System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Lita dan Diana Wu


__ADS_3

Dua pria bawahan Andre tidak ingin menyentuh Karin sedikitpun , mereka takut karena Karin isteri bos besarnya.


Mereka memutuskan untuk menghubungi Lian bos besarnya saja , kini Boris pria yang pakai baju merah sedang menghubungi Lian lewat telpon selulernya.


Disisi Lain.


Cow Li yang sudah berada dirumah sedang santai menonton acara tv di ruang tengah , ia menunggu Karin yang tak kunjung pulang .


Ketika sedang asik menonton acara tv , tiba-tiba ada panggilan telpon dari nomer yang tidak dikenal.


' Hallo ?'. jawab Lian santai.


( Bo bos besar , saya Boris dari kelompok Naga yang bertugas menjaga Butterfly Bar , sa.. saya ingin memberitahu ..) jawab Boris dibalik telpon dengan nada gugup.


' Ada apa , cepat beritahu'. jawab Lian santai.


( Ma maaf bos , isteri bos sedang mabuk berat disini , tadi ada sedikit masalah, kami sudah menanganinya) jawab Boris memberitahu.


Hem ?


Diam.


' Istriku ? apa dia Karin ?'. gumam Cow Li termenung.


' Apa dia pakai gaun hitam '. tanya Cow Li memastikan.


( Be benar bos ) jawab Boris gugup.


' Hem , ya sudah aku akan segera kesana'. jawab Lian singkat , kemudian pergi mengambil mobil diparkiran , dan segera melaju ke Butterfly bar.


Beberapa saat kemudian Cow Li sudah sampai di Butterfly Bar. dan disamput oleh Boris dan Doni bawahan Andre yang menjaga Karin.


' Se selamat datang bos besar '. sapa mereka serempak menunduk tanda hormat.


' Tidak perlu terlalu sopan ,dimana isteriku ?'. ucap Cow Li tersenyum.


' i Itu disana bos besar '. Boris menunjuk Karin yang tertidur di sova.

__ADS_1


' Maaf bos besar , kami tidak berani memindahkan nyonya '. lanjut Boris menundukan kepala.


' Tidak mengapa '. jawab Cow Li santai , kemudian melangkah kearah tempat Karin.


' Hadeeh..Wanita ini sungguh merepotkan ' Cow Li menghela nafas ringan sembari menggelengkan kepalanya, kemudian menoleh Boris dan berkata.


' siapkan ruang kusus untukku '.


' Ba baik bos '. jawab Boris menunduk kemudian pergi menyiapkan ruang kusus untuk Cow Li dan Karin.


' Tunggu ! tidak jadi , aku pulang saja , kamu siapkan mobilku saja '. ucap Cow Li menghentikan langkah Boris yang akan menyiapkan kamar kusus.


' Baik bos '. Mendengar perintah Cow Li , Boris langsung menuju tempat parkir dan menyiapkan mobil untuk Cow Li.


Cow Li menatap Karin sejenak , kemudian membopongnya keluar Bar , dan langsung memasukan Karin ke dalam mobil , setelah itu Cow Li langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Di sisi Lain.


Seorang wanita yang sangat cantik sekali sedang duduk dibelakang kemudi, sambil menatap kearah jendela mobil , dia adalah Diana Wu , cucu kakek Wu Wu yang sedang ditugaskan untuk menyelidiki kematian Birawa .


' Iya '. jawab Diana Wu datar sembari terus menatap keluar jendela mobil .


Setelah mendengar jawaban Diana Wu , sang supir yang tak lain adalah bawahan Diana Wu , langsung melajukan mobilnya kearah pusat markas Mafia bawah tanah , yang sekarang sudah dikuasai oleh kelompok Naga.


Tetapi ketika mobil Limosin Aurus milik Diana Wu melaju dengan kecepatan sedang , tiba-tiba ada serorang anak kecil berlari menyebrang jalan , seketika sang sopir mendadak membanting stir dan berhenti ditepi jalan. Dan anak kecil itu juga terjatuh di tepi jalan .


' Sial '. teriak sang sopir .


' Ada apa Baron '. tanya Diana Wu kepada sang supir yang bernama Baron.


' Ma maaf nona , tadi ada anak kecil mendadak menyebrang jalan ' jawab Baron menjelaskan.


Diana Wu menoleh kearah keluar , ia melihat seorang anak kecil yang kurus kering terjatuh di tepi jalan sedang menahan kesakitan.


' Kita harus menolong anak itu '. kata Diana Wu kemudian ia keluar mobil dan langsung menghampiri anak kecil tersebut.


' Kamu tidak apa-apa dik ?'. tanya Diana Wu kepada anak kecil itu.

__ADS_1


' Tidak apa-apa kak '. jawab anak itu sembari meringis menahan sakit.


' Kakimu luka , nanti kakak obati ya ?'. ucap Diana Wu tersenyum lembut.


' Rumahmu dimana ? nanti kakak antar pulang '. lanjut Diana Wu bertanya.


' Siapa namamu dik ?'. imbuhnya.


' Namaku Lita kak , aku tidak punya rumah kak '. jawab Lita sembari meringis menahan sakit.


' Terus dimana orang tuamu ?'. tanya Diana Wu mengerutkan kening.


' i ibu pergi dengan om , a ayahku aku tidak tahu kak '.


' i ibuku mengirimku ke panti asuhan , aku kabur dari panti asuhan untuk mencari ayah kak'. Lita menjelaskan dengan wajah penuh kesedihan.


Mendengar penjelasan Lita , Diana Wu mengangguk , kemudian bertanya ' Oh..kenapa kamu tadi tergesa-gesa menyebrang jalan ?'.


' Tadi aku diburu oleh beberapa preman yang akan menjadikan aku pengemis kak '.jawab Lita menoleh kebelakang takut ada preman yang mengejarnya.


' Mereka sedang mengejarku '. imbuhnya dengan wajah ketakutan.


' Kamu tidak usah khawatir dik , sekarang kamu aman bersama kakak , ayo ikut kakak '. sahut Diana Wu tersenyum sembari mengajak Lita pergi.


' Kemana kak ?'. tanya Lita bingung.


' Kita cari makan dulu kamu pasti lapar kan ? , setelah itu kita cari ayahmu '. jawab Diana Wu tersenyum.


' Tenang saja adik jangan khawatir , kakak orang baik , kakak janji akan membantu kamu mencari ayahmu '. imbuh Diana Wu yang melihat keraguan Lita.


' Baik kak , terima kasih banyak kak '. jawab Lita kemudian mengikuti Diana Wu masuk mobil.


' Silahkan adik masuk mobil dulu , kakak mau bicara sebentar dengan sopir kakak '. ucap Diana Wu mempersilahkan Lita masuk mobil. Setelah Lita masuk mobil , Diana Wu langsung menghampiri Baron .


' Baron , habisi preman yang mengejar anak itu , mungkin mereka tidak jauh dari sini '. Diana Wu berkata dengan dingin .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2