
Sementara rombongan Cow Li sudah sampai didepan desa yang mereka tuju , dan sebelum memasuki desa, mereka dihadang oleh penjaga desa tersebut.
' Maaf tuan dan nyonya , siapa kalian dan ada keperluan apa kalian datang kesini ?'. tanya pria paruh baya penjaga desa dengan sopan.
' Kami ingin menuju ke kota Jiang ,kebetulan lewat desa ini dan hanya ingin menumpang sebentar untuk mencari makan '. jawab Cow Li sopan.
' Kalau boleh tahu , desa apa namanya ini paman ?'. lanjut Cow Li
' Desa Kabut tuan '.
' owh..Apakah ada tempat makan disini ?'. lanjut Cow Li bertanya.
' Ada tuan ,kalau begitu silahkan tuan dan nyonya ikuti saya '. Dengan sopan pria paruh baya mengantarkan mereka menuju kedai makanan.
' Paman , sepertinya desa ini terlihat sepi , pada kemana orang -orang ?. tanya Cow Li karena penasaran .
' Desa ini jika siang memang sepi tuan , para warga kebanyakan keluar untuk mencari kayu bakar dan Belut untuk dijual ke kota'. jawab penjaga menjelaskan.
' Owh..'. Cow Li mengangguk mengerti.
' Yah begitulah tuan , desa ini memang desa kecil dan miskin yang jauh dari kota , kami hanya mengandalkan kayu bakar dan Belut untuk mempertahankan hidup kami '.curhat pria paruh baya menghela nafas berat.
' Sukuri apa yang kita punya paman , jangan melihat orang lain , karena setiap orang pasti punya masalah masing-masing '. sahut Cow Li.
' Kadang orang yang kelihatannya bahagia , belum tentu mereka bahagia , hanya saja mereka lebih baik dari kita untuk menyembunyikan kesedihannya'. Lanjut Cow memberi ceramah.
Qing Yi yang takjub dengan kata - kata Cow Li dia kagum ,lalu berkata ' Sayangku memang hebat , selain tampan , kamu juga sangat bijak '.
' Kalau begitu aku rela jika setiap hari disetubui olehmu '. lanjut Qing Yi langsung memeluk erat tangan Cow Li.
__ADS_1
Cow Li mendengar perkataan kekasihnya , langsung membusungkan dada .
Ba Li yang berjalan disebelah mereka , sambil melirik sinis lalu bergumam.
'Hadeeh..Nyonya ini wanita lugu atau memang bodoh , apa dia tidak tahu kalau si Luwak itu sedang membual?'.
Beberapa menit kemudian ,merekapun sampai dikedai makan , pria paruh baya penjaga desa langsung ingin berpamit pergi.
' Tuan , nyonya , itu kedainya ,saya hanya bisa mengantar sampai disini , saya minta undur diri karena saya masih ada tugas '. ucap pria baya sopan .
' Terima kasih paman , telah mengantarkan kami , terimalah ini '. sahut Cow Li berterima kasih sembari memberi satu kantong kecil koin emas pada pria paruh baya.
' i ini ..i ini..e emas ?'. pria paruh baya melihat sekantong koin emas ditangannya langsung terkejut ,seumur-umur dia tidak pernah memiliku uang sebanyak itu. Tubuhnya bergetar , nafasnya tersengal -sengal.
Brugh !
Pria paruh baya itu jatuh ketanah dengan tubuh kejang-kejang.
' Aku juga tidak tahu '. sahut Cow Li panik.
'Ada apa dengan suamiku ?!'. ucap wanita paruh baya panik ,yang kebetulan sedang lewat dan melihat suaminya sedang kejang-kejang ditanah.
' Aku juga tidak tahu bibi ..aku hanya memberikan ini pada paman '. sahut Cow Li sambi memberikan sekantong koin emas pada wanita paruh baya itu.
' apa?! i i ini..e e emas ?'. mata wanita paruh baya melotot , tubuhnya bergetar hebat , tangannya gemetaran.
' Brugh !
Seketika wanita paruh baya tubuhnya terjatuh ketanah disamping suaminya , dan kejang - kejang.
__ADS_1
Dan sekarang sepasang suami isteri sedang kejang-kejang ditanah karena dapat uang kaget.
----------
Di Kota Huang.
Sekarang jendral kekaisaran Qing dan bawahanya yang ditugaskan untuk mencari tuan puteri mereka sudah berada di kota Huang.
' Maaf tuan , apa kalian pernah melihat wanita ini berada disekitar sini ?. tanya jendral kepada salah satu penduduk kota , sembari memperlihatkan lukisan ditangannya.
' Sepertinya aku pernah melihat wanita ini , tapi dia berada di penginapan Bunga Perak kalau tidak salah '. jawab salah satu penduduk sembari mengingat-ingat.
' Dimana penginapan Bunga Perak ?'. tanya jendral serius.
' Kebetulan kami juga akan makan disana , silahkan tuan-tuan ikuti kami '. ucap salah satu penduduk.
Kemudian jendral dan bawahannya mengikuti mereka menuju ke rumah makan Bunga Perak . dan beberapa saat kemudian mereka sampai.
' Tuan - tuan , ada yang bisa kami bantu ?'. ucap pelayan wanita penerima tamu dengan hormat.
' Langsung saja , kami hanya ingin bertanya '. jawab jendral dengan wajah serius.
' Apakah kamu pernah melihat wanita yang dilukisan ini ?'. lanjut jendral sembari menyodorkan lukisan kearah pelayan.
Pelayan melihat sejenak , lalu berkata '. kebetulan pernah menginap dipenginapan kami '.
' tetapi sekarang sudah pergi dengan seorang pria dan kerbaunya' lanjut pelayan menjelaskan.
' Apakah kamu tahu , mereka pergi kemana ?'. sahut jendral serius.
__ADS_1
' Kearah utara tuan '. jawab pelayan sembari menunjuk arah.
' Terima kasih atas informasinya , terimalah ini '. Setelah memberikan tips , jendral dan bawahanya langsung buru-buru pergi.