System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Malam Yang Melelahkan.


__ADS_3

Malam terus semakin larut ,para tamu undangan semua sudah pulang kerumah masing-masing .


Lian dan Karin pun sudah berada dikamar pengantin yang disiapkan untuk mereka berdua . Karin terlihat gelisah karena baru kali ini dia satu kamar dengan seorang laki-laki.


Walaupun dia sudah sah menjadi seorang istri , tetapi dia tidak bisa melakukan kewajiban sebagai istri yang seharusnya ia lakukan , karena ada perjanjian kontrak selama 3 tahun menikah Lian tidak boleh menyentuhnya , jika melanggar Lian akan dikenai denda.


Nikah macam apa seperti itu , sungguh konyol .


Tetapi Lian tidak begitu mempermasalahkannya , karena dia juga tidak kekurangan lembah surga dari keindahan-keindahan lainnya.


' Kamu jangan tidur diatas , aku tidak ingin tidur bersama denganmu '. ucap Karin dingin.


' Apa apaan ini ? lantas aku tidur dimana ? '. sahut Lian mengerutkan keningnya.


' Dibawah '. jawab Karin datar.


' Yang benar saja , aku tidak mau , nanti masuk angin '. Lian memberi alasan.


' Kalau begitu aku yang dibawah , daripada aku tidur satu ranjang denganmu '. sahut Karin datar dan kesal.


' Terserah hehe'. jawab Lian terkekeh tak perduli,kemudian ia melepas baju atasnya , terlihat badan Lian yang berotot , putih halus seperti giok , yang membuat Karin tertegun melihatnya .


Badan Lian terlihat ideal , berbeda dengan badan Jhony yang kekar dan besar , lebih tepatnya Jhony kekasihnya lebih mirip Gorilla.


' Apa yang kamu lakukan ! kenapa kamu telanjang didepanku !'. ucap Karin pura-pura memalingkan wajahnya, padahal dia ingin menikmati pemandangan indah dari tubuh pria tampan suami kontraknya.


' Siapa yang telanjang di depanmu , bukankah pria tidak memakai pakaian atas itu wajar '. jawab Lian mengerutkan kening , kemudian dengan santai melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Karin yang mendengar jawaban Lian hanya bisa menggertakan giginya. Kemudian ia menyiapkan bad cover untuk tidur dibawah.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian , Lian segera rebahan diranjang tanpa memperdulikan Karin yang tidur dibawah.


Kini Lian sedang membuka ponselnya , yang ternyata banyak pesan masuk kepadanya.


( Jangan tidur malam-malam jaga kesehatan ) pesan dari Angelin.


' Iya Angel , kamu juga jaga kesehatanmu disana '. balas Lian pada Angel yang sedang melanjutkan studynya di Amerika.

__ADS_1


( Lian tampanku, kapan kamu datang , aku sudah menunggumu di kamar belakang) pesan dari Rena.


' Tunggu sebentar lagi'. jawab Lian singkat.


( Sayang , aku sudah dibelakang rumah, kapan kamu datang ) pesan dari Vani.


' Tunggu 1 jam lagi '. balas Lian.


( Selamat malam Lian , bagaimana malam pertamanya , menyenangkan ? aku tahu kamu tidak dapat jatah dari Karin , karena Vani sudah menceritakannya kepadaku )


( Jika kamu bosan , bisa tidak malam ini kita jalan-jalan menikmati udara malam .. Dora ) pesan dari nomor tak dikenal , yang ternyata dari Dora .


Dora mendapatkan nomor ponsel Lian , karena ia diam-diam mengambilnya dari kontak ponsel Vani.


' Ok siap , tunggu Dora , nanti kalau jadi aku kabarin '. balas Lian.


Setelah membalas pesan mereka , Lian langsung pergi begitu saja tanpa pamit kepada Karin yang meringkuk tidur di lantai .


Karin seperti itu karena kemauan sendiri , jadi Lian tidak mau ambil pusing dan bersikap acuh tak acuh.


Beberapa menit kemudian Lian sudah sampai di kamar Rena , setelah ijin masuk lewat pesan singkat , Rena langsung membuka pintu kamarnya sangat hati-hati.


Setelah aman , dan Lian sudah didalam kamarmya , Rena langsung segera melucuti baju Lian ,sembari menciumi tubuh Lian dengan sangat rakus.


' Buat aku malam ini lemas Lian '. ucap Rena sambil me lu mat belut agung milik Lian yang sudah menjulang tegak kedepan.


Slap ! slap !


Dengan rakusnya Rena me lu mat belut agung Lian.


Skip...


Satu jam kemudian Rena sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan malam yang panas , Rena benar-benar kelelahan karena Lian terus menghanjarnya dengan berbagai gaya.


' Maafkan aku Lian , aku sudah tidak sanggup lagi , aku benar-benar lelah '. ucap Rena dengan nada sedih.


' Tidak mengapa Rena , kamu yang terbaik , sepertinya aku harus segera kembali'. sahut Lian mengecup kening Rena , dan bergegas keluar kamar meninggalkan Rena yang masih telanjang bulat.

__ADS_1


Kini Lian langsung pergi menuju dimana Vani menunggunya di belakang rumah.


' Vani , aku datang..! ucap Lian yang melihat Vani berdiri ditembok belakang rumah.


Vani yang melihat pujaan hatinya datang , langsung berlari memeluk Lian dengan erat.


' Aku kangen ..akhirnya kamu datang'. Vani men ci um bibir Lian.


Lian di cium bibir nya oleh Vani , ia langsung membalasnya dengan rakus , dan tangan Lian bergerilya dengan liar .


' Van, tolong kamu menghadap tembok , aku akan melakukan pelepasan dari belakang '.ucap Lian memberitahu.


Vani mengangguk , kemudian ia menghadap ketembok dengan sedikit menungging .


Kemudian Lian menarik C.D Vani kebawah , dan segera menempatkan posisi belut agung selaras dengan lubang lembah surga milik Vani .


Setelah posisi tepat, Lian langsung memasukan belut agung kedalam lembah surga milik Vani yang sudah basah kuyup.


Bleesh..


Auw..


Vani mengerang lirih , sembari menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh orang-orang dari keluarga Wibowo yang sedang tidur.


Slap . slap , slap !


Skip...


Satu jam kemudian.


Kini Vani sedang terduduk lemas dilantai belakang rumah , karena sudah sanggup lagi meneruskan pelepasan dengan Lian , ia sudah keluar berkali-kali , sampai lututnya lemas tak sanggup lagi.


' Maafkan aku Lian , aku tidak sanggup lagi melakukan permainan ini '. ucap Vani kecewa karena tidak bisa memuaskan pujaan hatinya.


' Tidak mengapa Vani , kamu tetap yang terbaik '. Lian mengecup kening Vani dengan lembut .


' Aku pergi dulu ya ' lanjut Lian pergi meninggalkan Vani yang masih terduduk lemas dilantai belakang rumah.

__ADS_1


' Sepertinya malam ini aku harus memenuhi ajakan Dora untuk jalan - jalan menikmati suasana malam menghilangkan kebosanan'. gumam Lian dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2