
Baron yang mendapat perintah dari Diana Wu langsung mengangguk patuh , kemudian pergi mencari kebaradaan preman yang mengejar Lita.
Baron adalah bawahan setia keluarga Wu ,dia adalah murid langsung kekek Wu Wu , dia juga ditugaskan menjadi kaki tangan Diana Wu ,dia juga seorang kultivator yang kekuatannya tidak usah diragukan lagi .
Melihat Baron pergi , Diana Wu langsung masuk ke mobil .
' Kak , kemana paman pergi ?'. tanya Lita penasaran.
' Paman akan mencari preman yang mengejarmu , kita tunggu sebentar disini.
' Baik kak '. jawab Lita mengangguk.
' Eh , siapa nama ayahmu ?'. tanya Diana Wu.
' Nama ayahku Cow Li An kak '. jawab Lita jujur.
Diam.
Mendengar nama yang Lita sebutkan membuat Diana Wu termenung sejenak .
' Hem , mungkin nama itu hanya mirip dengan orang yang kakek suruh aku mencarinya '. gumam Diana Wu dalam hati , memikirkan nama yang mirip orang yang sedang ia cari , tetapi Diana Wu menepisnya , karena nama bisa saja sama tapi beda orang.
' Kak , kenapa melamun ?'. tanya Lita yang melihat Diana Wu melamun.
__ADS_1
' Eh , tidak apa apa dik ,setelah ini kita cari makan ya ?'. jawab Diana Wu yang tersadar dari lamunannya.
Setelah beberapa menit kemudian , Baron datang dan langsung masuk kedalam mobil dan berkata'. Sudah aku bereskan semua Non '.
' Hem , kita mencari tempat makan dulu '. jawab Diana Wu datar.
' Baik Non '. jawab Baron mengangguk kemudian melajukan mobil Limosin Aurusnya mencari tempat makan terdekat.
Disisi Lain.
Cow Li yang sudah sampai rumah , ia langsung membawa Karin masuk ke kamarnya , tetapi setelah Cow Li membaringkan Karin ditempat tidur , tiba-tiba Karin bangun dan menarik tangan Cow Li.
' Sini bajingan '. ucap Karin menarik tangan Cow Li.
' Aku tahu kamu menyukai Nadia sahabatku bajingan '.
' Mengaku saja , tidak usah munafik '. ucap Karin tersenyum kesal.
' Kamu sedang mabuk , sebaiknya tidur saja.'.jawab Cow Li menggelengkan kepala .
Slap !
Karin meraih tangan Cow Li kemudian menarik untuk memegang payudara nya.
__ADS_1
Cow Li terkejut melihat tindakan Karin kepadanya .
' Aku tahu payudara ku kecil tidak sebesar punya Nadia , aku tahu kamu menyukainya , karena ketika kau berbicara dengannya ,tatapam matamu selalu tertuju pada dada nya'. ucap Karin tidak jelas sembari menempelkan tangan Cow Li pada payudara nya.
' Apa maksudmu Karin , kamu sedang mabuk ,sebaiknya kamu tidur saja'. jawab Cow Li menyuruh Karin tidur.
' Jangan munafik '. sahut Karin kemudian melepas gaun hitamnya , terlihat kulit putih yang halus seperti giok , balut kain berwarna pink lembut yang menutupi payudara dan lembah surganya.
' Karin , apa yang kamu lakukan '. ucap Cow Li menggelengkan kepala sembari menghela nafas ringan.
' Bajingan, ini kan yang kamu inginkan ?'. sahut Karin kemudian memeluk Cow Li yang berdiri didepannya , kemudian men ciumi Cow Li dengan ganas.
' Sadar Karin , kamu sedang mabuk , tidak seharusnya kamu bersikap seperti ini '. Cow Li menghela nafas tertekan. Ia juga laki laki yang sangat normal , tidak bisa dipungkiri lagi ,seketika belut Agungnya langsung terbangun dipeluk dan di cium oleh wanita secantik Karin.
Karin tidak mendengarkan ucapan Cow Li , ia terus menggempur Cow Li dengan cium an ganasnya. Sembari menggesek gesekan lembah surga yang masih tertutup kain pink lembut ke paha Cow Li.
Mungkin karena pengaruh alkohol Karin menjadi bersikap demikian.
Cow Li yang terus digempur oleh cium an ganas dari Karin , hawa panasnya langsung meledak.
' Bagaimanapun aku adalah lelaki super normal , aku harus menghajar istriku '. gumam Cow Li kemudian langsung melepas kain yang menutup payudara isterinya kemudian langsung meghisap dengan lahap .
Oh...Karin men de sah.
__ADS_1
Bersambung...