
Setelah menghajar Lian ,Andi dan bawahannya meninggalkan Lian begitu saja tergeletak di pinggir jalan . Mereka tidak perduli dengan Lian sama sekali , yang penting sudah memberi peringatan kepadanya.
Beberapa Jam kemudian ,
Lian tersadar dari pingsannya , ia merasakan kepalanya yang sangat pusing , sembari memegang kepalanya ia terbangun dan mencoba untuk duduk .
' Dimana aku ini ?'. gumam Lian linglung.
' Ayah sudah bangun ?'. ucap Lita yang tiba-tiba datang membawa semangkuk bubur ditangannya.
' Lita ?' Lian melihat dimana suara anak kecil yang tiba-tiba menyapanya, dia adalah Lita putri kecilnya.
' Ayah , jangan bergerak dulu , ayah tadi dibawa tetangga yang menemukan ayah , katanya ayah pingsan dijalanan.'. Lita menghampiri Lian dan meletakan bubur di meja , kemudian membimbing Lian untuk duduk.
' Kenapa ayah bisa pingsan sih ?'. lanjut Lita bertanya penasaran.
' Ayah tidak kenapa-napa Lita , ayah tadi hanya terpelet dijalan '. sahut Lian berbohong , karena takut anaknya khawatir jika dia mengatakan sejujurnya.
' Apakah Lita boleh telpon mama, kalau ayah pingsan ?'. Lita menatap Lian .
' Tidak perlu , mamahmu sedang sibuk , mungkin sekarang sedang dipesawat , hari ini kan mamah pulang '. Lian tersenyum mengusap kepala Lita.
' Oh iya Lita lupa pah , mamah kan hari ini pulang, horee..mamah pulang..'. Lita kegirangan .
Lian yang melihat putri kecilnya terlihat sangat senang mendengar ibunya akan pulang , ia hanya menggelengkan kepala dan tersenyum bahagia.
Tetapi disaat Lian tersenyum melihat puterinya yang sedang bahagia , tiba-tiba telpon selulernya berbunyi , tanda ada pesan masuk.
Lian mengambil telpon selulernya dari saku celananya , kemudian membuka pesan singkat yang ternyata dari Tasya istrinya.
( Kayaknya aku tidak langsung pulang kerumah , karena akan menginap dirumah teman untuk sementara waktu, kasihan teman dirumah sendirian ) isi pesan singkat dari Tasya.
' Sayang , apa tidak bisa pulang dulu , pamit kepada Lita ? karena Lita tahunya kamu pulang hari ini '. balas Lian .
__ADS_1
( Tidak , kamu bilang pada Lita , hari ini aku lembur , bilang begitu apa kamu tidak bisa ! ) balas Tasya marah.
' Ya udah nanti aku bilang ke Lita , kamu hati-hati ya jangan telat makan , nanti sakit '. balas Lian perhatian.
( ya ) balas Tasya singkat.
Setelah melihat balasan dari Tasya , Lian menoleh kearah puterinya , lalu berkata' Maaf Lita tadi mamah SMS , bilang kalau mamah tidak jadi pulang sekarang , karena mamah masih sibuk.' kata Lian berbohong .
' Kok begitu pah ! Lita kangen mamah pah ! ' sahut Lita matanya memerah karena ingin menangis mendengar ibunya tidak jadi pulang rumah.
' Lita yang sabar ya , Mamah kan dokter..jadi mamah sangat sibuk..Lita tidak boleh egois..Lita kan anak baik'. Lian mencoba menenangkan Lita.
' Tapi pah ! mamah sekarang tidak pernah telpon Lita , mamah kalau ditelpon juga tidak pernah angkat , Lita kan kangen pah ! '. tangis Lita pecah.
Lian yang melihat putri kecilnya menangis, ia segera memeluknya dan berucap ' Lita yang sabar , mamah nanti juga pulang kok , bawa oleh oleh banyak buat Lita , Lita jangan nangis ya ? '.
Lita tak menjawabnya , ia hanya mengangguk , dan beberapa saat kemudian Lita tertidur didalam pelukan Lian.
' Papa juga merasa ibumu telah berubah Lita '. gumam Lian dalam hati , sembari memeluk putri kecilnya yang sedang tidur dipelukannya.
Tasya yang bilang jika ia tidak pulang kerumah , karena ingin menginap dirumah teman , ternyata dia sebenarnya menginap di Hotel bersama Alex.
Tasya dan Alex menyewa kamar hotel selama 1 munggu, Tentu yang membayar sewa hotel adalah Tasya dari jerih payah Lian dan hutang sampai-sampai Lian dihajar oleh Rentenir.
Demi kebahagiaan cinta pertamanya , Tasya tidak mau tahu tentang perasaan Lian jika ia mengetahuinya. Yang penting Alex senang , apapun akan Tasya lakukan .
Sungguh sifat seorang wanita yang terpuji.
Kini mereka berdua sedang tiduran sambil telanjang , karena kecapaian baru melakukan pelepasan.
' Sayang , aku ingin ngomong sesuatu '. ucap Tasya ragu , ia kini sedang tiduran dan kepalanya bersandar di dada Alex . dan tangannya mengusap-usap perut Alex yang buncit.
' Ngomong apa '. sahut Alex santai sembari menghisap rokok ditangannya.
__ADS_1
' Aku akan jujur jika aku sudah bersuami '. jawab Tasya jujur.
Plak !
Alex menampar wajah Tasya , kemudian mendorongnya keras sehingga Tasya jatuh ke lantai dari tempat tidurnya.
Alex bangkit dari tidurnya kemudian kakinya menginjak kepala Tasya dan berbicara '. Lacur ! kenapa kau tidak pernah memberitahuku ! '.
Alex emosi , setelah menginjak kepala Tasya kemudian menendang perutnya.
Bug !
Ugh !
Tasya yang ditendang perutnya , langsung meringis kesakitan dan berucap '. Tolong sayang , jangan memukulku lagi , semua itu karena aku terpaksa'.
' Kalau begitu ceraikan suamimu ! '. sahut Alex marah .
' Baik sayang , aku akan menceraikannya'. ucap Tasya berusaha bangkit dari lantai.
' Aku juga ingin melihat seperti apa suamimu '. jawab Alex dingin.
' Baik , kalau begitu nanti kamu ikut aku pulang kerumahku '. ucap Tasya memeluk pria gendut didepannya.
Bersambung...
--------------------0000--------------------
Maaf reader S.D.P... jangan pada marah dulu, Author kan sudah menjelaskan, bahwa MC sedang menjalani hukuman kesengsaraan , agar alurnya tidak acak , maka Author menyuguhkan alur yang halus untuk kalian , supaya kalian memahami isi cerita Novel ini .
Mungkin sangat menjengkelkan jika MC menjadi terlalu naif dan lemah , tetapi itu bagian dari perjalanan kehidupan MC.
Padahal Author juga sudah menjelaskan jauh-jauh hari di bab-bab sebelumnya , Suatu saat MC akan mengalami KESENGSARAAN HIDUP untuk bisa pergi ke Alam Suci tempat asalnya dulu..itu jika si MC lulus ujian Kesengsaraan Hidup , apakah MC lulus ujian Kesengsaraan ? simak saja terus cerita yang tak terduga dalam Novel ini...
__ADS_1
Selamat membaca .