System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Siapa Suami Sampah Itu Sebenarnya


__ADS_3

Bos Revan yang mendengar kata-kata arogan dari Antonio , rasanya ia ingin pingsan saja, tubuhnya seketika bergetar , keringat dingin keluar deras dari dahinya, kakinya lemas tak berdaya .


Siapa yang berani mematahkan kaki Big Bos kota Jakarta ? bahkan keluarga Wu yang terkenal sangat kuat belum tentu mampu .


Bos Revan hanya terdiam membeku , sesekali menatap Cow Li dengan ngeri , ada jejak ketakutan yang besar diwajahnya .


' Kenapa kamu diam ! cepat patahkan kakinya !' teriak Antonio memerintah .


' Antoni apa yang kamu lakukan , kenapa kamu ingin mencelakainya , apa salah Lian kepadamu '. sahut Karin panik , ia tidak menyangka jika Antoni akan bertindak kejam kepada suami kontrakmya.


' Kesalahannya adalah sampah sepertinya menjadi suamimu'. jawab Antonio tersenyum licik.


' Apa apaan ini , aku tidak suka kamu bertindak arogan seperti itu '. ucap Karin kesal.


' Aku tidak perduli , cepat kamu patahkan kakinya , dia pantas mendapatkannya , sampah sepertimya telah merebut wanitaku , aku ingin kakinya patah !'. Antonio tidak memperdulikan Karin , ia menoleh kearah bos Revan dan memerintahkan untuk mematahkan kaki Lian.


Bang !


Brugh !


Huek !


Mendengar kata - kata Antonio yang menghina Cow Li , bos Revan dengan ganas menendang Antonio sehingga terbang terpelanting ke lantai dengan keras , bagaimanapun juga bos Revan adalah anggota Naga yang sudah pasti adalah seorang kultivator.


Menendang Antonio seperti menendang bola plastik tanpa banyak mengeluarkan tenaga.


' Huek ! ke kenapa kamu menendangku '. ucap Antonio tidak percaya , ia menyuruh bos Revan mematahkan kaki Lian , malah dirinya yang ditendang.

__ADS_1


Semua teman kelas bergidik ketakutan melihat keganasan bos Revan. Mereka tidak menyangka jika bos Revan akan bertindak demikian , mereka sangka bos Revan takut kepada keluarga Betrand ternyata pemikiran mereka salah.


Sekarang mereka hanya pasrah dengan nasib mereka berikutnya.


Setelah menendang Antonio , bos Revan dengan dingin menghampiri Antonio yang tergeletak di lantai sembari memegangi perutnya.


' Kamu kira aku takut dengan keluarga kecilmu , keluarga Betrand hanyalah semut di mataku'. ucap bos Revan dingin menatap Antoni , kemudian menoleh kearah Lian lalu menunduk , ia tak berani menatap Lian.


Apa !


Keluarga Betrand hanyalah semut dimatanya?!.


Semua teman kelas merinding ketakutan , seketika tubuh mereka bergetar, ada yang pipis dicelana tanpa sadar dan ada keringat dingin keluar dari dahi mereka masing-masing , tersirat jejak keputusasaan yang luar biasa diwajah mereka.


Jika keluarga Betrand dianggap semut , maka mereka apa ?


Mereka semua ingin menangis tanpa air mata.


Cow Li yang mengetahui maksud bos Revan hanya mengangguk , tandanya ia setuju jika bos Revan menghajar mereka semua.


Kemudian Cow Li dengan santai berjalan kearah Karin diikuti oleh Nadia dibelakangnya ,kemudian berucap mengajak Karin pergi.


' Karin , kita pergi saja , kita tidak ada urusan dengan mereka '. Cow Li dengan santai menggandeng tangan Karin dan Nadia mengajaknya pergi.


Bos Revan hanya menunduk gemetar , ia tidak berani menatap Lian.


' Lian kamu ..?'. Karin tidak percaya dengan apa yang dia lihat , kenapa bos Revan tidak berani menatap suami kontraknya , dan ia lihat seperti orang ketakutan ketika melihat Lian.

__ADS_1


Begitu juga dengan semua teman kelas Karin , mereka juga tidak percaya apa yang mereka lihat , kenapa bos Revan seperti orang ketakutan ketika melihat suami sampah Karin.


Siapa suami sampah itu sebenarnya ?


Mereka hanya bisa bertanya-tanya dalam hati mereka masing - masing, dengan pikiran yang rumit.


' Kenapa kamu diam saja , mau pergi atau tidak , apa kamu mau menemani mereka disini ?'. dengan santai Cow Li bertanya.


' A aku ...'. jawab Karin bingung .


' Ya sudah kamu disini saja tidak masalah , ayo Nad kita pergi saja '. sahut Cow Li santai kemudian menggandeng tangan Nadia melangkah pergi.


' Tu tunggu , apakah Sonia boleh ikut dengan kita ?'. tanya Karin menghentikan langkah Cow Li .


Cow Li menoleh kebelakang , kemudian mengangguk santai tanda ia setuju.


' Karin , kita juga temanmu , tolong kami boleh pergi bersamamu..! '. ucap salah satu teman kelasnya.


' Iya Karin , kita temanmu ..! apakah kamu melupakan kami..!


' Karin tolong bawa kami bersama kalian..!


' Tolong kami Karin..!


Semua teman Karin memohon .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2