
Mendengar teriakan memohon semua temannya membuat Karin menjadi bimbang , tetapi apa yang dilakukan temannya terhadap Lian memang sudah keterlaluan , mungkin balasan yang pantas untuk mereka semua.
Tetapi Karin mempunyai hati yang lembut , ia juga tidak ingin teman temannya terluka , dengan tidak enak hati Karin berbicara kepada Lian '. Tolong Lian bawa mereka semua keluar '.
Mendengar perkataan Karin , Cow Li menggelengkan kepala , kemudian berkata '. Bukanya mereka gatal-gatal jika mereka bersamaku , apa alasannya aku harus membawa bersamaku keluar ?'.
Diam.
Semua teman Karin yang mendengar perkataan Cow Li hanya bisa diam , apa yang dikatakan Cow Li memang benar , mereka sadar jika perkataan mereka sangat menyakitkan hati Cow Li .
Tidak ada alasan bagi Cow Li untuk menolong mereka , kini yang mereka hanya bisa menyesalkan perbuatan mereka kepada Cow Li.
Memang benar kata pepatah '. Jangan suka memandang rendah orang lain , belum tentu orang lain lebih rendah dari kita.'
Tapi nasi sudah menjadi bubur , apapun yang terjadi mereka harus menurunkan ego mereka , dan tidak tahu malu adalah solusinya .
Walaupun mereka sudah merendahkan Cow Li , tetapi mereka harus memohon kepada Cow Li demi nyawa mereka , meskipun harus berlutut didepannya. Karena berhadapan dengan bos Revan tidak akan mudah bagi mereka.
Cow Li lah harapan satu-satunya agar mereka selamat dari cengkraman keganasan bos Revan.
' Karin , tolong mohonkan ampun kepada suamimu , kami sangat menyesal , kedepannya kami tidak akan lagi menyinggungnya , kami berjanji '. ucap salah satu dari teman Karin , dan dianggukan oleh mereka semua.
' Kami rela berlutut , tetapi tolong beri kami ampunan '. sahut mereka serempak kemudian teman teman kelas Karin semua berlutut.
Meskipun harus merendahkan diri tidak mengapa , karena menurut mereka ,nyawa lebih berharga dari harga diri .
Karin yang melihat semua teman - temanya berlutut, membuat ia semakin bimbang , kemudian menoleh kearah Lian dengan tatapan memohon dan berkata '. Tolong maafkan teman-temanku '.
Cow Li melihat tatapan memohon dari Karin hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala , kemudian berucap '. Ya sudah kali ini aku maafkan mereka, tapi untuk dia aku tidak ingin ikut campur '.
' Biarkan dia selesaikan urusannya sendiri dengan bos Revan '. lanjut Cow Li menatap Antonio jijik.
__ADS_1
' Terima kasih Karin '.
' Terima kasih Lian'.
Semua teman kelas Karin mengucapkan terima kasih , mereka semua bersuka cita , walaupun harus merendahkan diri , yang terpenting mereka selamat dari ancaman bos Revan.
Mereka juga tidak perduli dengan nasib Antonio , padahal sebelumnya mereka sangat menyanjung - nyanjung Antonio , tetapi sekarang mereka malah seperti kacang lupa kulitnya atau habis manis sepah dimuntahkan.
Begitulah kebanyakan sifat manusia , jika tidak menguntungkan lagi , maka ditinggalkan.
' Kalian sekarang sadar siapa yang rendah sebenarnya '. ucap Diana yang daritadi diam mencibir.
Semua teman kelas hanya bisa diam tertunduk malu mendengar ucapan Diana , mereka tidak berani lagi membantahnya , apa yang diucapkan Diana memang benar adanya.
' Kalian sialan , kenapa kalian meninggalkanku ! '. teriak Antonio marah, yang melihat teman temannya ingin pergi meninggalkannya .
' Siapa dirimu ! aku tidak kenal dirimu !'.
' Mulai sekarang kami tidak mengenalmu lagi !
Semua teman kelas mencibir dan meluapkan kemarahannya , karena menurutnya gara gara Antonio mereka hampir saja celaka.
Antonio semakin frustasi dan tertekan , karena semua teman -temannya dengan tak tahu diri meninggalkan.
' Ayo Lian kita pergi saja '. ucap Nadia menggandeng tangan Lian , ada senyum lembut dibibirnya.
Cow Li hanya mengangguk lalu dengan santai melangkah pergi .
Karin yang melihat Nadia menggandeng tangan suami kontraknya, hatinya mendadak menjadi panas , tetapi ia hanya diam saja.
' Kenapa hatiku terasa panas melihat Nadia menggandeng tangan Lian '. gumam Karin dalam hati tertekan.
__ADS_1
Begitu juga dengan Farhan , ia semakin kesal dan dendam kepada Lian , sambil mengepalkan tanganya ia berkata '. Awas kau Lian , aku tidak perduli kamu kenal bos Revan , aku tetap akan membalas dendam '.
Sungguh Farhan yang dibutakan oleh api amarah dan cemburu , ia tidak tahu siapa yang ia targetkan.
Setelah mereka semua pergi , kini hanya tersisa Antonio , Bos Revan serta bawahannya.
Dengan tatapan dingin bos Revan menghampiri Antonio yang masih berbaring di lantai , kemudian dengan datar ia berucap.
' Kamu telah menyinggung orang yang seharusnya kamu tidak singgung '.
' Kamu tahu siapa dia ha ? dia adalah big bos kota Jakarta '. ucap bos Revan semakin dingin.
' A apa ?, big bos kota jakarta ?!'. Antonio terkejut mendengarnya , tentu ia juga tahu big bos kota jakarta , yang terkenal sangat kejam dan tak mengenal ampun.
Ia tahu dari ayahnya , tetapi ia tidak tahu jika Lian adalah orangnya. Ayahnya selalu berpesan kepadanya untuk tidak pernah menyinggungnya.
Tetapi nasi sudah menjadi muntahan , menyesalpun percuma , yang ia lakukan kini hanya bisa memohon ampunan kepada bos Revan.
' Ma maafkan aku bos , ampunilah nyawaku '. lanjut Antonio memohon .
' Terlambat'.
Slap ! slap ! slap !
Crak ! crak ! crak !
Ekh !
Dengan sentai bos Revan menusukan pisaunya kearah perut Antonio berkali kali , sehingga Antonio terkapar bersimbah darah dilantai .
Antonio mati dengan mata melotot seakan akan tidak percaya.
__ADS_1
Bersambung.