Tak Cinta Tapi Menikah

Tak Cinta Tapi Menikah
Bangkit setelah tidur lama


__ADS_3

Arsha berdiri termenung menatap gedung-gedung di Jakarta yang seperti sedang berlomba, beradu kekuatan dan ketinggian dari balik jendela kaca yang membentang lebar di kantor pribadi nya. Padat kendaraan yang mengular panjang dan hampir tak bergerak setiap harinya, menambah kebisingan kota Jakarta yang tak pernah sepi.


'Apa aku terlalu keras sama Sarah?', Arsha sedikit menyesal sudah membentak Sarah dengan keras tadi pagi. Tidak seharusnya dia marah seperti itu pada Sarah yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.


Lamunannya tiba-tiba terpecah oleh suara telpon kantor diatas meja kerjanya, terdengar suara Rania dari seberang sana yang memberi tau kalau mamanya ada dikantor.


'Hhh.. dasar Dani drona!!, umpat nya kesal. Cepat sekali Dani melaporkan tentang masalah pagi tadi pada mama nya. 'Tunggu saja pembalasan ku, Dan!', Arsha mengepalkan kedua tangannya yang sudah gatal ingin menghajar asisten Drona nya itu.


Pintu kantor terbuka dari luar tanpa meminta ijin dari penghuni nya.


"Mom... ", Arsha langsung menghampiri mama Hanum yang muncul dari balik pintu itu. "Kenapa ke kantor pagi-pagi begini?".


"Begini caramu menyambut mama mu?!", ucap mama Hanum kesal dengan sambutan anaknya.


"Bukan begitu, mom... Mommy tenang dulu, Ayo duduk dulu mom.", Arsha menggandeng tangan mama Hanum menuju sofa, kemudian ikut duduk berdampingan dengan mama Hanum.


"Apa lagi yang dilaporkan Dani drona itu, mom?".


"Kamu dan Sarah kenapa?".


'nah benar dugaan ku kan', batin Arsha geram dengan Dani. "Aku dan Sarah nggak ada apa-apa, mom. Kami baik-baik saja..".


"Bohong kamu! Kata Dani, kamu tadi pagi yang membuat Sarah menangis.".


Arsha menghela nafasnya pelan, 'Dani brengsek memang!'.


"Mommy pasti sudah tau dari Dani kan? Tadi cuma kesalahpahaman kecil saja, mom.. ".


"Kesalahpahaman kecil bagaimana maksud mu?Sarah sampai menangis seperti itu, dan kamu juga kenapa marah sama Sarah?".


"Aku tidak marah dengan Sarah, mom.. Hanya aku tidak suka dengan caranya yang kekanak-kanakan seperti itu.. ".


"Sarah melakukan semua itu juga untuk kamu, Sha. Sarah itu anak yang baik, kenapa tidak suka dengan Sarah?".


Arsha menatap mama tercintanya sambil tersenyum lembut, "Mommy tau kan, Arsha tidak akan main-main dengan yang namanya pernikahan. Aku akan menikah jika sudah tiba saatnya nanti, mom.".


"Saatnya nanti kapan? Mama sudah semakin tua Sha, mama sudah ingin melihat mu mempunyai pendamping hidup. Mama cuma mau itu saja, supaya mama bisa hidup dengan tenang.".


Arsha menggenggam erat tangan mamanya, "Arsha juga sangat ingin membahagiakan mommy.".


"Kalau kamu ingin membahagiakan mama, kamu harus segera mencari pasangan dan langsung menikahinya, Sha.".


"Iya, mommy, Arsha sedang berusaha mencari nya, tapi Arsha memang belum menemukan orang yang tepat buat Arsha.".


"Yang seperti Celine maksud mu?".

__ADS_1


"Mom...!", Arsha langsung menekan suara nya.


"Mama tau kamu masih menyimpan rasa sakit mu, Sha, tapi sekarang sudah saatnya kamu bangkit dari rasa kecewa mu. Lupakanlah masa lalu mu, tidak ada yang perlu disesali, semua sudah terjadi. Dan mungkin ini cara Tuhan membuka mata hatimu untuk bisa melihat sendiri kalau Celine memang bukan orang yang baik untuk mu. Masih banyak perempuan yang baik di luar sana. Mama percaya, kamu pasti bisa menemukan yang lebih baik dari Celine.".


Arsha tertunduk dalam, yah memang benar, masih ada lubang besar dihatinya yang entah kapan dan sampai kapan akan tertutup kembali. 'Siapa yang bisa mengobati trauma ini?'. Trauma yang sangat menakutkan dan selalu menghantuinya, hingga setiap malam Arsha sering terjaga dari tidur nya karena mimpi buruk itu selalu datang mengganggunya.


"Maafkan Arsha, mom...".


Mama Hanum memeluk Arsha dengan erat, mencoba memberi kekuatan ke dalam tubuh Arsha yang kekar namun rapuh didalamnya.


"Mama selalu bersama mu, Sha. Kamu pasti kuat dan bisa meninggalkan masa lalumu. Happy birthday sayang...".


Arsha memejamkan matanya erat, merasakan kedamaian didalam pelukan mamanya, "Thanks, mom".


"Nanti malam pulang lah ke rumah. Cantika dan suaminya punya kabar gembira untukmu. Katanya ini kado buat ulang tahunmu.".


"Iya mom, nanti aku pasti pulang kerumah.".


Tadi malam Arsha memang sengaja tidak pulang ke rumah, setiap tahun saat menjelang ulang tahunnya, Arsha selalu menyendiri di apartementnya.


Hanum menangkup kedua pipi Arsha, tersenyum menatap penuh haru anak laki-laki nya yang begitu dia sayangi.


"I love you..."


*


'Plak!!'


"Auwwww.... ", pekik Dani sambil mengusap lengannya yang baru saja terkena hantaman map binder besar.


"Dasar drona! Sampai kapan kamu mau jadi mata-mata mama?! Hhh...!!".


"Maaf Bos, aku cuma menjawab pertanyaan nyonya Wiguna saja.".


'Pletak.. '


"Auuwww.. ", kali ini jidatnya yang terkena sentilan keras jari telunjuk Arsha.


"Apa saja yang kamu laporkan, hah?!!".


"Tidak ada, Bos... Cuma itu saja, Sumpah Bos!", Dani mengacungkan dua jarinya membentuk huruf 'V' kedepan wajah Arsha.


"Aku tidak percaya dengan mu, Dan!! Dasar asisten Drona!!".


Dani hanya terdiam membisu, mendengar omelan Arsha padanya.

__ADS_1


"Mana kado dari Sarah, kamu masih menyimpannya kan? Bawa sini, biar aku simpan sendiri."


'Dasar bos kepala batu! Tadi ditolak, sekarang diminta', batin Dani ikut kesal.


"Masih disimpan sama Rania, Bos. Aku ambilkan sekarang ya Bos.", Dani langsung berlalu dari hadapan Arsha sebelum tubuhnya remuk karena amukan Arsha.


Arsha menghembuskan nafasnya kasar, hari ini benar-benar sangat kacau. Arsha memejamkan kedua matanya, mencoba menenangkan diri dari rasa marah yang sudah menguasai dirinya. Dia teringat ucapan mamanya tadi, semua adalah cara Tuhan menunjukkan mana yang baik untuk dirinya. 'Yah, aku memang harus bangkit dari masa lalu ku' semua sudah berlalu, tidak perlu lagi menyesalinya.


*


Rumah mewah dengan bangunan dua lantai dan terasa sangat sepi karena sebagian penghuninya sudah tidak ada dirumah ini. Papa Wiguna sudah pergi untuk selamanya meninggalkan mama Hanum dengan dua orang anaknya sejak delapan tahun yang lalu. Cantika sudah menikah dan memilih ikut tinggal dengan suaminya. Sementara itu, Arsha, anak laki-laki nya yang belum menikah, sangat jarang pulang kerumah. Arsha lebih sering menyendiri di apartementnya, dan sangat jarang pulang ke rumah. Mama Hanum dirumah hanya ditemani beberapa asisten rumah tangga, tukang kebun dan supir pribadinya.


Tapi malam ini suasananya agak berbeda dari biasanya, semua anak dan menantunya sedang berkumpul untuk makan malam bersama. Cantika bersama suaminya sudah datang dari tadi sore, sedangkan Arsha baru sampai ke rumah selepas maghrib.


Kini mereka sedang duduk berkumpul diruang makan dirumah itu. Tampak Cantika yang selalu tersenyum tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya saat akan mengumumkan sesuatu pada mama Hanum dan Arsha.


"Mommy dan kak Arsha.. Hari ini, tepat di hari ulang tahun kakak ku tercinta, Caca mau kasih kabar bahagia buat kalian semua.", Cantika menatap mama Hanum dan Arsha yang terlihat penasaran dengan apa yang akan disampaikan nya.


"Caca mau bilang kalau mommy akan segera menjadi seorang nenek!!" teriak Cantika dengan bahagia sambil memeluk mama Hanum. Mama Hanum langsung menangis haru, membalas pelukan Cantika dengan erat.


"Ya Tuhan...Terimakasih sayang... ", ucap mama Hanum dengan bahagia.


"Selamat ya Ca, hebat kamu, kecil-kecil dah mau jadi mama.", ucap Arsha tak kalah bahagia pada Cantika.


"Terimakasih kakak ku tercinta... Kakak kapan nyusul? Masa kalah sama bocil...", Cantika menjulurkan lidahnya mencoba meledek Arsha.


"Heh... udah mau jadi mama tapi masih kaya Bocil aja kelakuannya.", sungut Arsha gemas dengan kelakuan adiknya itu.


"Biarin, daripada kakak, udah tua masih aja statusnya bujangan. Apa kabar bujangan...?".


'pletak... ', sentilan keras langsung mendarat didahi mulus Cantika.


"Auww.. sakit kak... ".


"Sukurin...", ucap Arsha dengan santai nya.


"Mom.... ", rengek cantika yang mencoba mengadu ke mamanya.


"Eehhh.. kamu itu lho, udah menikah masih kaya anak kecil, malu sama Rafi. Kamu juga Sha, sama saja kelakuan nya kayak anak kecil.".


"Auww, mom.. kenapa Arsha yang dipukul.. ?" Arsha mengusap lengannya yang terkena tabokan keras dari mama Hanum.


"Rasain... ", Cantika tersenyum puas menatap Arsha.


Hari ini ada kesedihan yang datang dan tergantikan dengan kebahagiaan yang tak terkira, yang akan menghapus segala luka masa lalu. Berharap semoga esok kan lebih indah dari hari-hari sebelum nya.

__ADS_1


__ADS_2