangat baik , walaupun mereka sudah berpacaran tetapi Lian tidak pernah berani menyentuh Tasya, atau menciumnya ,apalagi me re mas ***********.
Lian sungguh laki-laki yang suci , yang tidak akan didapatkan oleh laki-laki jaman sekarang.
Meskipun begitu tak membuat hati Tasya luluh atau tergerak untuk mencintai Lian , karena ia belum bisa menggantikan Alex dihatinya . Laki laki yang Bad Boy , egois , dan tak bermoral.
Semenjak pacaran dengan Alex , Tasya sering dipukul , ditendang dan dilecehkan , karena jika setiap ketemu Tasya tidak mau menuruti hasrat birahinya , maka tidak segan-segan Alex menyiksanya.
Sebenarnya Lian tahu jika Tasya belum bisa mencintainya , tetapi ia bertekad akan terus membuat Tasya menerimanya sepenuh hatinya, apapun yang terjadi Lian akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta Tasya .
Sungguh Lian lelaki idiot yang pernah ada di dunia.
Waktu terus berlalu , Lian dan Tasya semakin akrab , hari hari mereka lalui , canda ,tawa , senang , sedih mereka hadapi bersama.
Kini tiba saatnya mereka merencanakan untuk menikah . Walaupun sampai saat ini Tasya belum bisa mencintai Lian , tetapi siapa tahu dengan menikah , cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya. Pikir Lian dan Tasya.
__ADS_1
Pak Wartono pun sangat senang dan setuju dengan apa yang mereka berdua rencanakan untuk menikah secepatnya. Dia orang yang pertama bahagia ketika mendengar keduanya berencana untuk menikah.
' Apa kalian sudah memikirkan matang-matang untuk menikah secepatnya?'. Tanya pak Wartono kepada mereka berdua dengan wajah serius.
' Iya paman , semua sudah kita rencanakan matang-matang '. jawab Lian serius.
' Tapi Tasya mempunyai sarat pernikahan , setelah menikah ia ingin melanjutkan kuliah kedokteran , dan aku menyanggupinya, aku akan berjuang untuk Tasya agar bisa menggapai cita-citanya'. lanjut Lian penuh tekad.
' Hah , sebagai orang tua aku sangat bahagia , dan menyetujui apapun yang menjadi keinginan dan tujuan kalian berdua'. Wartono menghela nafas ringan .
' Aku tidak akan melarangnya , kalian sudah dewasa , baik dan buruk pasti kalian sudah memahaminya'. lanjut Wartono yang tidak bisa melarang apa yang menjadi keputusan Lian dan Tasya.
' Kalau begitu , sebagai ayahnya Tasya aku akan berdoa dan mendukung apa yang menjadi tekadmu untuk menyekolahkan Tasya dikedokteran '.
' Eh apa kamu sudah mendaftar kuliah kedokteran ?'. tanya Wartono menoleh kepada Tasya.
' Sudah ayah , dan bersukur aku sudah diterima , kampus mulai masuk bulan depan '. jawab Tasya tersenyum memberitahu.
' Maka dari itu aku bermaksud merencanakan pernikahan dengan Lian secepatnya .'. Tasya mengutarakan tujuannya.
' Baiklah kalau begitu , besok kita undang tetangga terdekat , kita rayakan kecil-kecilan saja '. Wartono menyarankan.
__ADS_1
Bersambung......