System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Menjadi Menantu Sampah Yang Berwibawa


__ADS_3

Setelah turun dari mobil Dora , Lian dengan santai berjalan menuju ke kediaman kakek Wibowo , setelah menyelinap masuk , Lian langsung menuju kamarnya.


Ketika Lian masuk kamar , ia melihat Karin yang masih tidur meringkuk dibawah lantai.


' Wanita ini sungguh keras kepala '. gumam Lian menggelengkan kepala, kemudian dengan santai merebahkan tubuhnya diatas ranjang karena kecapekan setelah menghajar 3 gadis cantik berturut-turut.


Ting !


Ada notif pesan singkat dari ponsel Lian , kemudian Lian membuka pesan itu yang ternyata dari Angel.


( Maaf Lian baru balas , makasih ucapannya , aku disini baik-baik saja , aku selalu ingat ucapanmu kok ) pesan dari Angel.


' Haha baguslah kalau begitu , aku jadi tidak khawatir '. balas Lian pakai emot tawa.


( Kamu belum tidur ? ) balas Angel.


' Belum , kepikiran kamu terus soalnya'. balas Lian meledek.


( Jangan menggombal terus ,nanti tidak ada lap buat bersih bersih meja, karena habis buat gombalin orang haha' ) balas Angel pake emot tertawa.


' Hais kamu pinter ngelucu juga , cantik , smart dan lucu memang kamu wanita idaman semua orang '. balas Lian pakai emot senyum.


( Aku tidak mau menjadi idaman semua orang , aku hanya mau menjadi idamanmu seorang eaa..) balas Angel pakai emot tawa.


' Baiklah kalau begitu , aku mau kamu menjadi satu-satunya yang ada dihatiku '. balas Lian pakai emot memeluk.


( Jika jodoh kita akan bersatu ) balas Angel pakai emot peluk.


' Ya sudah aku tidur dulu ya Bidadari , muach !'. balas Lian pakai emot cium.


( iya , semoga mimpi indah , muach !) balas Angel pake emot cium juga.

__ADS_1


Lian dan Angel diam-diam memang sudah menjalin hubungan , tetapi long distance karena Angel sedang meneruskan study kedokterannya di Amerika,


Walaupun Long Distance tetapi Angel sangat perhatian kepada Lian , dan entah kenapa Lian tidak berani merusak atau macam-macam kepada Angel , walaupun ia bisa saja pergi menyusul Angel ke Amerika , tetapi itu tidak Lian lakukan . Karena bagi Lian , sosok Angel sangat berbeda dengan wanita-wanita yang ia kenal.


Setelah berpamitan kepada Angel , Lian langsung beranjak tidur.


Keesokan harinya.


' Bangun , kakek memanggil kita untuk pergi sarapan '. ucap Karin membangunkan Lian.


Sudah beberapa kali Karin membangunkan Lian tetapi tidak bangun-bangun , Karin menjadi kesal.


' Orang tidur seperti bangkai , dasar pemalas '. dengus Karin kesal , tetapi sesaat kemudian Karin diam -diam memandang pria tampan yang sedang tidur didepannya.


Lian memang sangat tampan , ketika sedang tidurpun ketampanannya tidak luntur, itu yang membuat perasaan Karin menjadi rumit ketika memandang wajah Lian diam-diam.


' Tidak , tetap Jhony yang terbaik , aku tidak boleh menghianati cinta Jhony, aku harus mempertahankan cinta pertamaku '. gumam Karin menggelengkan kepalanya penuh tekad.


Kakek Wibowo juga tidak ingin mengganggu cucu menantunya , karena ia berfikir Lian kelelahan sehabis bertempur dengan Karin.


Padahal yang benar adalah Lian capek sehabis bertempur dengan cucu dan anak kakek wibowo yang laimnya.


' Hoaams. tadi malam benar benar malam yang sangat melelahkan ' gumam Lian terbangun dari tidurnya.


' Kamu sudah bangun , ayo cepat bersihkan dirimu , kita akan pindah kerumahku , ayah dan ibu sudah menunggu di luar'. ucap Karin dingin. yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar , yang membuat Lian sedikit kaget.


' Hadeeh..baru bangun langsung pergi '. jawab Lian santai , tetapi ia langsung membersiihkan diri ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan Lian sudah siap, kemudian mereka bergegas keluar kamar menemui ayah dan ibu Karin yang sudah menunggu diluar .


' Menantu macam apa kamu ! jam segini baru bangun ! dasar pemalas !'. pekik Rani ibu Karin marah melihat kedatangan menantunya.

__ADS_1


' Sudah -sudah mungkin nak Lian , kecapekan tadi malam '. sahut kakek Wibowo menyela ucapan Rani.


Lian yang mendengar ucapan Rani , hanya diam saja , karena malas menanggapinya.


Setelah basa basi sebentar , akhirnya mereka berpamitan kepada kakek Wibowo untuk pulang kerumah Karin .


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai dirumah Karin .


' Heh sampah ! kamu bawa barang-barang ini kedalam ! '. teriak Rani menyuruh Lian .


' Apa kamu tidak bisa membawanya sendiri ?'. Lian mengerutkan kening.


' Apa katamu ! kamu berani melawan perintahku !'. pekik Rani marah.


' Sudah - sudah bu , biar aku yang membawanya '. sahut Karin menengahi mereka, kemudian membawa koper masuk kedalam rumah.


Dengan santai Lian mengikutinya dari belakang , yang membuat Rani semakin geram.


' Kamu disini cuma menumpang ! jadi jangan berlagak seperti raja ! ' teriak Rani emosi.


' Siapa yang berlagak seperti raja ? hadeeh..'. jawab Lian santai.


' Kamu sampah ! jangan berlagak seperti raja disini ! '


' Ingat kamu hanya menumpang ! kamu harus tahu diri !'.sahut Rani geram.


' Kamu disini hanya sampah , dan layaknya seorang pembantu bagi kami !' lanjut Rani menjelaskan .


Lian tak menjawabnya , ia dengan santai mengikuti Karin masuk kamar , tetapi sebelum masuk kamar , terdengar pekikan Rani dari belakang .


' Kamarmu bukan disitu ! kamarmu di belakang sana ! dasar sampah tak tahu diri ! '. pekik Rani sembari menunjukan Lian kearah kamar yang dekat kandang ayam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2