System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Pergi Ke Reunian


__ADS_3

Melihat pemandangan indah dari istrinya membuat Cow Li sangat tidak nyaman , walaupun ia adalah suami sah, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa karena ada perjanjian kontrak, itu membuat Cow Li semakin tertekan.


Cow Li segera menggelengkan kepalanya , ia tidak ingin melakukan hal lebih pada istrinya itu , walaupun secara kasar ia bisa melakukannya dengan paksa , karena ia adalah suami sah secara hukum. Cow Li benar-benar tidak ingin melalukannya.


Cow Li bergegas pergi ke kamar mandi untuk melakukannya dengan sabun , tetapi setelah ia memegang sabun ia teringat kata-kata temannya dulu .


Jika kebanyakan main sabun nanti telapak tangannya bisa keluar bulunya.


' Sial , apa benar apa yang dikatakan temanku dulu '. gumam Cow Li menggertakan giginya frustasi.


' Karin benar benar membuatku frustasi'. lanjut Cow Li tersenyum getir, ia segera meletakan sabun , kemudian mencuci muka , tangan dan kaki untuk tidur.


Sekali lagi Cow Li melihat Karin menggaruk - garuk CD nya, yang mungkin rumput lebat lembah surganya yang sedang gatal.


Belut agung semakin meronta, membuat Cow Li sakit tanpa mengeluarkan air mata.


' Sial...kamu harus sabar ..ini adalah ujian..'. gumam Cow Li memejamkan matanya , berusaha tidur sambil menahan keinginan belut agungnya.


Keesokan Harinya.


" Hoaam "


' Kamu sudah bangun '.


' Eh ? Karin kamu mengagetkanku saja , hehe' Cow Li menoleh wanita cantik disebelahnya .

__ADS_1


' Tumben pagi-pagi sudah cantik begitu , ada apa Karin istriku ?'. goda Cow Li bertanya.


' Pagi apanya ini sudah jam 10 , cepat mandi kita akan pergi ' sahut Karin memerintah dingin.


' Eh ? kamu mau mengajaku pergi ? ' sahut Cow Li bingung.


' Iya , ke reunian kelas'.


' Cepat mandi , aku tunggu diluar '.sahut Karin datar kemudian beranjak keluar kamar.


' Hadeeh..pagi - pagi bukannya morning kiss malah dingin begitu ' . gumam Cow Li segera bangun dan beranjak untuk mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti baju , Cow Li dengan santai keluar kamar , dan sudah ditunggu Karin di luar .


' Aku hanya punyanya ini , apa aku harus pakai gaunmu '. jawab Cow Li berkilah.


' Ck , ya sudah terserah kamu saja'.


' Ayo kita pergi , kamu bawa mobilku '. sahut Karin tidak mau berdebat , ia sadar jika suaminya memang aneh. Walaupun ketampanannya tidak diragukan lagi.


Singkat cerita .


Kini mereka sudah sampai restaurant yang cukup mewah , tempat diadakannya reunian kelas Karin .


' Hay Karin , kamu datang juga ?'. sapa seorang wanita dengan riasan tebal diwajahnya . Dia adalah Suwarsih teman kelas Karin yang dulu selalu iri kepada kecantikan Karin , karena Karin sebagai bintang kelasnya.

__ADS_1


Suwarsih menggandeng seorang laki-laki bertubuh gempal , dengan penampilan yang cukup menyolok , pria gempal itu memakai cincin emas disepuluh jarinya, memakai kalung emas besar mirip pengacara kondang yang fomenal , yang suka pamer kekayaan itu.


' Iya '. jawab Karin datar dan singkat.


' Perkenalkan ini calon suamiku , namanya Suparno , dia adalah tuan muda kaya, raja minyak dari Tegal '. Suwarsih mengenalkan pria gempal bersamanya.


' Apakah dia suamimu ? sepertinya dia miskin '. lanjut Suwarsih yang melihat penampilan Cow Li dengan tatapan mengejek.


' Apa pedulimu '. sahut Karin datar kemudian menggandeng tangan Cow Li masuk kedalam restaurant.


' Hey aku belum selesai bicara , kenapa kamu pergi ! '.


' Kamu malu ya seorang superstar kelas mempunyai suami sampah dan miskin tak berguna, hahaha'. Suwarsih tertawa mengejek .


Mendengar ucapan Suwarsih , membuat Karin semakin tertekan , tetapi ia berusaha tak perduli , ia tahu jika Suwarsih dari dulu senang membuat perkara dengannya , entah apa motifnya Karin tidak tahu , yang jelas Suwarsih orang yang dari dulu suka membuat masalah dengannya.


' Kamu tahu kan , gara - gara penampilanmu , temanku mengejekku'. ucap Karin kepada Cow Li dengan kesal.


' Hadeeh ..kenapa penampilan harus dipermasalahkan '. Jawab Cow Li menggelengkan kepala , ia tidak mengerti dengan pemikiran orang-orang kaya.


Memang benar ada pepatah mengatakan .


' Banyak hutang tidak mengapa , yang penting penampilan nomor utama '.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2