
BOOOOM !
BOOOM !
BOOOOM !
Serangan bertubi-tubi dari bawahan Wu Nang tidak ada yang mengenai Cow Li , karena Cow Li telah menggunakan teknik ruang waktu untuk mengecoh mereka .
' Sial ! kemana bocah itu ! '. ucap salah satu bawahan Wu Nang kesal , karena serangan mereka tidak ada yang mengenai Cow Li. Tetapi pada saat bersamaan pandangannya menjadi gelap.
Pluk !
Kepala bawahan tersebut tiba-tiba menggelinding di lantai , tanpa ia sadari siapa yang memenggalnya .
' Kalian harus hati hati , bocah ini sangat licin ! '. teriak salah satu bawahan lainnya , yang melihat kepala temannya sudah lepas dari tubuhnya . Tetapi setelah berteriak ia juga mengalami nasib yang sama dengan temannya , kepalanya terlepas dari badannya. Yang membuat para bawahan Wu Nang yang lainnya tanpa mereka sadari melangkah mundur karena rasa takut yang merasuki hati mereka.
' Monster !'. gumam hati mereka serempak dengan wajah penuh ketakutan.
' hehehe'. kekeh Cow Li dengan senyum lebar , yang tiba-tiba muncul dari kekosongan, ada pedang karatan yang penuh darah di tangannya.
' Si siapa kau , aku adalah Wu Nang tetua dari keluarga Wu , jika kau membunuh kami , keluarga Wu akan memburumu '. ucap Wu Nang ketakutan , ia mengandalkan nama keluarga agar pemuda didepannya berfikir dua kali untuk membunuhnya , tapi siapa pemuda di depannya , justru merasa kebetulan sekali jika bertemu dengan orang orang dari keluarga Wu.
' Haha dari keluarga Wu yah ? kebetulan sekali !'. ucap Cow Li kemudian melesat dengan cepat kearah mereka .
Wush ! wush ! wush !
Pluk ! pluk ! pluk !
Dengan secepat kilat Cow Li memenggal semua kepala bawahan Wu Nang , tanpa perlawanan yang berarti , karena kecepatan Cow Li yang diluar pemahaman mereka. Kini hanya menyisakan Wu Nang seorang.
Brukh !
Wu Nang yang melihat semua bawahannya mati tanpa kepala , tubuhnya langsung lemas , lidahnya kelu , tubuhnya bergetar ketakutan , kini yang ia harapkan adalah sebuah pengampunan dari pemuda didepannya, melawanpun percuma , ia sudah melihat dengan mata kepala sendiri , jika pemuda tersebut bisa menghindar dari semua serangannya dengan mudah.
Kini ia harus memohon pengampunan dari pemuda yang ntah dari mana asal usulnya , meski harus mengorbankan harga dirinya sebagai orang yang cukup kuat dan ditakuti oleh orang-orang .
__ADS_1
' Tuan muda , tolong ampuni orang tua yang buta ini , yang tidak tahu tingginya gunung , selain gunung istri sendiri '. ucap Wu Nang dengan tubuh gemetar ketakutan .
' Eh keceplosan tuan muda , ampun...ampun..'. lanjut Wu Nang yang keceplosan mengucapkan gunung isteri sendiri. Padahal ia tidak bermaksud untuk bercanda dalam masa-masa hidup dan mati.
' Dasar otak mesum , yang dipikirkan cuma gunung dan lembah wanita saja ! '. pekik She Sui yang langsung menendang Wu Nang .
BOOOM !
ugh !
Brakh !
Wu Nang yang ditendang oleh She Sui langsung terjungkal kebelakang dan menabrak tembok dibelakangnya.
' Maaf Nona , ampuni orang tua yang tak tahu diri ini '. ucap Wu Nang yang langsung bersujud diatas lantai.
' Aku paling benci dengan pria yang otaknya mesum !'. sahut She Sui yang langsung menendang kepala Wu Nang hingga berdarah , tetapi tidak sampai mati , karena perbedaan kekuatan She Sui dengan Wu Nang .
Cow Li yang mendengar perkataan She Sui menjadi tersenyum kecut , pasalnya ia sendiri juga orang otaknya paling mesum se dunia.
Ugh !
Braakh !
' Tolong nona ampuni orang tua ini nona..!' raung Wu Nang menangis histeris.
' Aku akan membunuhmu mesum !'. She Sui langsung mengeluarkan pedangnya dari cincin ruangnya , kemudian menebas kearah leher Wu Nang , tetapi sebelum pedang sampai ke leher Wu Nang , Cow Li tiba-tiba menahannya.
' Tunggu Sui'er '. Cow Li menangkap tangan She Sui .
' Aku punya cara untuk membuatnya menderita dalam keputusasaan '. lanjut Cow Li menyeringai kejam.
She Sui tidak menjawabnya , dia hanya mengangguk kemudian menghampiri Su Nui yang dari tadi diam ketakutan .
' Tolong tuan muda ampuni nyawa orang tua ini '. tangis Wu Nang memohon.
__ADS_1
' Aku akan mengampunimu , tapi ada saratnya '. ucap Cow Li tersenyum ringan.
' Sarat apa tuan muda , aku akan menuruti asal nyawaku diampuni '. sahut Wu Nang ada secercah harapan diwajahnya.
' Potong belutmu ' ucap Cow Li tersenyum lebar.
Apa !
Diam !
Memotong belut ?!
Jangan bercanda !
Bukannya sama saja ia menjadi kasim ?!
Ketahuilah jika laki-laki normal kehilangan belut itu sama saja dengan kehilangan nyawanya , untuk apa hidup kalau tidak mempunyai belut , lebih baik menjadi orang tersmiskin didunia daripada menjadi orang kaya sedunia tetapi tidak mempunyai belut kesayangan.
Tetapi berbeda dengan pria yang otaknya ada dipantat , mereka ada yang suka rela menghilangkan belut kesayangan demi penyimpangannya. Benar-benar orang ter idiot didunia.
Sedangkan Wu Nang adalah pria normal, yang tidak bisa lepas dari kenyamanan Gunung dan lembah seorang wanita .Memenuhi sarat dari Cow Li sama saja bunuh diri . Pikirnya.
' Tolong tuan apa tidak ada sarat lain ?'. Wu Nang semakin tertekan.
' Ada , aku ingin kepalamu , tinggal pilih saja , mau melepas belut atau kepala'. ucap Cow Li tersenyum lebar.
Wu Nang terdiam frustasi , pasalnya pilihan Cow Li adalah sama saja , pilihan yang sulit untuk seorang pria normal seperti Wu Nang.
' Bagaimana ?, jangan terlalu lama , waktuku sangat berharga pak tua '. ucap Cow Li membangunkan lamunan Wu Nang.
' Baik aku akan memilih memotong belut'. Ucap Wu Nang berderaian air mata, kemudian dengan memejamkan matanya ia memotong belut kecil kesayangannya.
Lebih baik kehilangan belut dari pada nyawanya , tidak mengapa kehilangan belut asalkan masih bisa makan sate . pikirnya
Bersambung ..
__ADS_1