
Bos Revan yang mendengar kata-kata arogan dari Antonio , rasanya ia ingin pingsan saja, tubuhnya seketika bergetar , keringat dingin keluar deras dari dahinya, kakinya lemas tak berdaya .
Siapa yang berani mematahkan kaki Big Bos kota Jakarta ? bahkan keluarga Wu yang terkenal sangat kuat belum tentu mampu .
Bos Revan hanya terdiam membeku , sesekali menatap Cow Li dengan ngeri , ada jejak ketakutan yang besar diwajahnya .
' Kenapa kamu diam ! cepat patahkan kakinya !' teriak Antonio memerintah .
' Antoni apa yang kamu lakukan , kenapa kamu ingin mencelakainya , apa salah Lian kepadamu '. sahut Karin panik , ia tidak menyangka jika Antoni akan bertindak kejam kepada suami kontrakmya.
' Kesalahannya adalah sampah sepertinya menjadi suamimu'. jawab Antonio tersenyum licik.
' Apa apaan ini , aku tidak suka kamu bertindak arogan seperti itu '. ucap Karin kesal.
' Aku tidak perduli , cepat kamu patahkan kakinya , dia pantas mendapatkannya , sampah sepertimya telah merebut wanitaku , aku ingin kakinya patah !'. Antonio tidak memperdulikan Karin , ia menoleh kearah bos Revan dan memerintahkan untuk mematahkan kaki Lian.
Bang !
Brugh !
Huek !
Mendengar kata - kata Antonio yang menghina Cow Li , bos Revan dengan ganas menendang Antonio sehingga terbang terpelanting ke lantai dengan keras , bagaimanapun juga bos Revan adalah anggota Naga yang sudah pasti adalah seorang kultivator.
Menendang Antonio seperti menendang bola plastik tanpa banyak mengeluarkan tenaga.
' Huek ! ke kenapa kamu menendangku '. ucap Antonio tidak percaya , ia menyuruh bos Revan mematahkan kaki Lian , malah dirinya yang ditendang.
__ADS_1
Semua teman kelas bergidik ketakutan melihat keganasan bos Revan. Mereka tidak menyangka jika bos Revan akan bertindak demikian , mereka sangka bos Revan takut kepada keluarga Betrand ternyata pemikiran mereka salah.
Sekarang mereka hanya pasrah dengan nasib mereka berikutnya.
Setelah menendang Antonio , bos Revan dengan dingin menghampiri Antonio yang tergeletak di lantai sembari memegangi perutnya.
' Kamu kira aku takut dengan keluarga kecilmu , keluarga Betrand hanyalah semut di mataku'. ucap bos Revan dingin menatap Antoni , kemudian menoleh kearah Lian lalu menunduk , ia tak berani menatap Lian.
Apa !
Keluarga Betrand hanyalah semut dimatanya?!.
Semua teman kelas merinding ketakutan , seketika tubuh mereka bergetar, ada yang pipis dicelana tanpa sadar dan ada keringat dingin keluar dari dahi mereka masing-masing , tersirat jejak keputusasaan yang luar biasa diwajah mereka.
Jika keluarga Betrand dianggap semut , maka mereka apa ?
Mereka semua ingin menangis tanpa air mata.
Cow Li yang mengetahui maksud bos Revan hanya mengangguk , tandanya ia setuju jika bos Revan menghajar mereka semua.
Kemudian Cow Li dengan santai berjalan kearah Karin diikuti oleh Nadia dibelakangnya ,kemudian berucap mengajak Karin pergi.
' Karin , kita pergi saja , kita tidak ada urusan dengan mereka '. Cow Li dengan santai menggandeng tangan Karin dan Nadia mengajaknya pergi.
Bos Revan hanya menunduk gemetar , ia tidak berani menatap Lian.
' Lian kamu ..?'. Karin tidak percaya dengan apa yang dia lihat , kenapa bos Revan tidak berani menatap suami kontraknya , dan ia lihat seperti orang ketakutan ketika melihat Lian.
__ADS_1
Begitu juga dengan semua teman kelas Karin , mereka juga tidak percaya apa yang mereka lihat , kenapa bos Revan seperti orang ketakutan ketika melihat suami sampah Karin.
Siapa suami sampah itu sebenarnya ?
Mereka hanya bisa bertanya-tanya dalam hati mereka masing - masing, dengan pikiran yang rumit.
' Kenapa kamu diam saja , mau pergi atau tidak , apa kamu mau menemani mereka disini ?'. dengan santai Cow Li bertanya.
' A aku ...'. jawab Karin bingung .
' Ya sudah kamu disini saja tidak masalah , ayo Nad kita pergi saja '. sahut Cow Li santai kemudian menggandeng tangan Nadia melangkah pergi.
' Tu tunggu , apakah Sonia boleh ikut dengan kita ?'. tanya Karin menghentikan langkah Cow Li .
Cow Li menoleh kebelakang , kemudian mengangguk santai tanda ia setuju.
' Karin , kita juga temanmu , tolong kami boleh pergi bersamamu..! '. ucap salah satu teman kelasnya.
' Iya Karin , kita temanmu ..! apakah kamu melupakan kami..!
' Karin tolong bawa kami bersama kalian..!
' Tolong kami Karin..!
Semua teman Karin memohon .
Bersambung...
__ADS_1