
Bagaimanapun juga Fei Si adalah wanita yang normal , dan setiap wanita pasti ingin merasakan kebutuhan Biologis , itu kebenaran mutlak dan itu pasti.
Terong bukan solusi yang tepat , setelah sepeninggal suami tercintanya , Jika dia harus menepati janji-janjinya kepada mendiang suaminya , itu sangat konyol.
Memang benar apa kata pepatah '. Janji sehidup semati adalah bualan semata , semua itu hanyalah untuk menarik pasangan menuju tempat tidur '.
Benar atau salahnya , kebanyakan banyak benarnya. Jika Fei Si mengingkari janji akan tetap setia pada mendiang suaminya itu adalah manusiawi.
Pepatah bijak mengatakan '. Buat apa hidup kalau kamu tidak bisa ngesek.'
Sementara saat ini Cow Li dan Qing Yi sedang menyantap makanannya .
' Walaupun makanan ini sangat sederhana , tapi rasanya sangat nikma ya , tidak kalah dengan rumah makan mewah '. ucap Qing Yi yang dengan lahapnya memakan hidangan yang dipesannya.
' Iya , selain bibi Fei Si sangat sangat montok , dia juga pandai memasak '. jawab Cow Li jujur.
' Apa katamu ! apa aku kurang montok !'. sahut Qing Yi kesal.
' Hehe jika dibandingkan dengan bibi Fei Si punyamu sedikit kalah dengannya '.
' Tetapi apapun pada dirimu , aku akan menerimamu apa adanya '. lanjut Cow Li membual.
' Benarkah ? '. jawab Qing Yi tersipu bahagia.
' Iya cintaku '. jawab Cow Li tersenyum kecut .
' Kata temanku ,jika payudara sering di re mas , akan membuat menjadi besar dan montok', mulai sekarang, sayang harus sering me re mas ya'.
' Aku tidak mau kalah dengan bibi Fei Si !'. ucap Qing Yi meminta.
' Hadeeh itu hanya mitos !'. jawab Cow Li menggelengkan kepalanya , dia tak menyangka jika wanita didepannya benar-benar lugu.
Beberapa menit kemudian .
__ADS_1
' Sayang, setelah makan kenapa diriku terasa sangat ngantuk '. ucap Qing Yi yang sesekali mengedipkan matanya karena merasa matanya sangat ngantuk.
' iya , tapi kalau aku , badan terasa panas dan entah kenapa belut kesayangan tiba-tiba bangun dan meronta-ronta '. jawab Cow Li keheranan.
Qing Yi yang sudah tidak bisa menahan kantuknya , seketika langsung tertidur pulas dikursi sambil duduk. Hanya Cow Li yang tampak gelisah.
' Ada apa denganku , kenapa tiba-tiba terasa panas dan belut kesayangan meronta-ronta ?'. gumam Cow Li kebingungan.
( Ding )
( Itu karena tuan terkena racun Afrodisiak )
' Apa itu afrodisiak ?'. tanya Cow Li pada system .
( Racun pembangkit gairah )
' Terus siapa yang meracuniku?'. Cow Li keheranan.
( Siapa lagi kalau bukan Fei Si )
' Bibi Fei Si ?'. Cow Li sedikit kaget tak percaya.
' Ngapain aku hutang penawar racun ? ini tidak buruk , ini juga kesempatan untukku , menikmati tubuh montok bibi Fei Si , xixi'. kekeh Cow Li dalam hati , kemudian dia pura-pura tak sadarkan diri .
( Dasar ! semua laki-laki sama saja !) system merajuk.
Fei Si yang melihat mereka berdua tak sadarkan diri ,bergegas menghampiri dengan senyum kemenangan.
' hehe , akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan '. kekeh Fei Si dalam hati dengan senyum kemenangan.
Setelah itu Fei Si membawa mereka berdua ke kamar pribadi miliknya.
Tanpa basa basi Fei Si langsung melucuti semua pakaian Cow Li tanpa perduli dengan Qing Yi ada disebelahnya.
Melihat pria tampan didepannya yang sudah telanjang bulat ,seketika Fei Si menelan air salivanya dengan nafas Fei Si semakin memburu .
__ADS_1
' Aku tak percaya , jika belutnya 5 kali lebih besar dari punya suamiku dulu , ini adalah anugrah '. gumam Fei Si sembari melepas semua pakaian yang dia kenakan .
Setelah pakaian terlepas , Fei Si menghampiri Cow Li , memegang belut kesayangan Cow Li dengan lembut , lalu mempermainkanya dengan mulut kecilnya.
Slop , mmm.. slop..
Owh... Cow Li mengerang keenakan. Dia terus pura-pura tak sadarkan diri, agar Fei Si mendapatkan tubuhnya sepenuhnya , bagaimanapun juga dia adalah pria normal , melihat keindahan yang menginginkannya , dia tidak boleh menolaknya.
Hanya laki-laki bodoh yang menolak keindahan , bisa dipastikan mungkin laki -laki itu sesama penyuka pedang-pedangan.
Setelah puas mempermainkan belut Cow Li dengan mulutnya , kemudian Fei Si memosisikan dirinya duduk tepat diatas belut Cow Li .
Dengan lembut tangan Fei Si memegang belut Cow Li membimbing kearah lembah surganya yang sudah basah kuyup .
Disekitar lembahnya tumbuh banyak bulu-bulu rapi yang mengelilinginya, sudah dapat dipastikan Fei Si sangat memperhatikan lembah surganya.
Bleesh ..
Ouh..
Fei Si mengerang , menggigit bibirnya sendiri merasakan nikmat yang sudah tiga tahun tidak pernah ia dapatkan semenjak meninggalnya sang suami.
Cit , cit ,cit
plak , plak , plak
Suara hentakan antara kulit Fei Si dengan kulit Cow Li dipadu dengan suara decitan ranjang pribadi Fei Si.
' ah , uh , ah uh
' ini nikmat , ini anugrah , ini surga ' Fei Si merancu tak karuan , merasakan nikmat yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Menit ke menitpun berganti , Fei Si sudah 5 kali pelepasan , akhirnya ia menyerah dan ambruk dengan tubuh lunglai diatas dada bidang Cow Li.
' Maafkan suami , aku telah mengingkari janjiku padamu , aku tidak tahan dengan semua ini , bermain dengan terong membuat diriku sangat frustasi'. gumam Fei Si , lalu ia tertidur dengan senyum bahagia dipelukan Cow Li.
__ADS_1