System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Dia Orang Yang Tidak Boleh Disinggung


__ADS_3

Mendengar teriakan memohon semua temannya membuat Karin menjadi bimbang , tetapi apa yang dilakukan temannya terhadap Lian memang sudah keterlaluan , mungkin balasan yang pantas untuk mereka semua.


Tetapi Karin mempunyai hati yang lembut , ia juga tidak ingin teman temannya terluka , dengan tidak enak hati Karin berbicara kepada Lian '. Tolong Lian bawa mereka semua keluar '.


Mendengar perkataan Karin , Cow Li menggelengkan kepala , kemudian berkata '. Bukanya mereka gatal-gatal jika mereka bersamaku , apa alasannya aku harus membawa bersamaku keluar ?'.


Diam.


Semua teman Karin yang mendengar perkataan Cow Li hanya bisa diam , apa yang dikatakan Cow Li memang benar , mereka sadar jika perkataan mereka sangat menyakitkan hati Cow Li .


Tidak ada alasan bagi Cow Li untuk menolong mereka , kini yang mereka hanya bisa menyesalkan perbuatan mereka kepada Cow Li.


Memang benar kata pepatah '. Jangan suka memandang rendah orang lain , belum tentu orang lain lebih rendah dari kita.'


Tapi nasi sudah menjadi bubur , apapun yang terjadi mereka harus menurunkan ego mereka , dan tidak tahu malu adalah solusinya .


Walaupun mereka sudah merendahkan Cow Li , tetapi mereka harus memohon kepada Cow Li demi nyawa mereka , meskipun harus berlutut didepannya. Karena berhadapan dengan bos Revan tidak akan mudah bagi mereka.


Cow Li lah harapan satu-satunya agar mereka selamat dari cengkraman keganasan bos Revan.


' Karin , tolong mohonkan ampun kepada suamimu , kami sangat menyesal , kedepannya kami tidak akan lagi menyinggungnya , kami berjanji '. ucap salah satu dari teman Karin , dan dianggukan oleh mereka semua.


' Kami rela berlutut , tetapi tolong beri kami ampunan '. sahut mereka serempak kemudian teman teman kelas Karin semua berlutut.


Meskipun harus merendahkan diri tidak mengapa , karena menurut mereka ,nyawa lebih berharga dari harga diri .


Karin yang melihat semua teman - temanya berlutut, membuat ia semakin bimbang , kemudian menoleh kearah Lian dengan tatapan memohon dan berkata '. Tolong maafkan teman-temanku '.


Cow Li melihat tatapan memohon dari Karin hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala , kemudian berucap '. Ya sudah kali ini aku maafkan mereka, tapi untuk dia aku tidak ingin ikut campur '.


' Biarkan dia selesaikan urusannya sendiri dengan bos Revan '. lanjut Cow Li menatap Antonio jijik.

__ADS_1


' Terima kasih Karin '.


' Terima kasih Lian'.


Semua teman kelas Karin mengucapkan terima kasih , mereka semua bersuka cita , walaupun harus merendahkan diri , yang terpenting mereka selamat dari ancaman bos Revan.


Mereka juga tidak perduli dengan nasib Antonio , padahal sebelumnya mereka sangat menyanjung - nyanjung Antonio , tetapi sekarang mereka malah seperti kacang lupa kulitnya atau habis manis sepah dimuntahkan.


Begitulah kebanyakan sifat manusia , jika tidak menguntungkan lagi , maka ditinggalkan.


' Kalian sekarang sadar siapa yang rendah sebenarnya '. ucap Diana yang daritadi diam mencibir.


Semua teman kelas hanya bisa diam tertunduk malu mendengar ucapan Diana , mereka tidak berani lagi membantahnya , apa yang diucapkan Diana memang benar adanya.


' Kalian sialan , kenapa kalian meninggalkanku ! '. teriak Antonio marah, yang melihat teman temannya ingin pergi meninggalkannya .


' Siapa dirimu ! aku tidak kenal dirimu !'.


' Mulai sekarang kami tidak mengenalmu lagi !


Semua teman kelas mencibir dan meluapkan kemarahannya , karena menurutnya gara gara Antonio mereka hampir saja celaka.


Antonio semakin frustasi dan tertekan , karena semua teman -temannya dengan tak tahu diri meninggalkan.


' Ayo Lian kita pergi saja '. ucap Nadia menggandeng tangan Lian , ada senyum lembut dibibirnya.


Cow Li hanya mengangguk lalu dengan santai melangkah pergi .


Karin yang melihat Nadia menggandeng tangan suami kontraknya, hatinya mendadak menjadi panas , tetapi ia hanya diam saja.


' Kenapa hatiku terasa panas melihat Nadia menggandeng tangan Lian '. gumam Karin dalam hati tertekan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Farhan , ia semakin kesal dan dendam kepada Lian , sambil mengepalkan tanganya ia berkata '. Awas kau Lian , aku tidak perduli kamu kenal bos Revan , aku tetap akan membalas dendam '.


Sungguh Farhan yang dibutakan oleh api amarah dan cemburu , ia tidak tahu siapa yang ia targetkan.


Setelah mereka semua pergi , kini hanya tersisa Antonio , Bos Revan serta bawahannya.


Dengan tatapan dingin bos Revan menghampiri Antonio yang masih berbaring di lantai , kemudian dengan datar ia berucap.


' Kamu telah menyinggung orang yang seharusnya kamu tidak singgung '.


' Kamu tahu siapa dia ha ? dia adalah big bos kota Jakarta '. ucap bos Revan semakin dingin.


' A apa ?, big bos kota jakarta ?!'. Antonio terkejut mendengarnya , tentu ia juga tahu big bos kota jakarta , yang terkenal sangat kejam dan tak mengenal ampun.


Ia tahu dari ayahnya , tetapi ia tidak tahu jika Lian adalah orangnya. Ayahnya selalu berpesan kepadanya untuk tidak pernah menyinggungnya.


Tetapi nasi sudah menjadi muntahan , menyesalpun percuma , yang ia lakukan kini hanya bisa memohon ampunan kepada bos Revan.


' Ma maafkan aku bos , ampunilah nyawaku '. lanjut Antonio memohon .


' Terlambat'.


Slap ! slap ! slap !


Crak ! crak ! crak !


Ekh !


Dengan sentai bos Revan menusukan pisaunya kearah perut Antonio berkali kali , sehingga Antonio terkapar bersimbah darah dilantai .


Antonio mati dengan mata melotot seakan akan tidak percaya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2