
Setelah turun dari mobil Dora , Lian dengan santai berjalan menuju ke kediaman kakek Wibowo , setelah menyelinap masuk , Lian langsung menuju kamarnya.
Ketika Lian masuk kamar , ia melihat Karin yang masih tidur meringkuk dibawah lantai.
' Wanita ini sungguh keras kepala '. gumam Lian menggelengkan kepala, kemudian dengan santai merebahkan tubuhnya diatas ranjang karena kecapekan setelah menghajar 3 gadis cantik berturut-turut.
Ting !
Ada notif pesan singkat dari ponsel Lian , kemudian Lian membuka pesan itu yang ternyata dari Angel.
( Maaf Lian baru balas , makasih ucapannya , aku disini baik-baik saja , aku selalu ingat ucapanmu kok ) pesan dari Angel.
' Haha baguslah kalau begitu , aku jadi tidak khawatir '. balas Lian pakai emot tawa.
( Kamu belum tidur ? ) balas Angel.
' Belum , kepikiran kamu terus soalnya'. balas Lian meledek.
( Jangan menggombal terus ,nanti tidak ada lap buat bersih bersih meja, karena habis buat gombalin orang haha' ) balas Angel pake emot tertawa.
' Hais kamu pinter ngelucu juga , cantik , smart dan lucu memang kamu wanita idaman semua orang '. balas Lian pakai emot senyum.
( Aku tidak mau menjadi idaman semua orang , aku hanya mau menjadi idamanmu seorang eaa..) balas Angel pakai emot tawa.
' Baiklah kalau begitu , aku mau kamu menjadi satu-satunya yang ada dihatiku '. balas Lian pakai emot memeluk.
( Jika jodoh kita akan bersatu ) balas Angel pakai emot peluk.
' Ya sudah aku tidur dulu ya Bidadari , muach !'. balas Lian pakai emot cium.
( iya , semoga mimpi indah , muach !) balas Angel pake emot cium juga.
__ADS_1
Lian dan Angel diam-diam memang sudah menjalin hubungan , tetapi long distance karena Angel sedang meneruskan study kedokterannya di Amerika,
Walaupun Long Distance tetapi Angel sangat perhatian kepada Lian , dan entah kenapa Lian tidak berani merusak atau macam-macam kepada Angel , walaupun ia bisa saja pergi menyusul Angel ke Amerika , tetapi itu tidak Lian lakukan . Karena bagi Lian , sosok Angel sangat berbeda dengan wanita-wanita yang ia kenal.
Setelah berpamitan kepada Angel , Lian langsung beranjak tidur.
Keesokan harinya.
' Bangun , kakek memanggil kita untuk pergi sarapan '. ucap Karin membangunkan Lian.
Sudah beberapa kali Karin membangunkan Lian tetapi tidak bangun-bangun , Karin menjadi kesal.
' Orang tidur seperti bangkai , dasar pemalas '. dengus Karin kesal , tetapi sesaat kemudian Karin diam -diam memandang pria tampan yang sedang tidur didepannya.
Lian memang sangat tampan , ketika sedang tidurpun ketampanannya tidak luntur, itu yang membuat perasaan Karin menjadi rumit ketika memandang wajah Lian diam-diam.
' Tidak , tetap Jhony yang terbaik , aku tidak boleh menghianati cinta Jhony, aku harus mempertahankan cinta pertamaku '. gumam Karin menggelengkan kepalanya penuh tekad.
Kakek Wibowo juga tidak ingin mengganggu cucu menantunya , karena ia berfikir Lian kelelahan sehabis bertempur dengan Karin.
Padahal yang benar adalah Lian capek sehabis bertempur dengan cucu dan anak kakek wibowo yang laimnya.
' Hoaams. tadi malam benar benar malam yang sangat melelahkan ' gumam Lian terbangun dari tidurnya.
' Kamu sudah bangun , ayo cepat bersihkan dirimu , kita akan pindah kerumahku , ayah dan ibu sudah menunggu di luar'. ucap Karin dingin. yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar , yang membuat Lian sedikit kaget.
' Hadeeh..baru bangun langsung pergi '. jawab Lian santai , tetapi ia langsung membersiihkan diri ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan Lian sudah siap, kemudian mereka bergegas keluar kamar menemui ayah dan ibu Karin yang sudah menunggu diluar .
' Menantu macam apa kamu ! jam segini baru bangun ! dasar pemalas !'. pekik Rani ibu Karin marah melihat kedatangan menantunya.
__ADS_1
' Sudah -sudah mungkin nak Lian , kecapekan tadi malam '. sahut kakek Wibowo menyela ucapan Rani.
Lian yang mendengar ucapan Rani , hanya diam saja , karena malas menanggapinya.
Setelah basa basi sebentar , akhirnya mereka berpamitan kepada kakek Wibowo untuk pulang kerumah Karin .
Beberapa jam kemudian mereka telah sampai dirumah Karin .
' Heh sampah ! kamu bawa barang-barang ini kedalam ! '. teriak Rani menyuruh Lian .
' Apa kamu tidak bisa membawanya sendiri ?'. Lian mengerutkan kening.
' Apa katamu ! kamu berani melawan perintahku !'. pekik Rani marah.
' Sudah - sudah bu , biar aku yang membawanya '. sahut Karin menengahi mereka, kemudian membawa koper masuk kedalam rumah.
Dengan santai Lian mengikutinya dari belakang , yang membuat Rani semakin geram.
' Kamu disini cuma menumpang ! jadi jangan berlagak seperti raja ! ' teriak Rani emosi.
' Siapa yang berlagak seperti raja ? hadeeh..'. jawab Lian santai.
' Kamu sampah ! jangan berlagak seperti raja disini ! '
' Ingat kamu hanya menumpang ! kamu harus tahu diri !'.sahut Rani geram.
' Kamu disini hanya sampah , dan layaknya seorang pembantu bagi kami !' lanjut Rani menjelaskan .
Lian tak menjawabnya , ia dengan santai mengikuti Karin masuk kamar , tetapi sebelum masuk kamar , terdengar pekikan Rani dari belakang .
' Kamarmu bukan disitu ! kamarmu di belakang sana ! dasar sampah tak tahu diri ! '. pekik Rani sembari menunjukan Lian kearah kamar yang dekat kandang ayam.
__ADS_1
Bersambung...