System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Cang Ming dan Yun Ma


__ADS_3

Sementara dikediaman keluarga Cang ,tepatnya didalam kamar yang cukup mewah, terbaring seorang pemuda yang wajahnya tidak bisa dikenali lagi , dia adalah Cang Ming , pemuda yang telah berani menyinggung Cow Li.


'Aduh biyung..bapake..mamake..tulung..'. tangis Cang Ming meraung , merasakan sakit yang tidak pernah dia rasakan seumur hidupnya.


Dari kecil Cang Ming dimanja , dan tidak ada yang berani mencelakainya, apa yang diinginkan harus menjadi miliknya , semua harus dipenuhi , maka dari itu tidak heran Cang Ming menjadi anak yang arogan dan egois.


Tap , tap..


Datang seorang pria paruh baya dan kedua wanita cantik disampingnya .


Dia adalah tuan kota Cang De dan kedua istrinya ,Su Yin Mei isteri pertama dan Yun Ma isteri kedua.


'Siapa orang yang berani mencelakaimu anaku !'. tanya Cang De kepada Cang Ming dingin.


' Tidak tahu ayah , aku hanya ketemu dia secara acak di rumah makan Bunga Perak'. jawab Cang Ming jujur.


' Apakah kau mengenali wajahnya'. lanjut Cang De bertanya .


' Kalau aku ketemu lagi mungkin dapat mengenalinya '. jawab Cang Ming singkat.


' Tenang , aku akan mencari dia untukmu , darah harus dibayar dengan darah '. ucap Cang De dingin.


' Kamu tidak apa-apa kan nak ?'. ucap Yin Mei ibu Cang Ming khawatir.


' Tidak apa-apa ibu , jangan khawatir'. jawab Cang Ming berbohong karena tidak ingin ibunya khawatir.


' Jujur saja sayang , kalau kamu sakit bilang saja '. sahut Yun Ma ibu tiri Cang Ming sekaligus selingkuhannya.

__ADS_1


' Ti tidak apa apa kok ibu '. jawab Cang Ming memaksakan senyum , yang sedikit mirip gorila karena wajahnya membengkak besar.


' Ya sudah kita pergi saja , biar dia istirahat '. ucap Cang De .


' Biar aku menemani Cang Ming , tidak baik dia sendirian , kalau butuh bantuan , biar aku yang membantunya'. sahut Yun Ma memberi penjelasan.


Cang De Dan Yin Mei hanya mengangguk setuju lalu mereka bergegas pergi.


Setelah kepergian mereka , Yun Ma langsung duduk didekat Cang Ming yang berbaring diatas ranjanhnya.


' Kamu tidak apa apa kan sayang ?, aku sangat khawatir '. ucap Yun Ma sembari memeluk Cang Ming .


' hanya sakit dibagian wajahku sayang '. jawab Cang Ming jujur.


' Kalau begitu , bolehkan aku membuatmu menghilangkan sedikit rasa sakit?'. ucap Yun Ma tersenyum genit.


' Mungkin dengan cara mengeluarkan air suci milik belut kesayangmu '. jawab Yun Ma yang tangannya sudah masuk memegang belut milik Cang Ming dibalik selimut.


' Kalau begitu lakukanlah sesuka hatimu'. Cang Ming tersenyum lembut.


Beberapa menit mempermainkan belut Cang Ming , Yun Ma melepas semua pakaian yang melekat dibadannya.


Terlihat badan montok wanita dewasa umur 40an , kulit kuning langsat seperti kelapa gading ,dipadukan dengan dua buah kenyal ukuran 36B yang sedikit turun kebawah , menambah gairahh laki-laki yang memandangnya.


Yun Ma naik keranjang , mengambil posisi jongkok , memastikan ketepatan dan kejituan belut Cang Ming tepat kedalam lembah surganya , yang sudah basah dan dipenuhi dengan pepohonan sekitarnya ,terlihat rapi karena perawatan ,lalu sedikit menekan kebawah.


Bliush !

__ADS_1


Ohh..


******* terendam terdengar dari keduanya. Merasakan nikmat yang tiada tara.


' Bagaimana rasanya sayang ?'. ucap Yun Ma rancu sambil bergoyang.


' Legit dan nikmat sayangku..?. jawab Cang Ming jujur.


' Kalo begitu aku akan mempercepat permainan '. gairah Yun Ma semakin meledak.


Cit ,cit ,cit


Plak , plak ,plak .


Suara decitan ranjang dan suara hentakan antara kulit Cang Ming dan Yun Ma, mewarnai malam yang terasa panas dan panjang.


Disertai cucuran keringat yang membasahi tubuh mereka masing - masing . Menciptakan rasa nikmat yang tak pernah terlupakan.


' Sayangku aku akan mencapai pelepasan '. erang Yun Ma yang sedikit lahi akan mencapai puncak , sembari mempercepat permainan.


' Mari kita sama sama mencapai pelepasn '. ucap Yun Ma yang sudah diujung .


'Baik'


' Ahhhhh'.


Keduanya terkulai lemas tak berdaya , sambil berpelukan , akhirnya tidur bersama.

__ADS_1


' Sungguh wanita dewasa tidak kalah dengan yang muda '. sambil bergumam Cang Ming memejamkan mata.


__ADS_2