System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Mabuk


__ADS_3

Perasaan Karin saat ini sedang tidak menentu , semakin membayangkan Lian dan Nadia , membuatnya semakin tertekan dan frustasi . Ia sudah berusaha menepisnya , tetapi semakin dia ingin melupakannya , rasa kesal semakin nyata.


Karin benar-benar tidak mengerti akan perasaannya , ketika berpacaran dengan Jhony Gorilla , dia tidak pernah merasakan kekesalan yang besar seperti itu, jika ada wanita yang dekat dengan Jhony Gorilla.


Oleh karena itu Karin memutuskan pergi ke Butterfly Bar untuk bersenang - senang untuk melupakan kegundahan hatinya.


Singkat cerita .


Kini Karin sudah berada di Butterfly Bar, ia langsung memesan minuman untuk dirinya.


Ketika Karin sedang minum , ada dua sosok yang terus memperhatikan Karin , ada tato Naga dilengan kririnya, mereka adalah bawahan bos Andre.


' Apa benar dia adalah istri bos besar ?'. ucap salah satu pemuda berbaju merah , berbadan tegap seperti bodyguard kepada temannya.


' Tidak salah lagi , foto ini mirip dengannya '. jawab pemuda pakai baju hitam berbadan tagap lainnya, menunjukan foto seorang wanita yang mirip Karin.


' Hem , kalau begitu kita harus melindunginya , kita cukup mengawasi dari kejauhan saja'. sahut pemuda pakai baju merah dan dianggukan oleh pemuda yang pakai baju hitam.


Karin terus meminum minuman yang ia pesan sendirian disudut ruangan ,karena Karin tidak pernah minum alkohol sebelumnya , dengan sedikit minum kini ia sudah mulai mabuk .


Ketika ia sedang minum , ada sekelompok pemuda yang menghampirinya .


Karin memang cantik , memakai gaun hitam ketat , kulit putih seperti giok ,payudara menonjol walaupun tidak begitu besar , itu semua tidak mengurangi kecantikannya, lelaki manapun jika memandangnya pasti akan tergoda.


' Nona bolehkan kami menemanimu minum ?'. sapa seorang pemuda gemuk beserta 5 pemuda lainnya. Mereka menghampiri Karin yang sedang minum sendirian disudut ruangan.

__ADS_1


' Maaf aku sedang ingin sendiri '. jawab Karin datar sembari melirik mereka.


' Hay nona , kami hanya ingin menemani kamu minum saja tidak lebih '. ucap pemuda lainnya sambil menatap payudara Karin dengan tatapan mesum.


' Sudah aku bilang , aku sedang ingin sendiri !'. bentak Karin emosi , karena pengaruh minuman emosi Karin tidak terkontrol lagi.


' Hay , ja lang ! kita sudah berbaik hati kenapa kamu membentak kami !'. sahut pemuda gemuk mulai emosi.


' Ayo bawa saja dia ke kamar kusus kita '. ucap pemuda lainnya dan di anggukan oleh teman-temannya.


Karena mereka sudah emosi , dengan paksa ia menyeret Karin keruang kusus yang mereka pesan sebelumnya.


' Apa yang kalian lakukan ! tolong ! '. teriak Karin ketakutan.


Para pelanggan lainnya hanya bisa melihat saja , mereka tidak ingin berurusan dengan enam pemuda yang memaksa Karin.


Karena mereka tahu pemuda itu adalah para tuan muda dari orang -orang kaya kota Jakarta , daripada membuat masalah dengan mereka , lebih baik menutup mata.


Sungguh pemikiran yang cerdas.


Ketika mereka memaksa Karin , tiba-tiba ada 2 sosok melesat kearah mereka dan langsung menendang mereka berenam.


Wush ! wush !


Bang ! Bang ! bang !

__ADS_1


Brak ! brak ! brak !


Enam pemuda yang memaksa Karin langsung terlempar menabrak tembok .


' Si siapa kalian '. ucap pemuda gemuk ketakutan.


' Kami penjaga Bar ini '. jawab pria berbaju merah datar.


' Apa kalian tidak tahu kami , kami adalah tuan muda dari keluarga Darmawan , orang kaya no 1 di wilayah selatan ini !'. ucap pemuda lainnya.


' Kalian mengancamku ? konyol '. sahut pria berbaju hitam kemudian menendang pemuda yang mengancam tadi .


Bugh !


Hueks !


Pemuda yang ditendang seketika memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan pangsung tak sadarkan diri.


' Kita sebaiknya menghubungi bos besar saja'. ucap pria berbaju merah menyarankan.


' Tidak mungkin kita membawa istri bos besar , tangan kita tidak layak untuk menyentuhnya'. lanjut pria berbaju merah melihat kearah Karin yang tergeletak di sova karena sudah mabuk berat.


' Iya kita harus menghubungi bos besar, untuk para bajingan ini , kita serahkan saja kepada bos besar'. jawab pria berbaju hitam menatap enam pemuda yang tergeletak tak sadarkan diri dengan jijik.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2