System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
K.S 23 Darah Adalah Kekuatanku


__ADS_3

Lian terus menusukan jarinya kepada mata mereka semua satu persatu, tangis pilu seraya terdengar , entah kenapa mendengar tangisan penderitaan , membuat Lian sangat nyaman , seperti mendengarkan musik yang meyentuh jiwa.


Iblis !


Benar-benar iblis !


Kata yang cocok untuk Lian .


Mana ada orang yang menghabisi lawannya dengan senyuman cerah diwajahnya , kalau orang itu bukan iblis yang berwujud manusia.


Bahkan iblis pun mungkin tidak seperti itu , bisa dikatakan Lian adalah iblis dari iblis itu sendiri.


' Hehe Darah adalah kekuatanku '. kekeh Lian sembari meminum darah yang menyembur keluar seperti air mancur yang keluar dari mata mereka.


Kakek tua yang melihatnya langsung bergidik ngeri , pasalnya pemuda yang terlihat biasa - biasa saja , ternyata iblis yang berwujud manusia. Ia tak sadar mengompol dicelana saking takutnya melihat kebrutalan Lian.


Genangan darah berceceran dimana - mana , orang-orang yang lewat melihat keadaan tersebut lebih memilih menjauh dan tidak perduli. Karena pemandangan tersebut sering mereka lihat jika para gangster saling berperang , jadi secara naluri mereka sudah tidak kaget dengan apa yang terjadi.


Otoritas keamanan juga sepertinya sengaja menutup mata , karena sudah menjadi aturan , siapa yang kuat berkuasa dan yang lemah akan ditindas.


Maka tidak heran jika terjadi kekacauan ,otoritas keamanan lebih memilih menutup mata daripada ikut campur masalah para gangster.


Walaupun mereka di dunia Modern tetapi aturannya seperti di dunia Kultiva.


Setelah menghabisi mereka semua , Lian menoleh ke arah kakek yang masih tergeletak di tanah , karena kakinya telah ditembak oleh salah satu dari mereka .


Dengan santai Lian berjalan kearah kakek tersebut kemudian berkata' Kamu tidak apa-apa kek ?'.

__ADS_1


' A aku tidak apa-apa nak '. ucap sang kakek memandang Lian ketakutan.


' Kakek jangan takut begitu , aku tidak akan bertindak jahat pada kakek '. ucap Lian tersenyum lebar.


' Te terima kasih nak , telah menolong nyawa orang tua ini '. sahut kakek sembari berusaha duduk dan memegang kaki yang telah terkena tembak.


Lian segera membantu kakek untuk duduk , kemudian memberi pil penyembuh yang ia ambil dari ruang system.


' Ini kek telan pil ini '. Lian menyodorkan 1 pil penyembuh pada kakek itu.


' I Ini apa nak '. ucap kakek sembari menerima pil tersebut.


' Itu pil yang bisa menyembuhkan luka kakek'. jawab Lian tersenyum .


Kemudian kakek tersebut menelan pil pemberian dari Lian , walaupun sedikit ragu.


' Pi pil apa ini nak , aku baru melihat pil sehebat ini , yang langsung menyembuhkan luka secara instan , dan tubuhku juga terasa sangat bertenaga'. ucap sang kakek tubuhnya bergetar hebat karena baru mengetahui ada pil sehebat tadi.


' Itu pil penyembuh kek , ya sudah sekarang kakek aku antar pulang saja'. jawab Lian santai kemudian memapah sang kakek berdiri.


' Namaku kakek Wibowo , nak , kalau kamu siapa namanya ?'.


' Namaku Cow Li An kek , panggil saja Lian'.


' Oh ya kenapa kakek bisa diburu oleh gangster Srigala dari wilayah utara ?'. lanjut Lian bertanya .


' Ceritanya cukup panjang nak '.

__ADS_1


' Awalnya aku bersama bawahanku , pergi ketempat calon menantu cucuku diwilayah utara, untuk membahas hari pernikahannya , karena sudah waktunya cucuku menikah agar semua warisan yang aku miliki, aku berikan padanya '.


'Tetapi saat sampai disana , kami dikejutkan dengan kelakuan tunangan cucuku itu , ternyata dia suka bermain wanita dibelakang cucuku , sering menghamili wanita lalu tidak bertanggung jawab , bahkan sering pergi ketempat pelacuran.'


' Aku dapatkan informasi tersebut , ketika kami memergokinya saat sedang berhubungan badan dengan banyak wanita dirumahnya sendiri , saat ditanya ia mengakui semuanya'.


' Dan saat itu juga , kami menemui orang tuanya dan memutuskan membatalkan kontrak pernikahan putranya dengan cucuku'.


' Saat itu mereka menerima keputusan kami , tetapi ntah kenapa , saat kami pulang , kami tiba-tiba dihadang oleh kelompok gangster , semua bawahanku dibunuh oleh mereka '.


' Ketika mereka sedang berurusan dengan bawahanku , aku mencoba kabur , tetapi mereka terus memburuku sampai sini '. Kakek wibowo menjelaskan panjang lebar , ada jejak kemarahan di wajahnya.


Lian mendengarnya hanya mengangguk santai , kemudian ia bertanya'. Apakah kakek mau aku antar pulang ?'.


' Boleh nak , itu mobilku disana'. jawab kakek Wibowo tersenyum senang sambil menunjuk kearah mobil yang ia parkir dipinggir jalan .


' Baiklah ayo kita pulang '. ucap Lian membimbing kakek wibowo berjalan masuk ke mobil.


Setelah kakek Wibowo memberitahu alamat kediamananya kepada Lian , Lian langsung mengemudi mobil menuju ke kekediaman kakek Wibowo.


Beberapa jam kemudian mereka sampai ditempat kediaman kakek Wibowo yang cukup mewah dan besar.


' Ini rumah kakek nak , kamu bisa mampir sebentar disini , kebetulan kakek butuh teman mengobrol , karena anak dan cucu kakek tidak tinggal bersama kakek, itu menjadikan kakek merasa kesepian '. ucap kakek Wibowo berharap .


' Baiklah kek , tidak mengapa' jawab Lian tersenyum .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2