
Keesokan harinya.
Lian melakukan aktivitas seperti biasa ,pagi-pagi sekali selepas subuh ia berangkat bekerja untuk memulung barang-barang bekas , semua itu ia lakukan demi untuk membahagiakan keluarganya .
Lian sangat pekerja keras , walaupun sedang sakit ia tetap pergi bekerja , mengingat berurusan dengan rentenir itu sangat membuatnya tertekan , sudah berkali-kali ia dihajar rentenir hanya karena terlambat membayar hutang dan bunganya.
Tetapi Lian tidak pernah bercerita kepada keluarganya, semua itu ia pendam sendiri , ia tidak ingin membuat isterinya menderita , atau sedih.
Lian kamu memang laki-laki sejati.
Hari telah menunjukan pukul 12 siang , Lian terus memunguti barang-barang bekas ditempat sampah , ia tidak pernah kenal lelah .
Ketika sedang memunguti barang bekas di tong sampah tiba-tiba telpon selulernya berdering .
Kring...kring..kring...
Bunyi panggilan telpon dari Tasya.
Lian mengambil telpon dari saku celananya , kemudian ia mengangkat telponnya.
'Halo sayang , ada apa ? apakah kamu sudah sampai dirumah ?'.
( Ayah ini aku Lita ) ucap Lita dibalik telpon.
Lian mengerutkan kening ,ia berfikir sejenak ,kenapa Lita yang telpon , lalu ia menjawab ' Ada apa Lita ?'.
( Ayah ! mamah dipukulin sama om Alex ! ) jawab Lita menangis.
Diam !
Om Alex !
Siapa om Alex !
' Om Alex ? siapa om Alex itu Lita ?'. tanya Lian bingung.
( om Alex yang datang tadi pagi sama mamah , sekarang om Alex sedang memukuli mamah dikamar ) jawab Lita yang masih menangis.
Diam .
__ADS_1
Apakah om Alex adalah rentenir yang mencarinya , karena menagih hutang sehingga om Alex memukuli Tasya istrinya ? kenapa memukulinya dikamar?. Pikiran Lian berkecamuk .
' Bagaimana dengan mamah Lita ?'. tanya Lian panik , takut para rentenir memukuli Tasya , karena tidak bisa bayar hutang.
( Mamah sedang menangis dikamar pah , mamah di tindih sama om Alex , mamah tidak pakai baju pah ! om Alex juga tidak pakai baju ! ) Lita menjelaskan dengan jujur.
Diam !
Menangis dikamar tidak pakai baju ?
Pikiran Lian kemana - mana , dia bingung , orang menangis tidak pakai baju berdua didalam kamar, maksudnya bagaimana ?
' Coba papah pengen denger Lita bisa deketin telponnya deket pintu kamar bisa kan?'. Lian semakin penasaran.
( Baik pah ) jawab Lita kemudian ia segera mendekat kearah pintu kamar.
' Ah...ah...ah...oh sayang..'
Suara desah an Tasya, yang terdengar dibalik telpon .
BAAAAAANG !
Ini bukan suara tangisan ..!
Ini suara *******....!
Lian yang mendengar suara ******* Tasya langsung syok , tubuhnya bergetar hebat , pikirannya kosong , ia tak bisa berkata apa-apa.
Tanpa Lian sadari tubuhnya terduduk lemas di tanah , jantungnya bergetar hebat, Lidahnya kelu dan ada setetes air yang jatuh ke pipi dari matanya.
Lian langsung menutup telponnya, kemudian mencoba berdiri , dengan penuh tekad ia langsung berlari pulang dengan pikiran yang berkecamuk didalam benaknya.
Jarak ke rumah sekitar 20 kilometer , dengan berlari Lian menempuh waktu hanya setengah jam saja sampai dirumah.
Brakh !
Lian buru-buru membuka pintu rumahnya. Kemudian ia melihat sekelilingnya , yang ternyata Tasya , Lita dan Alex sedang makan bersama di meja makan. Dan Lian hanya tertegun melihat mereka , pasalnya ketika ia ditelpon Lita , Tasya sedang mendesah , tetapi sekarang ia sedang makan bersama dengan Lita dan pria gendut berkulit hitam yang tidak ia kenal.
' Kamu kalau masuk rumah , pakai salam apa gimana , jangan main selonong begitu !'. pekik Tasya marah sembari matanya melotot kepada Lian.
__ADS_1
Lian tidak menjawabnya , tetapi ia malah bertanya sembari tangannya menunjuk kepada pria gendut berkulit hitam yang duduk disebelah Tasya.
' Dia temanku '. sahut Tasya dingin.
' Jujur saja , teman apa teman '. Lian menyelidik .
' Apa hakmu , bertanya hah ! , kalau aku bilang teman ya teman ! '. jawab Tasya marah.
' Kamu orang miskin tidak pantas bertanya tentang aku '. ucap Alex menatap jijik kepada Lian.
' Tinggal jawab saja , siapa kamu dan apa hubunganmu dengan isteriku !'. Lian sudah tidak bisa menahan amarahnya.
' Hahaha karena kamu memaksa , aku akan jawab jujur.. Alex tertawa mengejek.
' Aku adalah mantan Tasya dulu , dan aku juga cinta pertama Tasya , sudah puas kamu sampah ? haha'. Alex tertawa jijik.
BOOM !
Diam !
Lian terdiam , dia pernah mendengar tentang Alex dari Tasya dulu , Alex yang membuat Tasya hidupnya menderita , Alex yang membuat pak Wartono kehilangan kasih sayangnya dari putrinya , dan kini Alex yang ingin menghancurkan keluarga kecilnya.
Mendengar jawaban Alex tanpa berfikir panjang Lian langsung berlari menuju Alex , kemudian mencengkram kerah baju Alex dan berkata ' apa yang kau lakukan pada istriku tadi !'.
Plak !
Bug !
Pyar !
Sebelum mendapat jawaban dari Alex , Tasya memukul kepala Lian dengan piring dari belakang.
Mendapat pukulan dari Tasya yang tak terduga , Lian langsung jatut tersungkur ditanah , ada darah yang mengalir dari kepalanya dengan deras , ternyata pecahan kaca piring ada yang bersarang dikepalanya.
Alex yang melihat Lian terjatuh ia segera menginjakan kakinya ke kepala Lian. dan berkata'.
' Aku baru saja melakukan pelepasan dengan istrimu , dan kami juga sering melakukan pelepasan sewaktu di Malaysia '.
Bersambung....
__ADS_1