System Dewa Pemalas

System Dewa Pemalas
Menjadi Menantu Sampah Yang Berwibawa 2


__ADS_3

' Yang benar saja , bos Mavia masa tidur di kandang ayam ? ini penghinaan , ini tidak bisa dibiarkan'. gumam Cow Li mengerutkan kening.


' Woy ! sekiranya kalian tidak berkenan aku disini , jangan semena -mena begitu , aku akan pergi dengan senang hati dari sini '.


' Setiap orang punya harga diri , ntah itu orang kaya atau miskin semua tidak ada bedanya'.


' Kamu kira aku tidak bisa hidup jika tidak tinggal dengan kalian ?! '.


' Apa jangan-jangan kalian sering baca Novel menantu sampah yang idiot itu ya ?'.


' Demi se lang kangan wanita rela harga dirinya di injak - injak seperti itu '.


' Aku bukan menantu yang seperti itu...! , kamu kira putrimu yang paling cantik di dunia ini apa ? idiot sekali jika aku bertekuk lutut di se lang kangan putrimu dan rela harga diriku diinjak-injak oleh kalian '. kata-kata Lian sangat menohok , membuat Rani ibu mertuanya menggertakan giginya.


' Kamu ! '. Rani semakin emosi tetapi tiba-tiba Karin menyelanya.


' Sudah bu jangan bertengkar , biar dia tidur satu kamar denganku saja'. ucap Karin menengahi mereka .


' Bawa barang-barangmu ke kamarku '. Lanjut Karin menoleh Lian dengan dingin.


' Nah begitu ...kan enak , masa tidur dikandang ayam , yang benar saja , sebagai pria tampan yang berwibawa, itu sangat mencoreng harga diriku , xixi..'. kekeh Lian mengikuti Karin dari belakang sambil Joget -joget ala Michael Jackson .

__ADS_1


Yang membuat Rani semakin meledak emosinya melihat Lian joget-joget ala Michael Jackson didepannya, tetapi dia hanya diam saja , menantu sampah didepannya memang tidak tahu malu .


Setelah Lian masuk kamar Karin , dengan santai ia langsung rebahan , tanpa membantu Karin merapikan barang-barang.


' Aku tidak mau tidur seranjang denganmu '. ucap Karin dingin.


' Tidak masalah , yang penting kamu jangan suruh aku tidur dibawah , aku takut masuk angin '. jawab Lian cuek.


Sambil menggertakan giginya Karin menjawab ' Biar aku yang tidur dibawah !'.


' Kalau itu maumu ya aku tidak bisa memaksa xixi..'. kekeh Lian tak perduli, kemudian ia membuka ponselnya dan berkiriman pesan dengan kekasihnya Angel tanpa memperdulikan Karin yang sibuk beres-beres kamar.


Lian sungguh Menantu Sampah Yang Berwibawa.


Suara pintu kamar terbuka .


' Hay sampah ! cepat pergi ke pasar ! beli sayuran ! stok sayuran sudah habis ! '. teriak Rani menyuruh Lian.


' Enak saja nyuruh-nyuruh , nyolot lagi , apa kamu tidak punya kaki , tinggal pergi sendiri , laki-laki masa pergi ke pasar yang benar saja '. jawab Lian mengerutkan alisnya.


' Kamu ! kalau kamu tidak mau pergi ke pasar , kamu dapat jatah makan ! '. sahut Rani emosi.

__ADS_1


' Itu mah gampang...delivery juga bisa , kamu kira aku tidak punya uang apa '. jawab Lian santai sembari membalas pesan dari Angel .


' Kamu ! '. Rani menunjuk Lian marah.


' Sudah - sudah bu ! kenapa ribut terus sih ! , kalau tidak ada sayuran ya delivery saja ! pusing aku dengar kalian ribut terus !'. sela Karin kepada mereka.


Brakh !


Rani pergi dengan menutup pintu kamar Karin dengan keras.


Melihat ibunya marah Karin menoleh kearah Lian yang masih tiduran sambil SMS an , lalu berkata dengan dingin' Kamu kenapa melawan ibu terus , sekali saja kamu mengalah kenapa '.


' Mengalah kepalamu ! jika ingin memerintahku itu dengan baik-baik , jangan nyolot seperti tadi '.


' Kamu kira aku tipe orang yang mudah di tindas ? untung dia ibu mertuaku ,jika bukan.. sudah aku cekik lehernya '. jawab Lian sedikit kesal.


Karin mendengar jawaban Lian hanya diam saja , perkataan Lian memang ada benarnya , jika ingin minta tolong pada orang itu harus dengan nada sopan , semua orang juga mempunyai batas kesabaran .


Apalagi Lian adalah seorang laki-laki , harga diri laki-laki sangatlah besar , jika sampai ditindas oleh perempuan sama saja menurunkan derajatnya sebagai laki-laki.


Maka sangat wajar jika Lian marah saat harga dirinya diremehkan.

__ADS_1


Mending belutnya diikat kebelakang , dan berubah menjadi perempuan jadi-jadian saja.


Bersambung....


__ADS_2