
' Yang benar saja , bos Mavia masa tidur di kandang ayam ? ini penghinaan , ini tidak bisa dibiarkan'. gumam Cow Li mengerutkan kening.
' Woy ! sekiranya kalian tidak berkenan aku disini , jangan semena -mena begitu , aku akan pergi dengan senang hati dari sini '.
' Setiap orang punya harga diri , ntah itu orang kaya atau miskin semua tidak ada bedanya'.
' Kamu kira aku tidak bisa hidup jika tidak tinggal dengan kalian ?! '.
' Apa jangan-jangan kalian sering baca Novel menantu sampah yang idiot itu ya ?'.
' Demi se lang kangan wanita rela harga dirinya di injak - injak seperti itu '.
' Aku bukan menantu yang seperti itu...! , kamu kira putrimu yang paling cantik di dunia ini apa ? idiot sekali jika aku bertekuk lutut di se lang kangan putrimu dan rela harga diriku diinjak-injak oleh kalian '. kata-kata Lian sangat menohok , membuat Rani ibu mertuanya menggertakan giginya.
' Kamu ! '. Rani semakin emosi tetapi tiba-tiba Karin menyelanya.
' Sudah bu jangan bertengkar , biar dia tidur satu kamar denganku saja'. ucap Karin menengahi mereka .
' Bawa barang-barangmu ke kamarku '. Lanjut Karin menoleh Lian dengan dingin.
' Nah begitu ...kan enak , masa tidur dikandang ayam , yang benar saja , sebagai pria tampan yang berwibawa, itu sangat mencoreng harga diriku , xixi..'. kekeh Lian mengikuti Karin dari belakang sambil Joget -joget ala Michael Jackson .
__ADS_1
Yang membuat Rani semakin meledak emosinya melihat Lian joget-joget ala Michael Jackson didepannya, tetapi dia hanya diam saja , menantu sampah didepannya memang tidak tahu malu .
Setelah Lian masuk kamar Karin , dengan santai ia langsung rebahan , tanpa membantu Karin merapikan barang-barang.
' Aku tidak mau tidur seranjang denganmu '. ucap Karin dingin.
' Tidak masalah , yang penting kamu jangan suruh aku tidur dibawah , aku takut masuk angin '. jawab Lian cuek.
Sambil menggertakan giginya Karin menjawab ' Biar aku yang tidur dibawah !'.
' Kalau itu maumu ya aku tidak bisa memaksa xixi..'. kekeh Lian tak perduli, kemudian ia membuka ponselnya dan berkiriman pesan dengan kekasihnya Angel tanpa memperdulikan Karin yang sibuk beres-beres kamar.
Lian sungguh Menantu Sampah Yang Berwibawa.
Suara pintu kamar terbuka .
' Hay sampah ! cepat pergi ke pasar ! beli sayuran ! stok sayuran sudah habis ! '. teriak Rani menyuruh Lian.
' Enak saja nyuruh-nyuruh , nyolot lagi , apa kamu tidak punya kaki , tinggal pergi sendiri , laki-laki masa pergi ke pasar yang benar saja '. jawab Lian mengerutkan alisnya.
' Kamu ! kalau kamu tidak mau pergi ke pasar , kamu dapat jatah makan ! '. sahut Rani emosi.
__ADS_1
' Itu mah gampang...delivery juga bisa , kamu kira aku tidak punya uang apa '. jawab Lian santai sembari membalas pesan dari Angel .
' Kamu ! '. Rani menunjuk Lian marah.
' Sudah - sudah bu ! kenapa ribut terus sih ! , kalau tidak ada sayuran ya delivery saja ! pusing aku dengar kalian ribut terus !'. sela Karin kepada mereka.
Brakh !
Rani pergi dengan menutup pintu kamar Karin dengan keras.
Melihat ibunya marah Karin menoleh kearah Lian yang masih tiduran sambil SMS an , lalu berkata dengan dingin' Kamu kenapa melawan ibu terus , sekali saja kamu mengalah kenapa '.
' Mengalah kepalamu ! jika ingin memerintahku itu dengan baik-baik , jangan nyolot seperti tadi '.
' Kamu kira aku tipe orang yang mudah di tindas ? untung dia ibu mertuaku ,jika bukan.. sudah aku cekik lehernya '. jawab Lian sedikit kesal.
Karin mendengar jawaban Lian hanya diam saja , perkataan Lian memang ada benarnya , jika ingin minta tolong pada orang itu harus dengan nada sopan , semua orang juga mempunyai batas kesabaran .
Apalagi Lian adalah seorang laki-laki , harga diri laki-laki sangatlah besar , jika sampai ditindas oleh perempuan sama saja menurunkan derajatnya sebagai laki-laki.
Maka sangat wajar jika Lian marah saat harga dirinya diremehkan.
__ADS_1
Mending belutnya diikat kebelakang , dan berubah menjadi perempuan jadi-jadian saja.
Bersambung....