
' Sayang tante sudah keluar berkali-kali , kenapa belut agungmu masih tegak berdiri ?'. ucap Rena yang sudah mulai kewalahan .
Lian memang laki-laki super normal , sudah hampir 2 jam mereka melakukan pelepasan , tetapi Lian masih belum keluar , berbeda denga n mantan suami Rena dulu , baru 2 menit sudah keluar.
Selain mempunyai belut yang besar seperti monster , Lian juga tangguh diatas ranjang dalam hal memuaskan wanita , itu sudah Rena buktikan sendiri.
' Aku benar-benar tidak kuat lagi Lian '. ucap Rena terkulai lemas diatas pelukan Lian dengan nafas ngos-ngosan.
Lian yang mengetahui jika Rena sudah tidak berdaya , kini ia bertindak untuk mengambil alih permainan.
' Tante jangan khawatir , biar aku saja yang bekerja , tetapi tante telan pil ini dulu '. ucap Lian sembari memberi pil pemulih tenaga dari ruang systemnya.
' Apa ini Lian ?'. tanya Rena penasaran.
' Telan saja tante , itu pil pemulih tenaga'. jawab Lian santai.
Tanpa berpikir panjang ,Rena langsung menelan pil itu , setelah beberapa detik , Rena sangat terkejut , karena efek dari pil tersebut sangat cepat sekali , kini tenaga Rena pulih kembali.
' Bagiamana apakah tante sudah baikan sekarang?'. tanya Lian ingin tahu.
' I ini sangat hebat , tenagaku langsung pulih kembali'. jawab Rena seperti tak percaya.
' Kalau begitu , sekarang biar aku yang mengambil alih , tante tolong ambil posisi seperti ini , aku akan melakukan dari belakang'. Lian membimbing Rena untuk berposisi membelakangi Lian dengan tangan memegang sova .
Rena hanya pasrah , ia menuruti apa kemauan Lian.
Lian segera menempatkan belut agungnya tepat pada lubang gua kecil milik Rena yang ditumbuhi rerumputan warna hitam yang terpotong rapi.
Bleesh..
'Lian....! ' Rena mengerang sambil menoleh kebelakang menatap wajah tampan Lian.
Tangan Lian yang kiri me re mas gunung kenyal milik Rena , dan tangan kanan menjambak rambut rena , sesekali tangan kiri menampar pantat Rena .
__ADS_1
Plak !
Slap ! slap ! slap !
Lian melakukan gerakan maju mundur , dari yang pelan hingga yang cepat . Belut agung Lian benar-benar masuk sepenuhnya kedalam lubang gua milik Rena.
De sa han Rena semakin liar ketika Lian mempercepat gerakannya , ia baru merasakan surga yang sebenarnya . Lian memang laki - laki tangguh dalam segala hal.
Beberapa jam kemudian.
Lian melakukan banyak gaya untuk memuaskan tante panas didepannya ,kini saatnya Lian melakukan pelepasan air surgawinya.
' Tante , aku mau keluar !'.
' Mau dikeluarin didalam apa diluar?'. tanya Lian ingin saran.
' Didalam saja , tenang saja tante tidak akan hamil , karena tante sudah minum obat anti hamil sebelumnya '. Rena memberitahu.
' Dengan senang hati tante...! jawab Lian semakin mempercepat gerakannya.
Lian berhasil mengeluarkan air surgawinya didalam gua mungil milik Rena
Akhir mereka berdua sama-sama ambruk di sova sambil pelukan.
' Terima kasih Lian , kamu benar-benar laki-laki sejati yang hebat'. ucap Rena sembari mengecup kening Lian dan tertidur dalam pelukan.
Disisi Lain.
Di sebuah Cafe tempat tongkrongan muda mudi , duduk dua wanita cantik yang sedang mengobrol serius sembari menikmati alunan musik cafe. Dia adalah Vani dan Dora sahabat Tasya , dan Vani adalah sepupu Karin calon istri Lian. Atau bisa dikatakan cucu kakek Wibowo juga
' Vani , dari tadi aku lihat kamu begitu gelisah ada apa ?'. tanya Dora yang memperhatikan sahabatnya terlihat sangat gelisah.
' Dora , ntah kenapa aku selalu kepikiran seorang pria yang baru aku kenal '.
__ADS_1
' Baru kali ini jantungku terasa gugup ketika melihatnya , apakah ini yang dinamakan cinta pandangan pertama?'. jawab Vani menjelaskan isi hatinya.
' Haha ..ternyata sahabatku yang betah menjomblo kini sudah mulai membuka hatinya untuk laki-laki '.
' Iya benar itu cinta pandangan pertama , Van '. jawab Dora terkekeh.
' Siapa laki - laki yang beruntung itu Van , ayo kenalkan padaku !'. lanjut Dora penasaran.
Mendengar pertanyaan Dora wajah Vani langsung terlihat sedih, ia diam tanpa menjawab pertanyaan Dora.
Melihat Vani yang terlihat sedih, Dora langsung bertanya kembali'. Ada apa Van , kok malah sedih? aku salah ya ?'.
' Tidak Dora , a aku..aku hanya merasa bersalah saja '. jawab Vani tertunduk sedih.
' Ada apa Van , coba ceritakan padaku '. Dora ingin tahu.
' Laki -laki yang aku maksud , yang membuat hatiku gelisah , adalah calon suami kakak sepupuku '. jawab Vani sembari menyandarkan tubuhnya di bahu sahabatnya.
Mendengar jawaban sahabatnya Dora terdiam , ia hanya prihatin pada perasaan sahabatnya itu , pasalnya sekian lama Vani menjomblo , setelah ada laki-laki yang bisa mencairkan hatinya , ternyata laki-laki itu adalah calon suami kakak sepupunya sendiri.
' Apa yang harus aku lakukan Dora?'. Vani bertanya sambil meneteskan air mata.
' Aku juga tidak tahu Van , kamu sendiri yang tahu apa yang harus kamu lakukan '.
' Apapun yang kamu lakukan , sebagai sahabat aku hanya bisa mendukungnya'. jawab Dora sambil mengusap punggung sahabatnya.
' Bagaimanapun , aku harus mengejar cintaku '. gumam Vani dalam hati penuh tekad.
' Oh iya bagaimana kabar Tasya ? aku dengar-dengar dia di blacklist dari kedokteran , karena tidak profesional dalam bekerja '. ucap Vani bertanya , karena tiba-tiba teringat sahabatnya si Tasya.
' Iya Van , aku juga tahu , semenjak dia kembali ke Alex , hidupnya sangat berantakan '. jawab Dora menghela nafas .
' Kemarin aku sempat bertemu dengannya , sekarang badannya terlihat semakin kurus , dan aku lihat banyak luka lebam di wajah ,lengan dan kakinya .'.
__ADS_1
' Dan wajahnya juga terlihat sangat pucat'. lanjut Dora memberitahu , ada rasa prihatin di wajahnya.
Bersambung..