
Di kediaman Matriak Yun Sui.
Setelah mendengar Cow Li adalah murid dari Shen Duan , kekhawatiran Yun Sui mulai menghilang , ia tidak khawatir lagi dengan ancaman keluarga Wu , siapa itu Shen Duan? leluhiur mereka saja tidak berani menyinggungnya , apalagi cuma keluarga Wu, mereka adalah aemut dimata Shen Duan. Menyinggung Shen Duan sama saja ingin mempercepat kematiannya.
' Jika memang benar tuan Shen Duan adalah gurumu , aku tidak akan khawatir lagi. ' ucap Yun Sui mulai tenang.
' bibi tidak usah khawatir , kakek Shen pasti akan membantu muridnya yang tampan ini , jika terjadi sesuatu hehe'. sahut Cow Li membanggakan diri.
' hem , ya sudah kalian bersihkan diri dulu , ini sudah mau malam , kita akan makan '. sahut Yun Sui menyuruh.
' Sui'er antarkan bandot itu ke kamar tamu , suruh ia bersihkan diri '. lanjut Yun Sui melirik Cow Li.
' Baik ibu '. jawab She Sui singkat , kemudian ia membimbing Cow Li ke kamar tamu.
' Bandot ?' gumam Cow Li mengerutkan kening , tetapi dia diam saja , sembari mengikuti She Sui ke kamar tamu.
Setelah mereka sampai di kamar tamu , She Sui berkata ' ini kamar tamunya , mandilah sebelum makan malam '.
Cup!
Cow Li memeluk She Sui dari belakang , sembari tangannya me re mas dada She Sui.
' Jangan disini aku tidak mau ibu tahu'. ucap She Sui panik .
' Sebentar saja , aku ingin mimi cucu '. jawab Cow Li sembari tangannya membuka baju bagian dada She Sui.
' Tapi kan tidak keluar susunya'. sahut She Sui bingung.
' Haiist , tidak mengapa '. Mulut Cow Li sudah menghisap dada She Sui secara bergantian.
__ADS_1
' Sebentar saja ya , aku takut ibu curiga jika aku kelamaan didalam kamar ini'. She Sui memohon.
' Iya sayang ' jawab Cow Li singkat.
' Hanya mimi cucu loh '. She Sui memberi syarat.
' Iya'. jawab Cow Li singkat , yang mulutnya terus menghisap.
Di kediaman keluarga Xio.
' Siapa yang berani mempermalukanmu anakku !'. ucap Xio Tan ayah Xio Wan tetua sekte Teratai Biru dan juga tuan kota baru.
' Tidak tahu ayah , dia mengaku kekasih She Sui '. jawab Xio Wan memberitahu.
' Kekasih She Sui ?, apa dia Wu Peng ?'. tanya Xio Tan menyelidik.
' Terus siapa dia '. tanya Xio Tan penasaran.
' Dia orang yang tiba-tiba datang ke sekte Teratai Biru , orangnya arogan , anak buahku saja yang bertanya baik-baik langsung dihajarnya , aku yang ingin melerai , malah aku yang dipukuli '. jawab Xio Wan berbohong.
' Aku sudah bilang padanya kalau aku anak tetua pertama sekte Teratai Biru , dia malah menyerangku , dan anehnya Matriak Sui malah membelanya '. lanjut Xio Wan semakin membumbuinya.
' Kurang ajar Lacur itu ! beraninya mempermalukan anakku ! kalau dia bukan putri leluhur sekte , sudah dari dulu aku menyingkirkannya ! '. geram Xio Tan marah .
' Iya seharusnya ayah bertindak kepadanya , kususnya pemuda arogan itu'. Xio Wan terus membumbuinya.
' Tenang anakku , ayah sudah dari dulu punya rencana , mungkin sekarang saatnya ayah bergerak '. jawab Xio Tan menyeringai licik.
__ADS_1
' Apa rencana ayah ?'. Xio Wan penasaran.
'Ayah sudah bekerja sama dengan pembunuh bayaran kelompok bayangan dari kekaisaran Wu untuk membunuh Matriak Yun Sui'. jawab Xio Tan menyeringai kejam.
' Kalua begitu kapan ayah , mulai bergerak?'. tanya Xio Wan ingin tahu.
' Sekarang '. ucap Xio Tan memegang plakat kayu berukiran kepala Badak , kemudian memecahkan plakat tersebut.
Plakat kayu berukiran kepala Badak adalah plakat kayu pemberian dari kelompok pembunuh bayaran Bayangan sebagai alat komunikasi , selain itu juga sebagai tanda perintah pergerakan .
' Plakat apa itu ayah ?' Xio Wan penasaran.
' Ini plakat dari kelompok bayangan , jika ayah memecahkan plakat ini , itu tandanya rencana ayah kepada kelompok bayangan untuk membunuh matriak Yun Sui sudah boleh dimulai '. Xio Tan menjelaskan.
' Hahaha sangat nyaman...kita tunggu kematian matriak sekte dan bocah arogan itu ayah ! , dan She Sui akan segera menjadi miliku !'.mendengar penjelasan ayahnya Xio Wan tertawa senang .
' Aku juga sudah tidak sabar untuk menggoyang She Sui...aku ingin gaya dari belakang , haha !'. Xio Wan tertawa terbahak - bahak.
' Memang kamu saja yang ingin seperti itu ! aku juga ingin menggoyang matriak sekte Yun Sui , setiap hari membayangkannya dengan sabun sungguh membuatku tertekan !'. sahut Xio Tan tidak mau kalah dari anaknya.
' Makanya ayah menyuruh pembunuh bayangan untuk tidak membunuhnya secara langsung, aku ingin merasakan tubuhnya dulu haha '. lanjutnya.
' Apa ayah tidak takut kepada ibu?'. Xio Wan mengerutkan kening.
' Selama ibumu tidak tahu , tidak masalah , ayah juga sudah bosan dengannya , sekali-kali merasakan lembah surga yang lain , apalagi punya matriak sekte , pasti sudah menyempit lagi , karena 20 tahun tidak pernah dipakai haha'. jawab Xio Tan tertawa tak perduli.
Xio Tan hanya menggelengkan kepala saja , dia berfikir , jika sifatnya menuruni dari ayahnya , yang mudah bosan dengan keindahan .
Memang benar kata pepatah , buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
__ADS_1
Bersambung...