System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Memusnahkan Keluarga Xio 2


__ADS_3

Setelah membunuh Xio Wan kini Cow Li dan Yun Sui melesat kearah kamar yang sangat mewah , didalamnya ada dua orang yang baru saja selesai melakukan pelepasan .


' Suami , kenapa baru sebentar sudah keluar?'. Wan Qia isteri dari tetua Xio Tan.


' Ini karena aku sedang capek ! '. kilah Xio Tan tertekan , pasalnya itu adalah pantangan bagi laki-laki jika ditanya seperti itu .


Dan bukan rahasia umum lagi , laki-laki jika tidak bisa memuaskan pasangannya itu membuat mereka sangat frustasi. Banyak para lelaki dengan segala cara untuk membuat belutnya bisa bertahan lama , ada yang melakukan pijat urut , mengkunsumsi obat-obatan dan lain sebagainya. Dan juga tidak sedikit pria yang frustasi dan melakukan bunuh diri karena mempunyai belut yang telah mati suri.


' Halah , itu hanya alasanmu saja , bilang saja belutmu sudah tidak perkasa lagi '. sahut Wan Qia mencibir.


' Sudah kecil , lembek pula '. dengus Wan Qia.


' Kamu sungguh membuatku tertekan , jika kamu bilang seperti itu lagi , aku tidak akan segan-segan membunuhmu !'. raung Xio Tan frustasi kemudian mencekik leher Wan Qia yang berada disebelahnya.


Kekh!


Xio Tan hilang kendali , darah tinggi naik drastis , hanya karena ejekan dari istrinya yang sudah berpuluh -puluh tahun bersamanya.


Mengatakan belut kecilnya lembek dan tak kuat lagi adalah suatu hal yang menjadi pantangan olehnya , jadi wajar Xio Tan marah tak terbendung lagi .


' Apakah ini watak seorang walikota , yang tega ingin membunuh istrinya sendiri , hanya karena mengatakan belutmu kecil dan tidak perkasa lagi , hehe'. kekeh Cow Li mengejek , yang membuat Xio Tan tersentak kaget dan melepas cekikannya kepada istrinya.


' Si siapa kamu !' Ucap Xio Tan menoleh kebelakang.


' Aku Matriak Yun Sui '. jawab Yun Sui dingin , ia sangat membenci Xio Tan yang telah mentargetkannya untuk menjadi budak birahinya , padahal Xio Tan sendiri sudah tidak mampu memuaskan wanita lagi , sungguh laki-laki yang tidak tahu diri.


' Ka kamu matriak '. sahut Xio Tan gugup , ia terkejut kenapa Yun Sui bisa berada dikamarnya dengan sehat - sehat saja , padahal dia sudah menyuruh pembunuh bayaran kelompok Bayangan yang dia sewa, apa yang sebenarnya terjadi ?, tanda tanyanya.


' Kamu kira dengan mengirim pembunuh bayaran, itu bisa dengan mudah melumpuhkan kami ?'. jawab Yun Sui dingin.


' Karena kau sudah menargetkan kami , maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu juga'. lanjut Yun Sui sembari mengayunkan pedangnya yang ia ambil dari ruang cincinnya , yang langsung mengarah pada leher Xio Tan.


Wush !

__ADS_1


Tranks !


Xio Tan dengan sigap memblokir tebasan dari pedang Yun Sui dengan pedangnya yang ia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


' Haha jangan kau kira aku lemah matriak ! akan aku tunjukan kekuatanku yang sebenarnya'. ucap Xio Tan yang langsung menyerang balik kearah Yun Sui , tanpa ia menggunakan pakaiannya lagi , ia bertarung dengan belut kecil yang menggantung diantara dua pangkal pahanya.


Wush!


Trank ! trank ! trank !


Yun Sui dan Xio Tan saling serang , beberapa jurus pedang sudah mereka keluarkan , tetapi hasilnya masih imbang , mungkin karena teknik yang mereka gunakan dari teknik yang sama , mereka pelajari dari sekte yang sama yaitu sekte Teratai Biru.


Trank! trank ! trank ! Wush !


Sambil melihat mereka bertarung , Cow Li menciptakan formasi segel , agar tidak terdengar dari luar dan mengurung mereka untuk tidak keluar dari batas segel yang Cow Li ciptakan. Disisi lain juga untuk melindungi kamar dari kerusakan akibat perturangan Xio Tan dan Yun Sui.


Cow Li mengeluarkan segelas kopi dan sebungkus rokok dari ruang systemnya , kemudian duduk dengan santai sembari melihat Xio Tan dan Yun Sui yang sedang bertarung.


' Seperti nonton film di bioskop , benar-benar nyaman..hehe'. kekeh Cow Li sembari menyeruput kopi hitamnya .


' Aisst bibi , pakai pakaianmu dulu , apa bibi tidak malu memperlihatkan buah besar menggantung dan lembah surga penuh rerumputan itu '. Cow Li tidak menjawab rasa terima kasih Wan Qia , ia malah memberitahu jika Wan Qia masih tidak sadar belum memakai pakaiannya.


' Eh , maaf tuan muda tampan , karena sangat senang aku jadi lupa memakai pakaianku'. sahut Wan Qia malu - malu , tetapi membiarkan buah besar yang menggantung dan lembah surganya yang ditumbuhi rerumputan lebat, dilihat oleh pria tampan yang sok polos didepannya.


' Tidak mengapa bibi , lupakan saja ,' sahut Cow Li tersenyum sembari terus melihat buah besar dan lembah yang dipenuhi rerumputan milik Wan Qia.


' Kenapa bibi tadi dicekik olehnya , ada masalah apa?'. lanjut Cow Li bertanya.


' Itu karena aku mengucapkan jika si Pentol Korek belut kecilnya sudah tidak perkasa lagi'. jawab Wan Qia sembari melirik Xio Tan yang sedang bertarung dengan Yun Sui dengan jijik.


Cow Li mendengar jawaban dari Wan Qia rasanya ingin menangis atau tertawa . Tetapi ia hanya diam dan mengangguk saja.


Kembali kepertarungan Yun Sui dan Xio Tan.

__ADS_1


Kini Yun Sui sudah mulai terdesak , pasalnya Xio Tan lebih unggul dalam masalah teknik penyerangan. terlihat Yun Sui mulai kewalahan , ia juga terlihat ada luka goresan di tubuhnya.


' Haha apa hanya itu kemampuanmu matriak Sui ? seandainya kamu bukan putri leluhur sekte Teratai Biru , sudah dari dulu aku menyingkirkanmu dan menjadikanmu budakku '. tawa Xio Tan mengejek.


' Sial aku akan membunuhmu !'. pekik Yun Sui langsung mengeluarkan teknik andalannya.


' Teknik Pedang Es ! hancurkan !'.


Tidak ingin kalah Xio Tan juga langsung mengeluarkan teknik terkuatnya.


' Teknik Pedang Penghancur Bumi !'.


Wush !


BOOOM !


Dua kekuatan pedang tingkat tinggi saling berbenturan , menciptakan fluktuasi energi yang sangat kuat , membuat kamar Xio Tan berantakan , tetapi tidak sampai menghancurkan formasi segel yang Cow Li ciptakan.


Ugh !


Braks !


Yun Sui terjatuh tersungkur di lantai , ia mengalami luka dalam , sedangkan Xio Tan mundur beberapa langkah dan hanya luka ringan saja.


' Hahaha , kau bukan lawanku matriak Sui?. menyerahlah aku akan mengampunimu , dan jadilah istriku '. tawa Xio Tan penuh kemenangan.


' Tuan muda , tolong matriak Sui , dan bunuh Pentol Korek itu !'. ucap Wan Qia kepada Cow Li dan menatap Xio Tan dengan penuh kebencian.


' Baik bibi , tapi tolong bibi pakai pakainanya dulu, agar aku bisa fokus untuk melawan Xio Tan itu '. jawab Cow Li semakin tertekan karena Wan Qia tak kunjung memakai pakaiannya , yang membuat otak mesumnya bergejolak.


' Tenang tuan muda tampan , jika kamu berhasil membunuh Xio Tan , buah menggantung dan lembah miliku ini , siap menjadi milikmu '. sahut Wan Qia genit.


' Hadeeh..kenapa setiap wanita dewasa yang aku temui , rata-rata mereka memiliki pikiran yang bengkok '. gumam Cow Li menggelengkan kepalanya , menghela nafas ringan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2