System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Imaginasi Liar Vani dan Keadaan Tasya


__ADS_3

Masih Di Cafe


Vani dan Dora mengobrol cukup banyak dan malampun semakin larut akhirnya mereka memutuskan pulang kerumah masing-masing.


Beberapa saat kemudian Vani sudah sampai dirumahnya , ia langsung masuk kamarnya , karena hari sudah larut malam , tidak ada anggota keluarga yang masih terjaga , semua sudah tidur.


Hanya saja Vani mendengar ada suara ******* lirih dari kamar ayah dan ibunya , tetapi Vani tidak perduli , karena ia memaklumi , mungkin ayah dan ibunya sedang melakukan pelepasan.


Setelah masuk kamar , Vani langsung membuka bajunya , hanya menyisakan B.H dan C.D nya, terlihat bentuk tubuh Vani yang ramping dan sedikit berisi ,kulitnya yang putih mulus terpancar dibawah sinar lampu kamarnya, dan bentuk payudara yang sedang sedang saja membuat keindahan yang luar biasa.


Setelah Vani membuka baju ,kemudian masuk kamar mandi untuk membersihkan muka , buang air kecil dan lainnya .


Setelah aktivitas dikamar mandi selesai, vani segera merebahkan dirinya diatas tempat tidur , lalu membuka ponselnya , masuk galeri memandang foto Lian , yang diam-diam ia memfoto Lian ketika ada acara pertemuan keluarga.


' Lian , aku tidak tahu perasaan ini , semenjak melihatmu hati ini terasa hangat , jantung ini terasa bergetar dan pikiranku selalu ada dirimu '.


' Apakah ini yang dinamakan cinta ? '.


' Aku tidak perduli kamu akan menikah dengan kakak sepupuku , yang jelas aku tetap akan mengejar cintamu '. gumam Vani sambil memandangi foto Lian di ponselnya.


Sesaat kemudian ketika Vani terus memandangi foto Lian yang super tampan ,entah mengapa hasrat Vani tiba-tiba meledak keluar, ia ingin rasanya melakukan pelepasan dengan Lian .


Imaginasi liar Vani bangkit , walaupun ia sendiri tidak pernah melakukan dengan laki-laki manapun , tetapi sebagai seorang wanita yang normal hal itu masih terbilang wajar , karena Vani sudah bukan anak kecil lagi.


' Oh Lian...' desah Vani sambil menggesek gesekan lembah surganya yang masih tertutupi kain C.D nya ke bantal guling yang ia peluk.


Vani hanya bisa melakukan seperti itu , karena jika memakai tangannya , Vani takut selaput yang menyegel lembah surganya akan robek.

__ADS_1


Vani terus menggesek-gesekan lembah surganya ke gulingnya , setelah beberapa menit kemudian , Vani sudah ingin mencapai puncak pelepasan.


' Liaaaan aku keluar....!'. pekik Vani terendem , ia tidak bisa menahan gejolak pelepasan .


Setelah pelumas lembah surganya benar-benar keluar , Vani memutuskan untuk tidur .


Memang benar apa kata dokter , jika kalian susah tidur lakukanlah pelepasan dengan pasangan atau melakukan dengan tangan sendiri , tetapi jangan sampai kecanduan , karena itu tidak baik untuk kesehatan.


Kini Vani benar-benar sudah tidur pulas karena kecapaian melakukan pelepasan dengan gulingnya sendiri.


Di kamar VVIP.


Kini Lian dan Rena juga sedang tidur sambil pelukan tanpa sehelai kain yang menutupi tubuh mereka.


Rena benar-benar seperti baru mengenal apa itu kenikmatan surga dunia yang sesungguhnya , karena bertahun - tahun ia menikah tak pernah merasakan pelepasan yang begitu memuaskan dirinya, semenjak masih dengan mantan suaminya.


' Lian, apakah nanti setelah kamu menikah dengan keponakanku, kamu akan melupakanku ?'. tanya Rena terlihat sedih sambil memainkan belut agung milik Lian yang sedang tertidur pulas , karena baru melakukan pelepasan.


' Aku harap kamu jangan menghindariku , apa jadinya jika kamu menghindar dari aku , wangi tubuhmu benar-benar telah memabukanku '. Rena semakin mengeratkan pelukanya.


' Kita lihat saja nanti tante'. jawab Lian santai.


' jangan panggil aku tante , meskipun aku sudah pernah menikah , tetapi aku belum terlalu tua , umurku baru 30an !'. sungut Rena mengerucutkan bibirnya yang mungil.


' haha iya tante...eh..Rena maksudku'. kekeh Lian meledek.


' Ih kamu ..jahat'. Rena mencubit perut Lian.

__ADS_1


' Auw sakit Rena..'. Lian pura-pura kesakitan.


Disisi lain.


Disebuah apartemen yang cukup kecil karena hanya mempunyai 2 kamar dan 1 ruang tamu.


Kini sedang terbaring di lantai seorang wanita yang sedang diinjak kepalanya oleh seorang pria gendut yang sedikit botak kepalanya.


' Sudah aku bilang ! aku tidak suka dengan ayahmu yang sangat menyusahkan itu !'.


' Sebaiknya kamu tempatkan dia ditempat panti jompo saja !'. seru pria gendut itu yang tak lain adalah Alex yang sedang menginjak kepala Tasya.


' Alex aku mohon , aku tidak mungkin menempatkan ayahku dipanti jompo '. Jawab Tasya sesenggukan.


' Uang kita sudah mulai menipis , aku tidak mau hidup kelaparan menanggung beban pria lumpuh itu !' ucap Alex sambil menendang perut Tasya.


Bug !


ugh !


Alex tidak merasa bersalah sama sekali , padahal uang hasil menjual rumah pak Wartono ia gunakan untuk judi online , karena sering kalah ia menjadi mudah marah dan sering memukuli Tasya .


Kini ia menginginkan pak Wartono untuk ditempatkan di panti jompo dan Lita anak Tasya ditempatkan di panti asuhan .


Alex berfikir jika menempatkan mereka di panti jompo dan panti asuhan , beban hidup mereka akan berkurang , padahal dia tidak pernah bekerja , ia hanya mengandalkan uang hasil jual rumah pak Wartono.


Walaupun Alex anak orang kaya , tetapi ayahnya sangat pelit kepadanya , jadi Alex sekarang hanya bisa memanfaatkan Tasya untuk memenuhi semua kebutuhannya.

__ADS_1


Alex sungguh laki - laki yang luar biasa.


Bersambung..


__ADS_2