
Melihat pemandangan indah dari istrinya membuat Cow Li sangat tidak nyaman , walaupun ia adalah suami sah, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa karena ada perjanjian kontrak, itu membuat Cow Li semakin tertekan.
Cow Li segera menggelengkan kepalanya , ia tidak ingin melakukan hal lebih pada istrinya itu , walaupun secara kasar ia bisa melakukannya dengan paksa , karena ia adalah suami sah secara hukum. Cow Li benar-benar tidak ingin melalukannya.
Cow Li bergegas pergi ke kamar mandi untuk melakukannya dengan sabun , tetapi setelah ia memegang sabun ia teringat kata-kata temannya dulu .
Jika kebanyakan main sabun nanti telapak tangannya bisa keluar bulunya.
' Sial , apa benar apa yang dikatakan temanku dulu '. gumam Cow Li menggertakan giginya frustasi.
' Karin benar benar membuatku frustasi'. lanjut Cow Li tersenyum getir, ia segera meletakan sabun , kemudian mencuci muka , tangan dan kaki untuk tidur.
Sekali lagi Cow Li melihat Karin menggaruk - garuk CD nya, yang mungkin rumput lebat lembah surganya yang sedang gatal.
Belut agung semakin meronta, membuat Cow Li sakit tanpa mengeluarkan air mata.
' Sial...kamu harus sabar ..ini adalah ujian..'. gumam Cow Li memejamkan matanya , berusaha tidur sambil menahan keinginan belut agungnya.
Keesokan Harinya.
" Hoaam "
' Kamu sudah bangun '.
' Eh ? Karin kamu mengagetkanku saja , hehe' Cow Li menoleh wanita cantik disebelahnya .
__ADS_1
' Tumben pagi-pagi sudah cantik begitu , ada apa Karin istriku ?'. goda Cow Li bertanya.
' Pagi apanya ini sudah jam 10 , cepat mandi kita akan pergi ' sahut Karin memerintah dingin.
' Eh ? kamu mau mengajaku pergi ? ' sahut Cow Li bingung.
' Iya , ke reunian kelas'.
' Cepat mandi , aku tunggu diluar '.sahut Karin datar kemudian beranjak keluar kamar.
' Hadeeh..pagi - pagi bukannya morning kiss malah dingin begitu ' . gumam Cow Li segera bangun dan beranjak untuk mandi.
Setelah selesai mandi dan berganti baju , Cow Li dengan santai keluar kamar , dan sudah ditunggu Karin di luar .
' Aku hanya punyanya ini , apa aku harus pakai gaunmu '. jawab Cow Li berkilah.
' Ck , ya sudah terserah kamu saja'.
' Ayo kita pergi , kamu bawa mobilku '. sahut Karin tidak mau berdebat , ia sadar jika suaminya memang aneh. Walaupun ketampanannya tidak diragukan lagi.
Singkat cerita .
Kini mereka sudah sampai restaurant yang cukup mewah , tempat diadakannya reunian kelas Karin .
' Hay Karin , kamu datang juga ?'. sapa seorang wanita dengan riasan tebal diwajahnya . Dia adalah Suwarsih teman kelas Karin yang dulu selalu iri kepada kecantikan Karin , karena Karin sebagai bintang kelasnya.
__ADS_1
Suwarsih menggandeng seorang laki-laki bertubuh gempal , dengan penampilan yang cukup menyolok , pria gempal itu memakai cincin emas disepuluh jarinya, memakai kalung emas besar mirip pengacara kondang yang fomenal , yang suka pamer kekayaan itu.
' Iya '. jawab Karin datar dan singkat.
' Perkenalkan ini calon suamiku , namanya Suparno , dia adalah tuan muda kaya, raja minyak dari Tegal '. Suwarsih mengenalkan pria gempal bersamanya.
' Apakah dia suamimu ? sepertinya dia miskin '. lanjut Suwarsih yang melihat penampilan Cow Li dengan tatapan mengejek.
' Apa pedulimu '. sahut Karin datar kemudian menggandeng tangan Cow Li masuk kedalam restaurant.
' Hey aku belum selesai bicara , kenapa kamu pergi ! '.
' Kamu malu ya seorang superstar kelas mempunyai suami sampah dan miskin tak berguna, hahaha'. Suwarsih tertawa mengejek .
Mendengar ucapan Suwarsih , membuat Karin semakin tertekan , tetapi ia berusaha tak perduli , ia tahu jika Suwarsih dari dulu senang membuat perkara dengannya , entah apa motifnya Karin tidak tahu , yang jelas Suwarsih orang yang dari dulu suka membuat masalah dengannya.
' Kamu tahu kan , gara - gara penampilanmu , temanku mengejekku'. ucap Karin kepada Cow Li dengan kesal.
' Hadeeh ..kenapa penampilan harus dipermasalahkan '. Jawab Cow Li menggelengkan kepala , ia tidak mengerti dengan pemikiran orang-orang kaya.
Memang benar ada pepatah mengatakan .
' Banyak hutang tidak mengapa , yang penting penampilan nomor utama '.
Bersambung...
__ADS_1