System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
K.S 9 Kakek Wu Wu


__ADS_3

Singkat cerita . Dua minggu telah berlalu .


Tasya dan Alex terus menghabiskan hari-harinya untuk melakukan pelepasan , kerja magang merekapun terabaikan. Lita anaknya ketika ingin menelpon atau sekedar melepas kangen juga tidak ditanggapi lagi, apa lagu Cow Li.


Tasya sudah dibutakan oleh cinta pertamanya , walaupun Alex kadang masih suka memukulnya , tetapi itu tidak membuatnya jera , malah membuat Tasya semakin bahagia, karena itu adalah tanda sayang Alex kepadanya .


Dipukul Alex adalah anugrah , tetapi disayang Cow Lian dengan lembut adalah musibah , pikirnya.


Anehnya , walaupun Alex anak orang kaya tetapi dia tidak pernah keluar sedikit modal untuk Tasya , justeru Tasya lah yang sering keluar modal untuk Alex .


Biaya hotel , biaya makan dan biaya lainnya selama di Malaysia , Tasya lah yang menanggungnya , tentu dengan uang pemberian dari suaminya.


Sunggu Tasya wanita yang baik hati yang suka menolong sesama.


Kini mereka akan pulang ke Indonesia.


' Lian , hari ini aku pulang , kamu tidak usah repot-repot menjemput aku , aku nanti pulang bersama teman '. Tasya mengirim pesan singkat pada Lian.


( Iya sayang , kamu hati - hati , apakah ada uang untuk membeli tiket? ) balas Lian melalui pesan singkat.


( uang sudah habis , kebetulan temanku juga tidak ada uang , orang tuanya miskin , apa kamu mau membayarkan tiket? ) Balas Tasya berbohong , padahal ia ingin membelikan tiket pada Alex , karena Alex meminta Tasya untuk membelikannya Tiket.


( Baiklah , kebetulan aku ada uang 5 juta , kemaren habis jual rongsok lumayan banyak , nanti aku transfer ya sayang ) balas Lian .


' 5 juta buat apa , aku butuh 25 juta ! aku juga pengen membelikan oleh-oleh buat temenku ! sebagai balas budi dulu pernah menolongku ! ' balas Tasya nyolot, ia ingin sekali memberi kenang-kenangan pada Alex , karena ia ingin menjadi sosok yang baik buat Alex.


( Tapi aku hanya punya 5 juta sayang , ya udah nanti aku coba pinjam ke teman , kamu jangan marah ya ?) balas Lian takut istrinya marah.


' Ya ! cepat jangan kelamaan !'. balas Tasya memaksa .


( Ya sayang aku akan segera kirim ) balas Lian ketakutan.

__ADS_1


Akhirnya Lian buru-buru pergi meminjam uang kepada temannya , ia tidak ingin isteri tersayangnya marah padanya.


Lupakan Lian yang idiot itu.


Disisi Lain


Disebuah rumah yang hampir mirip istana yang cukup tersembunyi di dalam sebuah hutan tertutup.


Kini duduk seorang kakek tua yang bertubuh gemuk , kulitnya hitam ,wajahnya sedikit mirip Babi. Dia adalah kakek Wu Wu , orang yang terkaya di dunia , karena 80 persen perekonomian di dunia, dia yang memegangnya , banyak perusahaan - perusahaan besar yang tersebar di dunia adalah miliknya.


Tetapi kakek Wu Wu tidak pernah turun langsung mengurus semua perusahaanya, kakek Wu Wu hanya bekerja dibalik layar , para bawahannya lah yang bekerja dilapangan.


Kakek juga mempunyai seorang cucu yang sangat cantik sekali , namanya Diana Wu , bila dibandingkan dengan Tasya , bisa dikatakan , Diana nilai 90 sedangkan Tasya nilai 20 .


Bisa dibayangkan kecantikan Diana Wu seperti apa , benar-benar mirip bidadari yang turun dari kayangan.


Keluarga kakek Wu Wu adalah keluarga yang cukup tersembunyi, dan juga keluarga beladiri.


Banyak keluarga beladiri yang menyembunyikan identitasnya, sama halnya dengan keluarga kakek Wu Wu.


' Jadi kamu benar membuang anakmu ! orang tua kurang ajar kamu Bai Li !'. ucap kakek Wu Wu marah.


' Aku tidak membuang Co Lian paman ! '. sahut Bai Li sedikit berteriak karena kakek Wu Wu sedikit kurang pendengarannya.


' Apa kamu bilang ? kamu ingin membunuhnya ! ooh...apa kamu ingin aku bunuh juga !'. sahut Kakek Wu Wu emosi .


' Aku tidak bilang seperti itu ..! ' mendengar jawaban kakek Wu Wu ,Bai Li ingin menangis . pasalnya ia ngomong dengan kakek Wu Wu tidak pernah nyambung.


' Paman Wu Wu , maksud Bai Li kami tidak membuang ataupun ingin membunuh Co Lian..'. sela Ta Yem lembut .


' Oh...bilang daritadi ..bikin orang emosi saja hahaha '. jawab kakek Wu Wu tertawa .

__ADS_1


Kakek Wu Wu memang sedikit aneh , jika berbicara dengan seorang pria dia tidak mendengar , tetapi jika seorang wanita yang berbicara , kakek Wu Wu bisa mendengarnya.


Bai Li yang mendengar jawaban kakek Wu Wu , ingin rasanya ia menendang kepalanya dengan sekeras kerasnya. Pasalnya berbicara dengan dirinya tidak pernah nyambung , giliran isterinya yang berbicara langsung nyambung.


' Terus sebenarnya dia dimana sekarang ?'. Kakek Wu Wu memandang Bai Li dengan menatap tajam.


' Kalau paman tanya padaku , terus aku bertanya kepada siapa ? jawah Bai Li mengerutkan kening.


' Oh..kamu ingin berkelahi denganku ?'.mendengar jawaban dari Bai Li , kakek Wu Wu berdiri dari tempat duduknya yang terbuat dari emas . Kemudian mengeluarkan aura kultivasi ranah grand master .


Blush !


Bai Li yang mendapatkan aura intimidasi dari kakek Wu Wu seketika langsung pingsan , bersama juga dengan Ta yem istrinya , kerena mereka bukan seorang pendekar. Hanya Diana Wu lah yang tidak pingsan , karena dia adalah seorang pendekar grand master seperti kakeknya.


' Kakek sangat keterlaluan ! mengapa kakek mengintimidasi mereka! ' pekik Diana Wu marah pada kakeknya.


' Dia ingin menantangku !'. jawab kakek Wu Wu tidak merasa bersalah.


'Siapa yang menantang kakek ! paman Bai Li tidak ngomong seperti itu , paman hanya ngomong dia tidak tahu anaknya berada ! '. geram Diana Wu menjelaskan.


' Oh gitu ya bwahahaha '. kakek Wu Wu tertawa terbahak-bahak, yang membuat Diana Wu semakin geram , tetapi itu semua ia maklumi, karena kakeknya memang sedikit Saklek kelakuannya.


' Kalau begitu kamu cari dia sekarang , sudah saatnya kekayaan kakek aku berikan kepadanya'. lanjut kakek Wu Wu menatap cucunya sedikit serius.


' Kamu harus tahu , semua kekayaan ini adalah milik kakeknya , bisa dikatakan adalah miliknya sendiri , kerena ketika kakeknya mati ia meninggalkan pecahan jiwanya kedalam rahim menantunya si Ta Yem ini.' lanjut kakek Wu Wu menjelaskan.


' Kamu jangan banyak tanya , suatu saat kamu akan tahu sendiri ceritanya'. imbuh kakek Wu Wu memasang wajah serius.


' Baik kek , terus bagaimana aku mencarinya sedangkan aku tidak tahu wajahnya', sedangkan paman juga tidak punya fotonya. jawab Diana Wu bingung.


' Kamu cari saja pemuda yang ada tanda naga di belakang telinganya'. ucap kakek Wu Wu memberitahu.

__ADS_1


' Baik kek '. Diana Wu mengangguk serius.


Bersambung..


__ADS_2