
Acara pernikahan Tasya dan Lian , dilangsungkan dengan sangat sederhana , mereka hanya mengundang tetangga terdekat saja , acara mewah atau tidaknya , yang penting nikahnya itu sah dan diakui oleh negara , pikir mereka .
Kini Lian dan Tasya sudah resmi menjadi sepasang suami istri , mereka terlihat sangat bahagia , mereka sudah berjanji didepan penghulu , akan sehidup semati untuk menggayuh bahtera rumah tangga bersama.
Singkat Cerita .
Empat tahun telah berlalu , Lian dan Tasya menjalani kehidupan rumah tangga selayaknya orang pada umumnya , kadang suka , kadang duka , mereka selalu bahu membahu untuk saling kuat menguatkan satu sama lain, menjalani semua aral rintangan kehidupan rumah tangga.
Lian terus bekerja keras mencari barang bekas , untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan tasya sampai Tasya lulus kuliah kedokteran , padahal biaya kuliah kedokteran tidak sedikit. Tetapi Lian terus berjuang bagaimana caranya agar anak , istri dan keluarganya bahagia.
Lian bekerja siang dan malam ,membanting tulang , memeras keringat, kadang tidak pulang rumah ketika ia mengambil barang bekas di luar kota , padahal ia hanya berjalan kaki ,tetapi tekad telah menghilangkan keluh kesahnya.
Kini Lian dan Tasya sudah dikaruniai seorang putri yang sangat cerdas dan cantik , yang membuat suasana kehidupan rumah tangga Lian dan Tasya lebih berwarna .
' Apa mama mau pergi jauh ?'. Tanya Lita, nama putri mereka, yang umurnya sekarang baru 4 tahun.
' Iya Lita , mama mau ke malaysia , ada tugas disana '. jawab Tasya lembut , sembari mencium kening putrinya.
' Mama gak lama kan ?'. tanya Lita mengerucutkan bibirnya .
' Mama hanya 2 minggu disana sayang , jangan khawatir nanti mama kasih oleh-oleh buat Lita ya ?'.
' Benar mama ? janji ya !'. jawab Lita antusias sembari melengkungkan jari kelingkingnya kearah Tasya , dan disambut oleh jari kelingking Tasya pertanda mereka telah sepakat mengikat perjanjian.
' Pa , jaga Lita baik - baik ya , jangan sering makan permen , ga baik untuk anak kecil'. ucap Tasya menoleh ke suaminya yang ada disebelahnya.
' Baik Ma , mama juga jaga kesehatan disana , kalau capek ya istirahat , jangan terlalu memaksakan diri.' jawab Lian tersenyum.
' Iya , aku pergi dulu ya pa '. ucap Tasya , kemudian mengusap rambut Lita.
' Lita , mama pergi dulu , taksinya sudah datang'. Tasya tersenyum kemudian melangkah pergi dan diikuti oleh Lian dan Lita dari belakang .
__ADS_1
Sebuah taksi sudah menunggu Tasya didepan rumah , Tasya langsung masuk kedalam taksi , membuka kaca jendela , tersenyum melambaikan tangan melihat Lian dan Lita puterinya. Kemudian taksi melaju pergi.
Setelah melihat kepergian isterinya , Lian menoleh ke puterinya lalu berkata' Lita , papah pergi dulu ya , banyak rongsok yang akan papah jual hari ini , Lita dirumah jagain kakek ya ?'.
' Iya pah , Lita jagain kakek'. jawab Lita mengangguk.
' Kalo kakek minta bantuan Lita , Lita harus bantu , karena kakek sudah tidak bisa berjalan , Lita jadi anak yang baik ya?'. ucap Lian memberitahu .
Pak Wartono sudah tidak bisa berjalan setelah setahun yang lalu kena serangan struk , sekarang pak Wartono sudah menjadi tanggungan Lian , makan minum , berobat semua menjadi tanggungan Lian , karena Tasya belum bekerja , dia baru menjadi dokter magang disalah satu rumah sakit di Malaysia.
Satu hari telah berlalu.
Disisi lain. Tepatnya di Negara Malaysia.
Tasya sedang berkumpul dengan teman-teman magangnya disebuah cafe tempat nongkrong anak-anak muda disalah satu kota di Malaysia.
' Tasya , hari ini ada kejutan special buat kamu loh ?'. ucap Vani salah satu teman magang Tasya , dan sekaligus sahabat ketika SMA dulu .
Walaupun Vani sahabat tasya , tetapi Vani tidak tahu jika Tasya sudah menikah , karena Tasya tidak pernah mempublikasikan pernikahannya , kepada teman- teman waktu SMA dulu.
Tasya juga tidak pernah mengajak Vani kerumahnya , mungkin karena malu rumahnya yang jelek dan sederhana , apalagi jika Vani mengetahui Tasya mempunyai suami Buluk seperti Lian , bakal gempar dunia persosmedan.
' Kejutan apa Van ?'. Tasya mengerutkan kening .
' Ada pangeran yang mencarimu Sya hehe'. kekeh Vani menggoda.
' Ah jangan becanda kamu Van , gak lucu '. Tasya mengerucutkan bibirnya.
' Iya benar Sya , ada pangeran tampan yang mencarimu loh...cie..'. sahut Dora teman Vani dan Tasya meledek.
' Kalian ini apa-apaan sih?'. dengus Tasya .
' Tasya tutup matamu , pangeran sebentar lagi akan datang '. ucap Vani kemudian menutup kedua mata Tasya dengan kain yang telah disiapkan oleh Vani dan Dora.
__ADS_1
' Apa apaan kalian ini , ih '. Tasya ingin menolak tetapi Vani tetap memasang kain menutupi mata Tasya.
' Kamu diam saja Sya , nanti sang pangeran yang akan membukanya '. Dora memberitahu.
Setelah beberapa menit kemudian.
' Vani , Dora , kenapa lama sih , apa kalian mengerjaiku ?'. ucap Tasya kesal yang matanya ditutup kain oleh mereka .
Tetapi Vani dan Dora tidak menjawabnya , karena mereka sudah pergi dari tempat mereka duduk.
' Vani , Dora ! ' Tasya semakin kesal karena tidak ada jawaban dari mereka , kemudian Tasya ingin melepaskan kain yang menutupi matanya , tetapi tiba-tiba ada tangan besar memegang tangannya .
' Bee? '. ucap seorang pria didepannya , yang membuat jantung Tasya berdetak kencang , kerena suara itu sangat ia kenal . Dan panggilan Bee adalah panggilan sayang ketika dia masih berpacaran dengan Alex.
' A alex ?'. ucap Tasya gugup ketika Alex membuka kain penutup matanya. Jantung Tasya langung berdetak kencang , terlihat pria yang tidak tampan , tetapi terlihat tampan karena anak orang kaya , karena penampilan dan baju branded lah yang menutupi kejelekannya.
Alex adalah tuan muda kedua dari keluarga kaya nomer 2 di Jakarta, siapa yang tidak kenal Alex , walaupun wajahnya pas-pasan tetapi tidak sedikit wanita yang ingin menjadi pacarnya .
' Iya ini aku Bee?'. Alex tersenyum lembut.
' Kenapa kamu ada disini Lex?'. tanya Tasya penasaran.
' Kebetulan aku juga menjadi dokter magang disini , Dora dan Vani yang memberitahuku jika kamu juga magang disini , apa ini suatu kebetulan ?'. Alex tersenyum lembut.
' Kamu tahu Bee ? selama ini aku terus mencarimu , aku menyesal dulu telah menyia-nyiakanmu , aku terus mencarimu dan menghubungimu , tetapi nomermu sudah tidak aktif , aku sangat Frustasi Bee?. Alex memasang wajah pura-pura menyesal.
' Kamu mencariku ?'. sahut Tasya yang sedikit tidak percaya.
' Iya Bee..aku terus mencarimu , aku terus menghubungimu ketika aku kuliah diluar Negri , tetapi kamu menghilang seperti ditelan bumi '.
' Setelah aku selesai kuliah diluar negri , aku mencoba menghubungi teman temanmu , mencari rumahmu , tetapi mereka tidak tahu rumahmu, dan pada akhirnya aku ketemu Vani , yang ternyata kalian kuliah bersama'.
' Dan akhirnya Vani mengabari jika kamu akan magang di Malaysia , dan satu rumah sakit denganku , apakah ini yang dinamakan jodoh ?'. Alex membual panjang lebar , padahal Alex tidak pernah mencari Tasya , karena ia sibuk dengan wanita lain , dan sibuk pergi ketempat pelacuran.
__ADS_1
Bersambung....