
Alex terus menyiksa Tasya agar dia mau menempatakan pak Wartono ke panti jompo dan Lita ke panti asuhan.
Alex tidak perduli dengan mereka berdua , walaupun statusnya masih berpacaran dengan Tasya , tetapi hak dan wewenang dalam kendali penuh oleh dirinya.
Jika Tasya memberontak, maka tidak segan - segan Alex menyiksannya.
' Aku tidak akan mau menikahimu jika kamu tidak membuang mereka berdua secepatnya dari sini '. ucap Alex dengan nada dingin.
Tasya hanya menangis sesenggukan , ia tidak berani berucap sepatah katapun. Karena jika salah berucap maka tendangan dan pukulan yang akan ia dapatkan.
' Pikirkan baik-baik , jika kamu ingin aku menikahimu maka buang mereka dari tempat ini , aku tidak ingin hidup sengsara dengan menanggung beban mereka '. Alex menegaskan.
Pilihan yang Alex berikan kepada Tasya sungguh sulit untuk dipertimbangkan , Tasya sangat tertekan dan putus asa.
Kring..kring..kring...kring..
Suara panggilan dari telpon Alex.
Mendengar suara panggilan , Alex langsung mengambil telpon selulernya didalam saku celananya.
' Halo? jawab Alex membuka panggilan.
( Sayang , katanya malam ini ketemu ? aku sudah menunggumu ditempat biasa , cepat kesini jangan pakai lama !' ) suara wanita dibalik panggilan telpon seluler Alex.
' Iya , aku akan segera kesana , kamu tunggu disitu dulu '. jawab Alex singkat, kemudian mematikan telpon selulernya .
Setelah mematikan telpon selulernya Alex berjalan kearah Tasya yang masih meringkuk di lantai karena menahan perutnya yang sakit setelah ditendang oleh Alex.
Alex menghampiri Tasya kemudian menjambak rambut Tasya.
' Aku ingin uang , cepat transfer ke rekeningku , aku butuh uang 20 juta malam ini , cepat ! ' ucap Alex sembari mendorong kepala Tasya ke lantai.
__ADS_1
Tasya dengan patuh menuruti keinginan pria gendut didepannya , dengan menahan rasa sakit di perutnya, ia mencoba berdiri , dan dengan langkah tergopoh -gopoh ia mengambil telpon selulernya , kemudian membuka aplikasi banking dan langsung mentransfer uang 20 juta kepada Alex.
Setelah mengetahui ada notifikasi dari aplikasi bangkingnya , Alex tersenyum lebar , kemudian pergi tanpa berpamitan pada Tasya.
Alex benar-benar pria berprilaku baik yang patut dicontoh.
Melihat Alex pergi , Tasya langsung duduk lemas dilantai dan menangis sesenggukan sendiri .
Terlihat rasa penyesalan yang teramat dalam di wajahnya , bayangan wajah Lian mantan suaminya kini melintas dibenaknya.
Terbayang wajah orang yang dulu selalu membuatnya tersenyum , membuatnya semangat, membuatnya benar-benar menjadi seorang wanita yang sesungguhnya , mencintainya, menyayanginya dan menghargainya.
Lian yang selalu berjuang untuk keluarga , Lian yang selalu sabar menjaganya , Lian yang selalu tulus menyayanginya , Lian yang selalu tulus mencintainya , kini hanya tinggal kenangan saja.
' Lian aku sangat menyesal telah menyia-nyiakan ketulusanmu '. ucap Tasya lirih dan tangispun pecah.
' Mungkin ini semua adalah balasan yang pernah aku lakukan padamu ' .
Tasya hanya bisa menyesali semua yang terjadi , memang benar apa kata pepatah .
' Balasan sesuai dengan perbuatan'.
Kini Tasya hanya bisa memetik apa yang ia tanam , menjalani balasan apa yang pernah ia perbuat .
Menyesalpun percuma saja , karena nasi sudah menjadi bubur . Tasya harus menjalani takdir yang ia pilih sendiri .
Setelah lama menangis dan menyesali apa yang telah terjadi , kini Tasya memutuskan untuk tidur , dengan membawa segala keluh kesahnya.
' Lian ..maafkan aku '. ucap Tasya lirih , sembari memejamkan mata membawa semua darita.
Di sisi lain.
__ADS_1
BOOM !
' Siapa yang berani membunuh semua bawahanku, harus mati ! ' Raung pria paruh baya berbadan kekar ada tato serigala dilengan kanannya, sembari menendang meja didepannya.
Dia adalah bos Bambang pimpinan gangster srigala dari wilayah utara . Marah karena semua anggota yang ia kirim memburu kakek Wibowo semua mati tanpa tersisa.
Bos Bambang juga sangat terkenal di wilayah utara , karena kekajamannya tanpa belas kasihan kepada siapa saja yang berani menyinggung kelompoknya terlebih menyinggung dirinya.
' Tenangkan diri bos , kita tahu siapa pelakunya kalau bukan kelompok Samson yang sekarang berubah nama menjadi kelompok Naga'. ucap Sengkuni salah satu orang kepercayaan bos Bambang menenangkan .
' Kita siapkan orang - orang kita untuk menyerang markas mereka '. sahut bos Bambang dingin , yang masih terbawa emosinya.
' Sebaiknya jangan dulu bos , kita sedang berduka , alangkah baiknya kita pikrkan matang -matang dulu '.
' Dilihat dari kematian para anggota kita , sepertinya yang membunuh mereka , orang yang sudah sangat berpengalaman dan sadis '.
' Aku takut , ini perbuatan dari keluarga tersembunyi yang berada dibelakang mereka '.
' Karena kita tahu orang yang kita kirim untuk membunuh kakek Wibowo bukan orang sembarangan , anggota kita semua ahli beladiri dan dilengkapi senjata otomatis '.
' Tetapi dengan kelengkapan yang memadai , mereka dengan mudah dihabisi , aku yakin orang yang membunuh mereka bukan orang sembarangan , dari cara membunuh kita dapat mengetahui'. ucap Sengkuni berspekulasi.
' Terus apa yang harus kita lakukan '. sahut Bos Bambang dingin, ia juga sependapat dengan orang kepercayaannya.
Dengan melihat para mayat anggotanya , ia juga yakin , yang membunuh pasti bukan orang sembarangan , ia juga sangat yakin jika orang itu mempunyai tingkat beladiri yang tinggi.
' Kita tunggu saat pertemuan tahunan dan pemilihan big bos yang akan diadakan mendatang '.
' Kita minta penjelasan kepada mereka , tentunya sebelum itu kita mencari dukungan dari kelompok lain untuk menyingkirkan keberadaan mereka'.
' Sekali tepuk dua atau tiga lalat akan mati '. ucap Sengkuni menyeringai licik.
__ADS_1
Bersambung...