
Mendengar ucapan Wan Qia , Cow Li hanya bisa menggelengkan kepala saja , ia tidak mengerti jalan pikiran wanita dewasa yang setiap ia temui , apakah itu nasib baiknya atau malah malapetaka , Cow Li tidak tahu jawabannya.
Cow Li berjalan santai kearah Yun Sui dan memberikan pil penyembuh tingkat Dewa yang ia ambil dari ruang systemnya , tentu saja dengan cara hutang pada system. Tetapi dia memikirkan mahal atau tidaknya pil itu , yang penting ia bisa menyelamatkan wanita bengkok yang pernah bahagia.
' Bibi , minum pil ini , bibi akan segera pulih '. ucap Cow Li sembari memberikan pil penyembuh tingkat Dewa pada Yun Sui, tanpa memperhatikan Xio Tan didepannya.
' Hay bocah ! kau sungguh berani meremehkanku ! akan ku buat ..!'.
Crakh !
Ugh !
Sebelum Xio Tan melanjutkan kata-katanya , bayangan Cow Li sudah lebih dulu menusuknya dari belakang , pedang karatan Cow Li menembus sampai ke dada.
' Aku paling tidak suka orang yang banyak bacot , apalagi sampai mengancamku '. ucap Cow Li dingin .
Brugh !
Xio Tan ambruk jatuh ke lantai dan mati dengan mata melotot tidak percaya . Begitu juga dengan Yun Sui dan Wan Qia , mereka tertegun melihat Cow Li membunuh Xio Tan dengan mudahnya. Padahal kekuatan Xio Tan tidak bisa dianggap dengan remeh . Tetapi Cow Li membunuhnya dengan sangat mudah , tanpa mengeluarkan tenaga sedikit.
Benar- benar Monster !
Itu yang ada dalam pikiran mereka berdua . Siapa lagi kalau bukan monster , jika membunuh orang seperti Xio Tan saja, Cow Li dengan mudahnya seperti menginjak semut dibawah kaki.
__ADS_1
' Kau benar-benar Monster , aku saja melawan Xio Tan sangat kerepotan , kamu dengan mudahnya membunuhnya.'. ucap Yun Sui kagum dan dianggukan oleh Wan Qia.
' Itu hanya keberuntunganku saja bibi , hehe'. jawab Cow Li terkekeh.
' Dia saja yang bodoh , dalam pertarungan harusnya selalu bersikap waspada , bukan malah banyak bacot yang tidak jelas '.
' Memprovokasi atau meruntuhkan mental lawan itu boleh , tetapi lihat dulu siapa lawannya , jika lawannya licik sepertiku , maka kelarlah hidupnya , xixixi..'. lanjut Cow Li terkekeh kekeh.
' Huft kamu memang licik dan pandai berbicara ' Dengus Yun Sui yang kini telah pulih dari lukanya.
' Itu , teknik apa yang kamu gunakan tadi , kenapa ada 2 orang yang mirip sepertimu tadi '. lanjut Yun Sui bertanya penasaran.
' Teknik Be la han Dada haha'. jawab Cow Li sekenanya.
' Dasar cabul ! ' teriak Yun Sui kesal.
' Bibi tunggu disini dulu , aku akan membereskan mereka semua , dan tolong suruh bibi Qia untuk memakai pakaiannya , sarang tawonnya bikin aku tidak fokus '. lanjut Cow Li sembari melirik Wan Qia yang masih telanjang , tanpa menunggu jawaban dari Yun Sia ,Cow Li sudah menghilang dari tempat itu.
Wush !
Tap , tap ..
Craks ! craks ! craks !
__ADS_1
Cow Li dengan cepat melesat kesana kemari , membantai semua keluarga Xio , dan tidak menyisakan satupun keluarga Xio , semua mati dalam keadaan tidak sadar atas kematiannya , karena Cow Li membunuh mereka saat sedang tidur dan lengah.
Wush!
Tap , tap.
Kini Cow Li sudah berada ditempat Yun Sia dan Wan Qia yang sedang duduk menunggunya , tepatnya didalam kamar Xio Tan .
' Bibi aku datang hehe'. ha ?'. kekeh Cow Li seketika terdiam dan tertegun melihat 2 wanita dewasa yang sama-sama tidak memakai pakaiannya lagi.
Kedua wanita bengkok itu sudah tidak memakai sehelai benangpun ditubuhnya , terlihat dua gunung kenyal menggantung dengan sempurna , kulitnya yang putih bersih dan terawat, wajahnya yang terlihat dewasa dan cantik , bisa dipastikan jika ada laki-laki yang melihatnya akan runtuh imannya.
' Sial , kenapa dengan dua wanita bengkok ini ?'. gumam Cow Li dalam hati.
' Monster tampan kemarilah '. ucap dua wanita bengkok dengan nada genit.
' A ada apa bibi Sui dan bibi Qia '. sahut Cow Li tergagap.
' Kamu pasti letih , kami berdua akan sedikit membuatmu merasa nyaman , kemarilah monster tampan ?'. ucap Wan Qia dan dianggukan oleh Yun Sui.
' Aku tidak apa-apa bibi , mari kita pergi saja dari sini sebelum hari menjelang pagi'. Cow Li pura-pura menolaknya.
' Tidak usah menolak kami monster tampan , kami berdua ikhlas membantu memberi kenyamanan kepadamu '. sahut Yun Sui dengan senyum lembutnya , sembari memainkan dua gunung kenyalnya.
__ADS_1
' Karena bibi yang memaksa , sebagai pria yang bijaksana aku tidak berani menolaknya.'
Bersambung...