
' Berbicara berdua ? kenapa harus berdua saja ? apakah ada hal penting yang ingin dibicarakan? '. Cow Li termenung sejenak .
' Jangan diam saja , ayo ikut bibi , dan kamu She Sui tunggu disini dulu untuk menjaga kediaman kita ,ibu mau berbicara penting dengan calon menantuku '. Yun Sui membangunkan lamunan Cow Li , kemudian menyuruh She Sui untuk menunggu .
' Baik ibu , She Sui akan menjaganya , ibu jangan lama-lama'. jawab She Sui setuju.
' Ayo menantu , ikuti bibi '. Yun Sui segera membimbing Cow Li untuk mengikutinya.
Beberapa saat kemudian .
Mereka sudah sampai di sebuah Gua yang terlihat cukup kecil, yang tersembunyi ditengah hutan.
Wush !
Tap, tap..
' Ini adalah Gua yang sering aku gunakan untuk bermeditasi dulu , dahulu juga leluhur sekte sering bermeditasi disini sebelum tiada'. Yun Su menjelaskan , kemudian membimbing Cow Li untuk masuk.
' Mari masuk'.
' Terus apa hubungannya denganku sehingga bibi membawaku kesini , hal apa yang akan bibi bicarakan?'. Cow Li bertanya polos , sembari melihat-lihat sekeliling Gua .
Walaupun Gua terlihat kecil dari luar, tetapi didalamnya cukup luas , ada tempat tidur dan kolam kecil disana , suasananya sangat nyaman dan sejuk, ada juga buah-buahan yang tumbuh disana , seperti Terong , Mentimun , dan pohon Pisang disana. Ntah apa tujuan orang yang menanam buah-buahan tersebut, hanya orang itu yang tahu.
' Kamu tahu kan bibi sudah 20 tahun tidak pernah dijamah oleh laki-laki , hanya karena janji setia yang konyol terhadap mendiang suamiku dulu '. Jawab Yun Sui menatap Cow Li serius.
__ADS_1
' Karena janji konyol itu bibi memutuskan untuk tidak akan lagi menikah atau berhubungan dengan seorang pria '.
' Oleh karena itu bibi menanam buah-buahan seperti Terong ,Mentimun dan Pisang , dengan tujuan jika hasrat bibi sedang meledak dan ingin melakukan pelepasan , bibi bisa memakai buah-buahan itu tanpa harus dengan laki-laki , yah walaupun tak senyaman dengan laki-laki yang asli , setidaknya bisa sedikit melampiaskan hasrat terpendam bibi'. Yun Sui menghela nafas berat. Ada tekanan batin yang selama ini ia rasakan , sebagai wanita normal ia tahu menahan hasrat biologis itu sangat tidak nyaman , bermain bersama Terong dan Mentimun itu sangat memalukan , tapi mau bagaimana lagi , nasi sudah menjadi bubur , janji konyol dengan mendiang suami , mau tidak mau harus dia tepati.
Cow Li hanya diam saja , ia berfikir jika laki-laki dan wanita sebenarnya sama saja , ketika hasrat mereka sedang meledak , dan tidak ada pasangan untuk menyalurkan maka banyak cara untuk menyalurkannya .
Seperti halnya kebanyakan laki-laki , jika mereka tidak ada pasangan untuk menyalurkan hasratnya , maka solusinya adalah dengan bermain sabun atau dengan kambing jika otaknya sudah konslet.
Begitu juga dengan wanita , mereka juga seperti laki-laki , hanya saja mereka paling pandai menyembunyikan privasinya .
' Terus tujuan bibi membawaku kesini untuk apa ?' tanya Cow Li yang sok polos.
' Puaskan aku sebelum kita berpisah , aku punya firasat jika kamu tak akan kembali ke kota Jiang ini '. jawab Yun Sui jujur , sembari membuka celana Cow Li , dan langsung me lu mat batang agung milik Cow Li , tanpa meminta persetujuan yang punya.
Beberapa saat kemudian , keduanya sudah sama-sama siap untuk bertempur , tak ada sehelai benangpun menutupi tubuh mereka.
' Li'er lakukanlah , puaskan bibi , jangan ragu'. Yun Sui berbaring diatas batu yang mirip dengan tempat tidur ,kemudian ia merenggangkan kedua pahanya , terlihat lembah tanpa rerumputan terpampang jelas yang sudah basah kuyup.
' Baik bibi '. Cow Li mengangguk , kemudian dengan hati-hati ia memasukan pusakanya kedalam lubang basah didepannya.
Blless !
' Auw ' Yun Sui mengerang .
' Lakukanlah sesuka hatimu , tubuh ini milikmu '. ucap Yun Sui merancu.
__ADS_1
Plak plak plak !
Suara benturan kulit antara keduanya semakin keras , karena Cow Li mempercepat gerakannya.
' Tolong bibi balikan badan , aku ingin dari belakang '. Cow Li membimbing tubuh Yun Sui untuk membelakanginya. Setelah posisinya sudah pas , kemudian Cow Li memasukan pedang pusakanya kedalam lembah basah milik Yun Sui dari belakang .
Plak plak plak plak !
Cow Li terus mempercepat gerakannya , sembari menjambak rambut Yun Sui , sehingga kepala Yun Sui mendongak keatas.
Beberapa jam kemudian.
' Jangan dikeluarin sayang !
Jangan dikeluarin !
plak plak plak !
Tolong jangan dikeluarin dulu sayang !
Jangan dikeluarin !
Yun Sui merancu tidak jelas , ia tidak ingin menantu tampannya mengeluarkan air sucinya ,walaupun dia sendiri sudah keluar berkali-kali. Sungguh calon ibu mertua yang sangat egois.
Bersambung....
__ADS_1