System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Reunian 4


__ADS_3

' Para anjing idiot ini benar benar sangat menyebalkan , mereka tidak tahu siapa yang mereka singgung '. gumam Diana menggertakan giginya tertekan .


Teman teman kelas Karin terus membumbuinya , mereka tidak perduli dengan Cow Li , yang penting mereka bisa menyenangkan hati Antonio , berharap keberuntungan menyertai mereka.


Cow Li yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam saja , dia terlalu malas untuk meladeni sekumpulan semut yang tak berarti.


Berbeda dengan Karin , ia semakin tertekan dan frustasi , ia benar benar menyesal datang ke acara reunian tersebut.


Walaupun Cow Li adalah suami sampahnya , tetapi sebagai istri apa salahnya membawa dia ke acara tersebut .


Tetapi memang perasaan orang-orang kaya kadang tidak bermanusiawi , mereka anggap orang miskin itu hanyalah sampah dimata mereka, jadi wajar jika mereka tidak memperdulikan perasaan Cow Li saat ini.


' Hay sampah , tempatmu bukan disini , aku takut nanti kita menjadi gatal-gatal jika kamu berada disini'.


' Sebaiknya kamu pindah ke pojokan sana, tempat itu tidak layaknya untukmu , biar tuan muda Antoni yang duduk disitu..'. ucap Farhan dengan nada mengejek menyarankan . Ia juga ingin mencari muka kepada Antonio , jika keluarganya bisa dekat dengan keluarga Antonio maka itu hal yang sangat baik kedepannya. Pikirnya.


Ucapan Farhan di anggukan oleh semua teman kelas Karin.


' Iya , sebaiknya kamu jangan disini , nanti tubuh kami gatal-gatal..'. ucap salah satu teman lainnya.


' Iya ..kamu ke pojokan sana ! '.


' Tempat itu tidak layak untukmu , biar Antonio saja yang berada disitu..'.


' Iya pergi sana ! jijik kami melihatmu !'.


Semua teman Karin terus memprovokasinya , mereka tidak ingin Cow Li berada didekat Karin, karena sampah seperti Cow Li tidak pantas didekat Karin .

__ADS_1


Dari teman Karin hanya Nadia yang semakin menggertakan giginya , apalagi mendengar Farhan pacarnya yang memulai memprovokasi Cow Li.


Ingin rasanya ia menendang kepala Farhan yang idiot itu sampai pecah . Siapa Cow Li dibandingkan dengannya , dia adalah Big Bos besar penguasa kota Jakarta yang sesungguhnya.


' Aku sudah sangat yakin sekarang , aku akan memutuskanmu setelah ini idiot ! '. gumam Nadia dalam hati sangat kesal kepada Farhan.


' Lebih baik aku menjadi budak big bos daripada berpacaran denganmu !'. kemarahan Nadia meledak kepada pacar dan teman-temannya .


' Baiklah kalau begitu '. jawab Cow Li santai sambil berdiri melangkah pergi ke pojokan , ia juga terlalu malas mendengar ocahan para semut yang mencoba memprovokasinya.


' Hahaha..akhirnya sadar diri dia ..!'.


' Hahaa sampah memang harus sadar diri..!


' Sampah tetaplah sampah ..haha !"


' Kalian tidak perlu seperti itu '. ucap Antonio tersenyum , tetapi ada rasa bangga dan puas dihatinya.


' Karin apakah aku boleh duduk disitu ?'. lanjut Antonio bertanya lembut kepada Karin.


Karin hanya diam saja , tetapi teman temannya mendukungnya .


' Antonio sebaiknya kamu duduk saja , Karin tidak akan marah '.


' Iya ..duduk saja..kalian sungguh cocok menjadi pasangan siang ini '.


Semua teman Karin membumbuinya.

__ADS_1


Kini Antonio dengan santai duduk didekat Karin , dengan seutas senyum penuh kemenangan , tanpa memperdulikan perasaan Cow Li , yang penting ia bisa dekat pujaan hatinya.


Karin pun hanya diam saja , tanpa menolak atau menerima kehadiran Antonio yang duduk disebelahnya .


Terlihat ada kegalauan dan kebimbangan diwajah Karin. Tetapi dia tidak bisa menyuarakannya.


' Baiklah karena kalian menyenangkanku , aku akan traktir kalian kali ini'.


' Pesan apa saja , harus yang mahal-mahal ..jangan yang murah... '.


' Yang murah hanya untuk orang miskin '. ucap Antonio tersenyum penuh kemenangan , karena semua temannya mendukung dia dengan Karin wanita pujaannya.


' Kamu memang hebat Antonio..'.


' iya..memang pantas dengan Karin sang bintang kelas kita ...'.


' Seperti pasangan seorang pangeran dan tuan putri..'.


' Kalian tidak perlu memuji seperti itu , ayo kalian pesan apa saja , yang penting mahal jangan yang murah..'. ucap Antonio dengan santai tetapi ada jejak kesombongan diwajahnya, sesekali ia melirik Karin yang disebelahnya yang daritadi hanya diam saja.


Karin diam karena merasa galau dan bimbang , apakah dia harus pergi menemui suaminya , tetapi nanti acara reuniannya rusak gara-gara dia.


Atau dia tetap duduk bersama Antonio ,yang konsekuensinya akan menyakiti hati Cow Li sang suami sampahnya.


Karin benar benar disituasi yang membuatnya tertekan , situasi yang sangat sulit untuk diputuskan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2