System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Desa Kabut 2 dan Fei Si


__ADS_3

Desa Kabut.


Setelah sepasang suami isteri yang sudah kembali sadar dari keterjutaanya , akhirnya mereka mulai tenang kembali. Menata hatinya untuk menerima kenyataan bahwa mereka tidak sedang bermimpi .


' A apakah ini benar untuk kami tuan ?'. tanya pria paruh baya dengan tangan bergetar memegang 1kantong koin emas, dan dianggukan oleh isterinya.


' iya itu untuk paman dan bibi '. jawab Cow Li tersenyum.


' Apa tuan memberikan ini secara cuma-cuma ? tidak memberi tantangan pada kita gitu ?'. ucap pria paruh baya.


' Tantangan ?'. Cow Li mengerutkan kening.


' Iya tuan , biasanya orang kaya kalau memberi uang , biasanya mereka memberi tantangan '. ucap pria paruh baya dan dianggukan isterinya .


' Hadeeh..kalau kita iklas memberi , kenapa harus memberi tantangan segala kepada mereka ? itu namanya merendahkan harga diri mereka. jawab Cow Li tersenyum.


' Setiap orang itu sama , tidak ada perbedaan , yang membedakan hanya masalah keberuntungan nasib saja'.


' Ada orang yang beruntung nasibnya menjadi kaya , ada orang yang tidak beruntung nasibnya menjadi miskin, semua itu masalah nasib saja'.


' Apa ada , saat miskin makan nasi , setelah kaya makan batu ? tidak ada kan ?'. Cow Li memberi ceramah panjang lebar.


Pria paruh baya dan isterinya mengangguk setuju apa yang telah diucapkan oleh Cow Li.

__ADS_1


Qing Yi yang mendengar bualan Cow Li menjadi sangat takjub padanya , lalu berkata ' Sayangku , aku semakin cinta padamu , kamu adalah pria idaman hatiku '. dengan senyum penuh cinta Qing Yi mencium pipi Cow Li.


' Nanti malam kita nge-**** ya sayang '. lanjut Qing Yi dengan tatapan penuh cinta.


' Hadeh...dasar Nyonya bodoh , terperangkap lagi dengan bualan si luwak itu'. Gumam Ba Li dalam hati sambil melirik keduanya mencibir.


Cow Li yang mendengar ucapan kekasihnya , langsung membusungkan dada.


' Ternyata benar, sebagai seorang pria selain tampan dan mapan , mereka harus pandai membual , agar wanita bertekuk lutut padanya. xixi..'. kekeh Cow Li dalam hati disertai seringai licik diwajahnya.


' Tu tuan terima kasih atas kebaikan anda , kami tidak akan pernah melupakannya'. ucap pria paruh baya sopan .


' Sama sama paman bibi , tidak perlu sungkan '. jawab Cow Li tersenyum.


Setelah mereka melihat pria paruh baya pergi dengan isterinya , Cow Li dan lainnya berjalan menuju ke kedai makanan yang tidak terlalu jauh dari mereka.


' Silahkan tuan dan nona , ada yang bisa saya bantu ?'. sapa wanita dewasa pemilik kedai makanan. Wajahnya cantik , bodynya montok , payudara nya besar , ukuran 36B walaupun sedikit menurun, tetapi tidak mengurangi keindahannya.


Walaupun umurnya sudah berada diatas 30an , tetapi masih sangat sedap dipandang , setiap laki-laki normal yang melihatnya , bisa dipastikan akan berharap dapat menjadi miliknya.


' Bibi , kami ingin pesan makan ,apakah ada makanan? '. jawab Cow Li tersenyum.


' Ada tuan muda , silahkan masuk '. jawab wanita pemilik kedai mempersilahkan mereka masuk .

__ADS_1


Ba Li yang ingin ikut mereka masuk dihadang oleh Cow Li .


' Heh kamu kan Kerbau , kenapa kamu ikut masuk , kalau ingin makan tuh banyak rumput disawah , pergi sana !'. perintah Cow Li yang membuat Ba Li menangis tanpa air mata.


' Sungguh tuan tidak punya perasaan ' gumam Ba Li lalu melangkah pergi , lalu duduk dibawah pohon yang ada didepan kedai tersebut.


Mungkin disitulah awal mula sejarah sarung cap Kerbau Duduk.


Beberapa saat kemudian wanita dewasa pemilik kedai membawa pesanan yang Cow Li pesan.


' Silahkan tuan muda , menikmatinya , maaf hanya makanan seadanya'. ucap wanita pemilik kedai tersenyum, lalu melirik kearah Qing Yi yang daritadi diam.


' Tidak mengapa bibi , terima kasih '. jawab Cow Li sopan.


' Jangan panggil bibi , panggil saja Fei Si , namaku Fei Si '. jawab wanita pemilik kedai tersenyum lembut memperkenalkan diri.


' iya bib , eh..Fei Si hehe, namaku Cow Li ini kekasihku Qing Yi.' sahut Cow Li memperkenalkan diri juga.


' Pemuda ini sangat tampan sekali , sepertinya ingin saja aku melepas status jandaku '. gumam wanita pemilik kedai yang diam-diam terus memperhatikan Cow Li tanpa memperdulikan Qing Yi yang disebelahnya.


' Maafkan aku sayang , sepertinya aku tak bisa menepati janjiku untuk tidak mencari yang lain setelah kematianmu'. lanjut Fei Si menatap langit-langit.


' Bagaimanapun sebagai seorang wanita normal , aku juga butuh belaian seorang laki-laki, masa iya sama terong terus '.

__ADS_1


__ADS_2