System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
K.S 18 Mulai Beraksi


__ADS_3

Setelah Lian memandang rumah pak Wartono yang penuh kenangan tersebut , kemudian Lian dengan santainya melangkah pergi , ia bertekad akan menguasai bisnis bawah tanah seluruh wilayah kota jakarta.


Saat ia berjalan menelusuri sungai Ciliwung ia teringat sesuatu , kemudian Lian berhenti sejenak lalu bergumam '. hem ..bukanya aku mempunyai teknik ruang waktu , hadeeh..kenapa aku bisa lupa'. Lian menepuk jidatnya sendiri.


Lian mengedarkan indra illahinya , mencoba menemukan aura dari bos bawah tanah wilayah selatan Jakarta yaitu Andi .


' Sial siang -siang begini sudah ditempat pelacuran '. gumam Lian mengerutkan kening, ia telah menemukan keberadaan Andi bos bawah tanah wilayah selatan yang pernah berurusan dengannya .


Lian berfikir sejenak lalu bergumam '. Lebih baik aku beraksi nanti malam saja , jika siang-siang mencari keributan ditempat bisnis lembah surga , itu akan sangat mencolok sekali'.


' Mungkin kali ini aku akan mencari tempat kost saja dulu'. Lian mengangguk kemudian melangkah pergi , mencari tempat kost untuk tinggal sementara.


Malampun telah datang , Lian sudah mendapatkan tempat kost yang cukup sederhana , yang penting masih bisa buat istirahat itu lebih dari cukup, daripada tidur di kandang Kambing , pikir Lian.


Kini Lian sedang duduk sambil menikmati kopi dan rokok di depan teras kost. Dia sedang saling berkirim pesan dengan dokter cantik Angelin. Walaupun hanya sebatas obrolan yang tidak penting dalam pesan singkat, Entah kenapa keduannya saling nyambung satu sama lainnya.


Malam pun semakin larut , kini Lian tidak lagi saling berkirim pesan singkat dengan Angelin , karena Angelin sudah berpamitan untuk tidur.


' Sepertinya saatnya aku beraksi '. gunam Lian menyeringai kejam. Kemudian ia mengedarkan indra Illahinya mencari keberadaan Andi .


' Hem , sepertinya mereka sedang berkumpul '. gumam Lian .


Setelah menemukan keberadaan Andi. Lian dengan santai mengeluarkan teknik ruang waktu , kemudian menghilang dari kekosongan.


Blush !


Beberapa detik kemudian Lian sudah berada diatas atap bangunan tempat markas bos Andi.


Wush!


Tap. tap..


' Hem tempat ini lumayan besar juga, memang bagus untuk dijadikan markas mafia bawah tanah '. Lian menganggukan kepalanya, kemudian melompat kebawah.


wush!


Tap..tap..


' Siapa kau !'. ucap penjaga pintu terkejut , karena melihat Lian yang tiba-tiba sudah didepannya.


' Kau ingin mememui bos kalian '. sahut Lian tersenyum santai.


' Untuk apa kamu ingin menemui bos Andi'. ucap penjaga tersebut memicingkan matanya.


' Aku hanya ingin membayar hutang saja'. sahut Lian santai.

__ADS_1


Penjaga tersebut langsung memandang Lian penuh selidik , ia melihat pria tampan yang memakai kaos Partai , celana jeans sobek dibagian lutut , dan memakai sepatu buluk dari atas kebawah dengan penuh tanda tanya.


' Apa benar apa yang kau katakan '. tanya penjaga datar.


' Benar '. jawab Lian singkat.


' Kalau begitu , mari ikuti aku '. sahut penjaga tersebut mempersilahkan Lian untuk masuk.


Dengan santai Lian mengikuti penjaga pintu tersebut, beberapa saat kemudian mereka sampai diruang kusus para anggota gangster berkumpul .


' Kamu tunggu disini , tunggu bos membolehkan masuk '. ucap penjaga menghentikan Lian didepan pintu masuk.


Lian mengangguk santai , kemudian penjaga tersebut memasuki ruangan menemui bos Andi.


' Bos ada yang mencarimu '. ucap penjaga tersebut membungkuk.


' Siapa '. jawab Andi singkat.


' Tidak tahu bos , hanya saja ia bilang ingin membayar hutang'. sahut penjaga hormat.


' Suruh dia masuk '. jawab Andi datar.


Setelah mendapat persetujuan bos Andi , penjaga tersebut memanggil Lian untuk masuk .


Bos Andi melihat Lian langsung mengerutkan kening , kemudian berkata dengan datar' Apa kamu kesini ingin hutang'.


' Tidak , tepatnya aku ingin menagih hutang , karena dulu kamu sering membuatku berdarah-darah , saatnya aku ingin menagihnya darimu '.jawab Lian santai.


' Aku ingin darahmu '. Lanjut Lian tersenyum lebar.


Bos Andi langsung mengerutkan kening , kemudian berucap '. Semut sepertimu ingin membalas dendam padaku ? apa aku tidak salah dengar ?'.


' Sepertinya dia sudah gila bos , dengar-dengar istrinya telah dibawa pergi oleh si Badak Alex anak manja dari keluarga Kaliurang itu , hahaha..'. sahut salah satu bawahan Andi , kemudian tertawa terbahak-bahak dan diikuti oleh semua bawahan Andi .


Lian yang mendengar perkataan salah satu bawahan Andi , wajahnya langsung berubah jelek , dan berkata dengan datar '. Apa kalian mengenal Alex ?'.


' Haha bocah manja itu sering menggunakan jasa kami , istrimu memang bodoh , sampai terpikat dengan si Badak manja itu , atau memang kamu tidak bisa memuaskannya diatas ranjang , sehingga dia mau bertekuk lutut di pelukan si Badak Alex ? hahaha'. ucap salah satu bawahan Andi tertawa terpingkal-pingkal sampai mengeluarkan airmatanya.


BOOM !


ugh !


Brakh !


Lian langsung melesat menendang bawahan Andi yang sedang tertawa terpingkal-pingkal tersebut, sehingga terbang menabrak tembok bangunan dan langsung tak sadarkan diri , seketika membuat orang yang melihatnya langsung memasang wajah jelek.

__ADS_1


' Kau berani memukul teman kami , mati ! '. ucap salah satu bawahan Andi lainnya , kemudian berlari untuk memukul Lian .


Wush !


Slap !


Krakh !


Lian dengan santai menangkap tangan bawahan Andi sebelum pukulannya mengenai wajahnya. Kemudian Lian mematahkan tangan bawahan tersebut seperti mematahkan ranting yang sudah lapuk.


'Aarghh..! ' Raung bawahan tersebut kesakitan.


' Jika kalian ingin selamat , maka menyerahlah '. ucap Lian santai.


' Kurang ajar , kau tidak tahu siapa aku ! '. raung Andi marah, kemudian memerintah semua bawahannya untuk menyerang Lian.


' Kalian , bunuh bocah ingusan ini !'. lanjutnya.


' Baik !'. jawab mereka serempak, kemudian mereka menyerang Lian bersama-sama.


Wush ! wush ! wush !


Plak , Bug ! bug !


Krak ! krak ! kak !


Arrgh ! arrgh ! arrgh !


Serangan yang dilancarkan semua bawahan Andi ,seperti siput yang sedang berjalan di mata Lian .Sehingga tidak ada yang bisa mengenai Lian .


Kemudian dengan santainya Lian menampar wajah dan menendang kaki tepat pada lutut mereka , yang menyebabkan engkel lutut mereka geser dari tempatnya, membuat para bawahan Andi berjatuhan satu persatu di lantai dengan wajah bengkak seperti babi , dan memegang lutut kesakitan.


Andi yang melihat semua bawahan dikalahkan oleh Lian tanpa perlawanan yang berarti , seketika tubuhnya bergetar hebat , lidahnya kelu , lututnya lemas seperti orang habis melakukan pelepasan.


Andi tidak bodoh , orang yang dengan mudahnya mengalahkan semua bawahannya yang termasuk ahli beladiri dengan mudahnya , berarti orang tersebut termasuk orang yang tidak boleh disinggung .


Ia juga bingung kenapa Lian tiba-tiba begitu kuat seperti monster , padahal baru beberapa.hari ia masih sangat lemah .


Tetapi semua pertanyaan - pertanyaan dalam benaknya ia abaikan , yang terpenting sekarang adalah keselamatan hidupnya , pikirnya .


Brugh !


Andi langsung berlutut didepan Lian , kemudian berkata ' Ampuni nyawa saya tuan Lian , saya akan melakukan apa saja , jika tuan bersedia mengampuni nyawa saya'.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2