
Keesokan harinya di kamar VVIP.
Lian dan Rena berencana untuk langsung pulang kerumah , setelah melakukan pelepasan dikamar mandi . Karena mereka akan mempersiapkan hari pernikahan Lian dan Karin yang akan diadakan di rumah kakek Wibowo.
Setelah mandi dan ganti pakaian ,kini Lian dan Rena keluar dari kamar VVIP dan langsung disambut oleh Andre dan bawahan lainnya , yang sudah menunggu didepan pintu.
' Selamat pagi Bos '. ucap Andre dan lainnya serempak.
' Pagi ' Lian mengangguk dan tersenyum kepada mereka semua.
' Tak perlu sungkan seperti itu , oh iya hari ini aku akan pulang , kalian jaga diri kalian baik-baik, jika ada sesuatu hubungi aku saja'. lanjut Lian sambil berjalan menggandeng tangan Rena dan diikuti semua bawahan dibelakangnya.
' Siap bos , maaf bos jika pelayanan kami tidak memuaskan , dan kami semua minta maaf atas kejadian semalam'. ucap Andre sopan dan dianggukan oleh lainnya.
' Tidak masalah, lupakan saja '. jawab Lian singkat.
' Aku pulang dulu , kalian jaga diri kalian baik-baik'. Lanjut Lian berpamitan kepada semua bawahannya dan bergegas memasuki mobil Rena yang sudah disiapkan oleh bawahanya dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah kakek Wibowo.
Beberapa saat kemudian Lian dan Rena sudah sampai di rumah kakek Wibowo.
Sebelum masuk pintu rumah mereka sudah disambut oleh kakek Wibowo dan cucunya si Vani.
' Tidak seperti biasanya kamu Van , pagi-pagi sudah dirumah kakek ?'. tanya Rena heran.
' Vani ingin mengajak Lian mencari baju untuk acara resepsi besok , jadi dia kesini karena kebetulan hari ini dia libur kerja'. Kakek Wibowo yang menjawab pertanyaan Rena.
' Iya , kebetulan aku hari ini libur , jadi aku ingin mengajak Lian berbelanja untuk acara besok '. Vani menjelaskan.
' Bagaiamana Lian , apakah kamu mau menemani Vani belanja ?'. ucap kakek Wibowo bertanya .
' Tidak masalah '. Jawab Lian tersenyum.
' Yes ! akhirnya aku bisa jalan bareng sama pria tampan pujaan hati hihi..'. Gumam Vani kegirangan dalam hati.
Rena memandang ayahnya dengan wajah tidak puas , kenapa harus Vani yang menemani Lian belanja , bukan dirinya . Tetapi dia tidak berani berkomentar ,tidak berani melawan keputusan ayahnya , Rena hanya bisa menggerutu dalam hati saja.
Setelah basa basi sebentar akhirnya Lian pergi bersama Vani ke salah satu swalayan terbesar di jakarta.
__ADS_1
Kini Lian sedang melajukan mobil milik Vani ,munuju ke Swalayan tempat mereka akan mencari keperluan .
' Van , dari tadi kamu diam saja , ngobrol apa gitu kek , diam saja kayak patung tugu pancoran '. Ledek Lian kepada Vani.
' A aku bingung mau ngobrol apa hehe'. jawab Vani sedikit gugup , karena dari tadi ia merasa deg -degan jalan bersama pujaan hatinya.
' Senyum dong , biar tambah cantik , hehe'. kekeh Lian menggoda Vani .
Lian juga sebagai lelaki yang super normal tidak bisa memungkiri kecantikan wanita disebelahnya ,penampilan Vani benar-benar sedap dipandang , seperti artis korea yang terkenal kecantikannya.
Vani memakai gaun hitam ketat , payudara yang menonjol pas dengan genggaman tangan pria dewasa , membuat gairah Lian melonjak.
Semenjak Lian dikhianati isterinya , ia tidak lagi percaya dengan namanya kesetiaan , ia tidak lagi menjadi pria naif , yang hanya bertahan dengan satu keindahan dan mengabaikan keindahan yang lainnya.
Kesetiaan hanya membuat hasrat terpendamnya terkekang , Pikirnya.
Lian sudah benar-benar berubah , tidak menjadi pria naif lagi , sekarang yang ia pikirkan adalah , bagaimana dia harus bisa melakukan pelepasan dengan wanita yang ia inginkan, tentu dengan cara gratisan.
Lian kamu memang laki-laki idaman.
' Ih apaan sih '. Vani tersenyum malu.
Walaupun Vani sering dipuji oleh laki-laki lain , tetapi mendapat pujian dari Lian itu hal berbeda.
' Lian kamu pintar memuji , aku jadi malu ' wajah Vani memerah seperti tomat.
' Haha kamu memang cantik Van , apa aku salah berkata jujur'. kekeh Lian terus menggoda.
Mendengar pujian Lian , Vani mencubit perut Lian dan berkata ' Kemu memang nakal '.
' Nakal itu kalau aku tiba-tiba mencium kamu haha'. Lian tertawa terkekeh kekeh.
' Ih apaan sih . coba kalau berani we...'. Vani menantang sambil memeletkan lidahnya.
Cup !
Tanpa Vani sadari Lian mengecup pipi Vani , dan membuat Vani gelagapan , senang , bahagia dan syok.
__ADS_1
' Lian , kamu benar-benar menciumku , kamu benar-benar nakal ih..'. Vani memukul mukul Lian manja.
' Hahaha' .
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai ditempat parkir Mall yang mereka tuju .
Parkiran tersebut berada dibawah Mall , dan sangat sepi , walaupun banyak mobil yang diparkir disana.
' Lian boleh kita berfoto bersama ?'. tanya Vani memberanikan diri.
' Boleh '. jawab Lian santai , kemudian mendekatkan wajahnya dekat wajah Vani berpose selfie.
Walaupun Vani sedikit gugup tetapi Vani mencoba untuk menenangkan diri.
Dari dekat Lian memang terlihat sangat tampan tak tertandingi , mata birunya memancarkan keagungan , wangi keringat Lian membuat wanita yang menciumnya akan membangkitkan hasrat terpendamnya.
Karena itu termasuk kelebihan Lian sang pendekar lembah surga , yang mempunyai keringat wangi mengandung aroma terapi yang membuat semua wanita ingin berakhir diranjang bersamanya.
Bau wangi Keringat Lian seperti mengandung racun Afrodisiak , yang bisa membangkitkan gairah kusus untuk wanita.
Posisi wajah mereka sangat dekat , yang membuat Vani benar-benar gugup , tetapi dibalik semua itu ia merasakan rasa aman dan nyaman didekat pria tampan didepannya.
Kini mata mereka saling menatap, ada perasaan aneh pada diri mereka masing-masing .
Tanpa mereka sadari wajah mereka semakin mendekat , terus mendekat dan...
Slap !
Lian men ci um bibir Vani , dan Vani hanya diam saja , karena ia baru pertama kali dicium oleh laki-laki , oleh karena itu ia belum pengalaman sama sekali .
Lian terus men ci umi bibir Vani , sembari tangan Lian bergerilya masuk kedalam rok Vani , dan berhenti tepat pada letak lembah surga Vani yang tertutup kain halus berwarna hitam.
Lian menyingkapkan rok Vani keatas , terlihat paha Vani yang putih mulus tanpa cela seperti giok.
Ah..!
Vani men de sah, ketika tangan Lian memasuki C.D nya dan mengusap lembut lembah surganya.
__ADS_1
Bersambung...