
Setelah melakukan pelepasan berkali - kali akhirnya Fei Si ambruk tak perdaya di dada bidang Cow Li dengan senyum bahagia.
Hanya beberapa saat Fie Si mulai memejamkan mata , terdengar suara pelan dari laki-laki yang berada dibawah pelukannya.
' Apakah bibi sudah puas ?'. ucap Cow Li tersenyum.
Deg !
Fei Si terkejut dan segera melepas pelukanya.
Dengan suara gagap dia menjawab '. A apa kamu su sudah sadar ?'. Fei Si panik.
' Tenang bibi , jangan takut , sebenarnya aku masih sadar , hanya saja aku ingin tahu apa maksud bibi memberi racun afrosidiak padaku '. jawab Cow Li santai .
' A aku , aku tidak tahu , ma maafkan aku '. Fei Si semakin panik dan malu.
' Apa bibi tidak takut ketahuan oleh suami bibi ?'. ucap Cow Li tersenyum .
' Aki sudah tidak punya suami '. jawab Fei Si malu.
' Hemm'. Cow Li mengangguk mengerti .
' A apakah nak Cow Li marah padaku ?!. tanya Fei Si menunduk malu.
' Jika nak Cow Li marah , silahkan hukum aku yang telah lancang memberi racun afrosidiak padamu '. lanjut Fei Si pasrah.
' Bagaimanapun juga bibi sudah lancang memberi aku racun Afrosidiak , maka aku akan menghukum bibi '. ucap Cow Li menyeringai penuh misteri.
__ADS_1
' A apa yang nak Cow Li inginkan untuk menghukum aku , silahkan aku tidak keberatan '. jawab Fei Si pasrah .
' Aku belum mencapai pelepasan , maka dari itu bibi harus tanggung jawab '. ucap Cow Li sembari bangkit dari tidurnya .
'Sebagai hukuman bibi harus membuatku mencapai pelepasan '. lanjut Cow Li langsung menghisap gunung kenyal milik Fei Si.
'aauhh ..
Fei Si langsung menggelinjang , merasakan nikmat yang luar biasa.
' Silahkan bibi turun dari tempat tidur, aku akan melakukanya dari belakang '. Cow Li mengarahkan .
Tubuh menunduk , tangan berpegangan pinggiran ranjang tempat tidur , Fei Si siap dihukum dari belakang.
Cow Li segera mengarahkan belut kesayangan kearah lubang lembah basah milik Fei Si.
'Auh..'Fei Si mengerang , merasakan sensasi permainan yang tidak pernah dilakukan suaminya dulu , karena suaminya melakukan itu hanya gaya monoton pada umumnya saja, tidak pernah berganti dengan gaya apapun.
' Jika kamu menghukumku dengan cara seperti ini , aku mau dihukum olehmu selamanya '. ucap Fei Si yang nafasnya semakin memburu.
Menit ke menit telah terlewati , akhirnya Cow Li akan segera mencapai pelepasan , dia ia semakin mempercepat gerakannya.
' Bibi sebentar lagi aku akan pelepasan , apakah mau dikeluarkan didalam apa diluar?'. Cow Li meminta pendapat.
' Di dalam saja nak , tenang saja bibi tidak akan hamil , karena bibi sudah dinyatakan mandul '. jawab Fei Si menjelaskan.
' Baiklah kalau begitu'.
__ADS_1
Cit cit cit
plak plak plak
Gerakan Cow Li semakin cepat , membuat decitan ranjang , dan suara tabrakan kulit semakin keras , Qing Yi yang sedang tidur diranjangpun ikut bergetar , untung Fei Si memberi obat tidur kepadanya , jadi Qing Yi tidak akan bangun.
' Bibi , aku akan keluar...! pekik Cow Li
' Keluarkanlah nak..'.
Brugh !
Akhirnya merekapun ambrug dan tertidur diatas ranjang dengan posisi Fei Si tengkurap, dan Cow Li diatasnya ,sembari memeluk tubuh montok Fei Si dari belakang.
' Terima kasih bibi cantik , telah menerima hukuman dariku '. ucap Cow Li berbisik.
' Aku yang seharusnya berterima kasih nak tampan , karena telah memberi hukuman padaku '. jawab Fei Si tersenyum bahagia.
' Bibi mau terus dihukum dan menjadi budakmu , asal nak tampan berjanji tidak akan meninggalkan bibi '. lanjut Fei Si.
' Saya tidak bisa berjanji bibi , untuk masalah hukuman , biarlah waktu yang menjawabnya'. jawab Cow Li tersenyum sembari mengecup punggung Fei Si lalu membalikan Fei Si menghadap kepadanya.
Dan akhirnya merekapun tidur bersama dengan seutas senyum bahagia .
Di sisi lain.
' Sial , kenapa si Luwak lama sekali , sedang makan batu apa !'. gerutu Ba Li yang duduk dibawah pohon depan kedai ,menunggu tuannya makan, sambil terus menggerutu.
__ADS_1