
Waktupun terus berlalu , kini sudah sebulan lebih pernikahan Lian dan Karin.
Seperti biasa Lian masih menjadi menantu sampah yang berwibawa , hari-harinya hanya makan tidur ,makan tidur tidak ada kegiatan apapun , itu yang membuat Rani ibu mertuanya sangat geram.
Sedangkan pak Anton ayah mertuanya tidak perduli sama sekali , kini ia sibuk melakukan bisnis diluar kota.
' Apa suami sampahmu masih belum bangun ?'. tanya Rani kepada Karin .
' Bukanya ibu sudah tahu kalau dia bangun siang ?'. jawab Karin sembari memakan sarapan paginya.
' Sampah itu benar-benar keterlaluan , istrinya sibuk kerja dia malah enak-enakan tidur ,bangun makan , tidur lagi , aku sudah muak lihatnya '. sahut Rani geram.
' Kalau bukan kakekmu yang menjodohkan dia dengan kamu , aku tidak akan sudi menerima mantu sampah seperti dia'. lanjut Rani menggertakan giginya.
' Sudahlah , ibu aku mau berangkat kerja dulu '. sahut Karin kemudian ia berpamitan berangkat kerja.
Setelah melihat Karin berangkat kerja , Rani menoleh ke kamar Karin , lalu berjalan menuju kamar Karin , berniat membangunkan Lian sang menantu sampahnya . Rani ingin memarahi Lian sejadi jadinya mumpung Karin tidak ada dirumah.
Brakh !
Rani menendang tempat tidur.
' Bangun sampah ! dasar pemalas !'. teriak Rani membangunkan Lian dengan menendang tempat tidur.
Wush !
Slap !
__ADS_1
Brugh !
Lian yang kaget dan terbangun, dengan cepat ia menarik tangan Rani hingga terjatuh diatas ranjang dengan posisi terlentang.
Kemudian , menindih tubuh Rani sembari tangannya memegang kedua tangan Rani .Wajah mereka berdua kini saling berhadapan.
' Kamu jadi wanita kenapa berisik sekali , apa ingin aku sumpal mulutmu ha ?'. ucap Lian dingin.
' Ka kamu apa yang akan kamu lakukan '. ucap Rani panik.
' Hoho ..sepertinya kamu harus diberi pelajaran, agar tidak terus berisik '. sahut Lian menyeringai kejam , kemudian me lu mat bibir Rani yang ranum.
Mmm..mmm..
Rani tidak bisa berucap sepatah katapun , karena Lian terus me lu mat bibirnya.
Lian terus membungkam mulut Rani dengan ciuman yang panas. Anehnya Rani yang awalnya takut dan panik kini mulai terbawa hasrat terpendamnya yang sudah terpancing keluar oleh permainan Lian.
Duar !
Hasrat Rani meledak , bagaimanapun ia juga wanita normal , yang bila di rang sang hasratnya akan bangkit.
Tanpa Rani sadari ia sudah mulai membalas ciuman Lian dengan liar, tangan Lian juga sudah menyelinap masuk kedalam C.D nya , dan memasukan jari tengahnya kedalam lembah surga miliknya.
Oh...
Rani men de sah, tubuhnya sudah mulai menegang.
__ADS_1
Perlakuan Lian yang mempermainkan lembah surganya dengan jari tengahnya membuat Rani hilang akal sehatnya. Tanpa terasa cairan bening keluar dari lembah surganya, yang menandakan jika ia sudah siap di gagahi.
Disamping itu Lian juga menghisap gunung kenyalnya , yang membuat wanita cantik berumur 40 tahun itu tidak berdaya. ia sudah pasrah dengan apa yang dilakukan menantu sampahnya kepada dirinya.
Setelah membuat Rani pasrah dengan apa yang ia lakukan tiba-tiba ada suara telpon dari ponselnya.
Kring...kring...kring...
Mendengar ada suara telpon dari ponselnya , Lian langsung menghentikan aktifitasnya , kemudian ia membuka panggilan telpon , yang ternyata dari Andre bawahannya.
( Hallo bos ) suara Andre dibalik telpon.
' Iya ada apa Ndre '. jawab Lian santai.
( Ma Maaf bos, jangan lupa hari ini ada pertemuan, kita tidak boleh terlambat datang kesana') jawab Andre .
' Oh iya aku lupa , tunggu ,aku akan segera kesana '. jawab Lian singkat kemudian mematikan telponnya.
Tanpa memperdulikan Rani yang masih terbaring menunggu kelanjutan permainannya , Lian langsung bangkit dari tempat tidur karena ingin segera pergi kepertemuan para bos Mafia.
Tetapi sebelum ia turun dari ranjang ,tiba-tiba Rani menarik tangan Lian dan berkata' Kamu mau kemana , kamu sudah membuatku begini , apa kamu mau meninggalkanku begitu saja ?!'.
' Maaf , aku ada keperluan mendadak , aku harus pergi '. jawab Lian santai.
' Kamu tidak boleh seenaknya datang dan pergi , kita harus menyelesaikan ini sampai tuntas '. jawab Rani sembari menciumi Lian dengan ganas.
Bersambung....
__ADS_1