
Cow Li dengan sangat tidak terpaksa menghampiri dua wanita bengkok didepannya, memberi bantuan untuk menyalurkah hasrat keduanya adalah termasuk sifat terpuji yang ia miliki , Menolak keindahan adalah suatu kekonyolan , hanya pria bodoh yang benar-benar bodoh jika menolak kesempatan yang belum tentu akan datang dimasa depan nanti.
Cow Li kini sedang berbaring di ranjang dikelilingi oleh dua keindahan yang sangat haus kasih sayang , sembari tangannya mempermainkan lembah surga milik Wan Qia , dan mulutnya menghisap lembah surga milik Yun Sui, yang berpose jongkok tepat diatas wajah Cow Li. Sedangkan Wan Qia dengan lahap me lu mat belut tampan milik Cow Li.
Kedua wanita bengkok itu secara bergantian mengambil posisi seperti itu.
' Bagaimana rasanya bibi ?'. tanya Cow Li kepada Yun Sui sembari terus men ji lati lembah surga milik Yun Sui.
' Rasanya sangat nyaman , aku tidak pernah merasakannya dengan mendiang suamiku dulu '. jawab Yun Sui jujur .
' Kalau bibi Wan Qia bagaimana '. ? tanya Cow Li kepada Wan Qia ingin tahu.
' Aku juga , si Pentol Korek tidak pernah melakukannya seperti itu , permainannya monoton , 1 menit sudah keluar , membuatku sangat muak '. jawab Wan Qia jujur juga.
Beberapa jam kemudian Cow Li sudah ingin mencapai puncak pelepasan, ia bingung air sucinya mau dikeluarin di lembah surga nya siapa , bibi Yun Sui atau bibi Wan Qia , untuk memastikannya Cow Li bertanya ' Maaf bibi , air suci ini mau dikeluarin di lembah yang mana ?'.
' Ditempatku saja '. jawab Yun Sui berharap.
' Ditempatku !' sahut Wan Qia tidak mau kalah.
' Sebagai pria yang adil aku akan keluarkan ditempat bibi Wan Qia , bukannya Bibi Yun Sui sudah tadi malam?. jawab Cow Li yang berusaha bersikap adil.
' Ya sudah tidak mengapa '. jawab Yun Sui pasrah. Akhirnya air suci milik Cow Li dikeluarin didalam lembah kepunyaan Wan Qia.
Setelah mereka bertiga melakukan pelepasan, kebetulan hari sudah menjelang pagi , mereka bertiga memutuskan untuk segera pergi dari kediaman keluarga Xio , kembali ke kediaman Yun Sui.
Dengan teknik perpindahan instan milik Cow Li beberapa saat kemudian mereka sudah berada dikediaman Yun Sui. Setelah itu mereka bertiga untuk melanjutkan tidur karena merasa ngantuk dan lelah.
Di tempat Lain.
__ADS_1
BOOOOM ! BOOOM ! BOOOM !
' Siapa yang membunuh seluruh keluargaku ! ' raung pria paruh baya yang tak lain adalah leluhur keluarga Xio , ia kembali dari pertapaannya karena melihat batu giok milik Xio Tan telah hancur , Xia Dan nama leluhur Xio bergegas kembali untuk memastikan apa yang terjadi dengan Xio Tan anaknya. Yang ternyata seluruh keluarga Xio mati dengan cara yang tragis.
' Aku bersumpah akan menghancurkan siapa saja yang berani membunuh keluargaku ! ' Xio Dan marah tak terkendali.
BOOM !
BOOM !
BOOOM !
Aura ranah illahi keluar tak terkendali dari tubuh Xio Dan , membuat bangunan keluarga Xio retak dan hancur , menyadari itu Xio Dan berusaha menenangkan dirinya , dan berusaha untuk berfikir jernih , meluapkan emosi bukanlah solusi , yang ia butuhkan adalah mencari dalang pembunuh seluruh keluarga Xio.
' Aku harus mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini '. Xio Dan berfikir sejenak.
' Jika benar itu dia , aku tidak akan segan-segan menghancurkan sektenya'. lanjut Xio Dan.
' Sebaiknya aku tanyakan langsung padanya '. gumam Xio Dan kemudian melesat menuju ke sekte Teratai Biru.
Dan beberapa menit kemudian , Xio Dan sudah sampai di sekte Teratai Biru.
Wush !
Tap , tap.
' Tunggu tuan , maaf ada keperluan apa tuan datang ke sekte kami ?'. ucap penjaga pintu gerbang sekte .
BOOOM !
__ADS_1
Tidak menjawab dari pertanyaan si penjaga, Xio Dan langsung membunuhnya begitu saja , hanya dengan mengibaskan tangan santai.
' Aku benci basa - basi , cepat suruh keluar Matriak sekte kalian , kalau tidak sekte ini akan aku hancurkan ! '. teriak Xio Dan lantang.
' Dasar orang tua tidak tahu diri ! serang ! '. teriak salah satu penjaga pintu gerbang sekte kepada yang lainnya.
Wush ! wush! wush!
BOOOM ! BOOM ! BOOOM !
Arrgh ! argh ! arrgh !
' Dasar para semut tak berguna '. ucap Xio Dan dingin , sekali kibasan tangan seluruh penjaga sekte menjadi kabut darah.
Setelah membunuh penjaga sekte , Xio Dan kemudian masuk sekte dengan santai , ia membunuhi siapa saja yang menghalanginya.
BOOOM ! BOOM ! BOOOOM !
Xio Dan menghancurkan beberapa bangunan sekte , ia tidak perduli lagi dengan tujuan awal yang hanya ingin minta penjelasan dari Matriak Yun Sui , ia sudah tak bisa mengendalikan emosinya lagi , untuk meluapkan kemarahannya ,karena keluarga Xio telah hancur, maka ia meluapkan semua itu kepada orang-orang yang tak bersalah.
BOOM ! BOOOM ! BOOM !
Xio Dan terus membunuhi murid sekte Teratai Biru yang berusaha menghalanginya, dan menghancurkan setiap bangunan sekte yang ada didepannya.
' Tuan , tolong kendalikan amarahu , kita bisa bicara baik-baik , apa yang menjadi tujuan tuan , mengapa menyerang sekte kami?'. ucap Ma Kui tetua kedua sekte Teratai Biru.
' Dimana Matriakmu , aku ingin bertemu , cepat suruh datang , kalau tidak akan aku hancurkan sekte ini '. sahut Xio Dan dingin.
Bersambung....
__ADS_1