Tak Cinta Tapi Menikah

Tak Cinta Tapi Menikah
Penolakan Halus


__ADS_3

Mama Hanum terlihat sedang duduk santai diruang tengah sambil merajut sebuah baju hangat kecil untuk calon anak Cantika. Hobby yang sudah sangat lama ia lakukan untuk mengisi waktu kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.


"Mom... ", sapa Arsha yang langsung menghampiri mama nya dan mencium kening nya.


"Tumben pulang gasik, Sha. ".


"Iya, kangen sama mommy ku yang cantik ini. ", Arsha menoel dagu mamanya dengan gemas.


Mama Hanum menatap penuh curiga pada Arsha yang tidak seperti biasanya, kali ini wajahnya penuh senyum, sikapnya hangat dan sepertinya hatinya sedang dalam suasana bahagia.


"Kenapa menatap ku seperti itu, mom?", tanya Arsha.


"Kamu sepertinya punya kabar bahagia buat mama?".


"Kabar bahagia apa, mom?".


"Apa ada sesuatu yang terjadi hari ini, Sha?", tanya mama Hanum sambil terus menatap penuh tanda tanya pada Arsha.


"Sesuatu apa sih, mom? Mommy ini suka aneh-aneh aja. Udah ah, Arsha mau mandi dulu. ".


"Kamu nggak mau berbagi bahagianya sama mama, Sha?".


Arsha mencubit pipi mama Hanum dengan lembut dan segera berlalu dari hadapan mama Hanum yang masih penasaran dengan sikap Arsha yang sangat berbeda hari ini.


"Arsha!", panggil mama Hanum yang hanya dijawab dengan lambaian tangan kanan Arsha dan tetap berjalan menaiki anak tangga.


"Bik Susi...! Biik...! ", teriak mama Hanum memanggil salah satu asistennya.


"Iya nyonya. ", sahut bik Susi dari arah dapur basah yang terletak dibelakang dan terpisah dengan rumah utama.


Bik Susi langsung tergopoh-gopoh menghampiri mama Hanum yang sedang berjalan kearah dapur.


"Mana pak Joko?".


"Oh Pak Joko, itu Nyah ada diteras belakang. ", jawabnya setelah dekat dengan mama Hanum.


"Mau saya panggilkan Nyah?".


"Nggak usah, biar aku saja yang ke sana. ".


Mama Hanum langsung berjalan ke teras belakang dekat dengan dapur basah yang biasa dipakai para pekerja rumahnya untuk bersantai disaat istirahat.


"Pak Joko... !", seru mama Hanum saat sampai di teras belakang dan melihat pak Joko sedang duduk sambil menyeruput teh hangat.


"Iya Nyonya. ", sahut pak Joko langsung berdiri mendengar suara mama Hanum memanggilnya.


"Udah, pak Joko duduk aja disitu. ".


Mama Hanum langsung ikut duduk di kursi sebelah Pak Joko.


"Ada apa ya Nyah?", tanya pak Joko penasaran.


"Coba kamu cerita sekarang. ".


"Cerita apa ya, Nyah?", tanya pak Joko tak mengerti.


"Arsha!".


"Pak Arsha? Memang ada apa sama pak Arsha?".


"Ya mana aku tau? Makanya pak Joko cerita ke aku. Ada apa sama Arsha?".


"Maksudnya apa ya Nyah?".


"Ihhh... pak Joko ini lho! Coba cerita dari mana Arsha tadi pagi sampai malam hari begini baru sampai ke rumah.", ucap mama Hanum mulai tak sabaran.


"Ohhh... Tadi pagi Pak Arsha berangkat ke kantor seperti biasanya. ".


"Teruuuss.... ?".


"Terus...?", Pak Joko tampak kebingungan saat akan menjawab.


"Terus apa pak Joko?? Ihh pak Joko pake lama jawabnya. ", mama Hanum sudah tidak sabar dan terlihat semakin penasaran.


"Tadi siang, pak Arsha... ", pak Joko tampak ragu saat akan bercerita.


Mama Hanum memiringkan kepalanya, dengan wajah berkerut menatap Pak Joko. "Terus tadi siang Arsha kenapa pak Joko?".


"Tadi siang Pak Arsha dari rumah sakit. ".


Mama Hanum langsung melotot terkejut, "Rumah sakit? Emang siapa yang sakit?".


"Anu... ", pak Joko menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Anu apa Pak?".


"Itu Nyah, Pak Arsha tadi jemput mas Andra pulang dari rumah sakit. ".


"Andra??... Siapa Andra?", tanya mama Hanum tak mengerti.


"Itu Nyah... ".


"Ihh pak Joko ini loh, dari tadi anu itu anu itu terus, ayo buruan cerita nya. ".

__ADS_1


Pak Joko menggaruk kepalanya lagi, menatap mama Hanum yang sudah tidak sabar menunggu ceritanya.


"Siapa Andra pak?".


"Mas Andra itu anaknya mbak Rania, Nyah. Sekretaris pak Arsha. ".


Mama Hanum langsung terdiam, alisnya berkerut.


'Andra anaknya Rania? Arsha jemput Andra?', mama Hanum menggelengkan kepalanya semakin tak mengerti. Sejak kapan hubungan mereka jadi lebih dekat seperti itu?.


"Arsha kerumah sakit jemput anaknya Rania??".


"Iya Nyah. ", jawab pak Joko singkat.


"Emang sakit apa anaknya Rania?".


"Itu Nyah, tangan nya patah habis keserempet motor didepan sekolahnya. ".


"Ya Tuhan... Tapi nggak papa kan anaknya?".


"Alhamdulillah nggak papa, Nyah. Cuma di gips tangannya. ".


"Terus habis itu?".


"Terus apalagi ya, Nyah?".


"Ihh Pak Joko, terus dari rumah sakit kemana lagi?", mama Hanum semakin penasaran dengan kelanjutannya.


"Terus diantar pulang sampai ke rumah mbak Rania. ".


"Arsha kerumah Rania?", mama Hanum semakin terkejut. Arsha selama ini tidak pernah peduli dengan urusan bawahannya dikantor, kenapa sekarang bisa sampai mau mengantarkan Rania sampai ke rumahnya?.


"Iya Nyah. ".


"Terus Arsha kemana lagi setelah dari rumah Rania?".


"Nggak kemana-mana lagi, Nyah. ".


"Sampai malam dirumah Rania??", Ucap mama Hanum tak percaya.


Pak Joko hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya pelan.


"Emang ngapain Arsha disana?".


"Saya nggak tau, Nyah. Tadi siang saya langsung balik ke kantor disuruh sama pak Arsha. ".


"Suami Rania emang nggak ada dirumah?".


'Aahh Dani!', seru mama Hanum dalam hati. Sekarang dia tau ke siapa lagi harus mencari tau kelanjutan cerita pak Joko.


"Ya udah, pak Joko terusin aja minumnya, makasih Pak Joko. Besok lagi kalau Arsha kemana-mana pak Joko harus lapor ke aku, oke!".


"I.iya Nyah. ", jawab pak Joko patuh.


Mama Hanum langsung bergegas masuk kedalam rumah lagi dan langsung menuju kamarnya untuk menelpon seseorang.


'tuut.. tuut.. tuut... '


"Hallo selamat malam nyonya Wiguna. ", suara Dani terdengar menyahut dari ponsel mama Hanum.


"Malam, Dan. Aku mau tanya tentang Arsha. ".


"Pak Arsha?".


"Iya Arsha. Katanya tadi siang Arsha jemput anaknya Rania dari rumah sakit. ".


"Dari mana Nyonya tau?".


"Dari pak Joko laahh. Gimana ceritanya, Dan?".


"Ah iya, anak Rania habis kecelakaan kemarin, terus masuk rumah sakit. ".


"Terus kenapa Arsha yang jemput? Ada hubungan apa Arsha sama Rania?".


"Hubungan apa ya Nya?".


"Ya hubungan apa sama Rania, kok sampai Arsha yang jemput anaknya?".


"Sepertinya tidak ada hubungan apa-apa. ".


"Tumben Arsha mau mengurusi karyawannya sampai segitunya kan, Dan? Kamu pasti tau sesuatu kan?".


"Saya betul-betul tidak tau, yang saya tau pak Arsha memang sangat menyukai Andra, anak Rania. ".


"Emang berapa usia anak Rania?".


"Umurnya hampir lima tahun. ".


"Laki-laki apa perempuan?".


"Laki-laki.".


"Terus suami Rania?".

__ADS_1


"Su.suami Rania. ".


"Iya suami Rania. Emang suami nya nggak ada di rumah, nggak dikabari anaknya kecelakaan?".


"Sebenarnya suami Rania sudah meninggal lima tahun yang lalu. "


"Haahhh... Apa?!".


Mama Hanum sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Dani barusan, tangannya langsung jatuh di pangkuannya, dengan masih memegang ponsel miliknya.


"*Nyonya... nyonya Wigun*a, haloo...", suara panggilan Dani menyadarkan mama Hanum dari lamunannya.


"Iya Dani, oke, makasih info nya. Kamu lanjutkan saja istirahat nya. Malam, Dani. ".


"Iya nyonya, selamat malam. ".


Mama Hanum duduk termangu menatap kosong kedepan tanpa arah.


'Suami Rania sudah meninggal sejak lima tahun yang lalu?'. Waktu kejadian yang hampir sama dengan apa yang dialami Arsha dulu.


'Apa ini cuma kebetulan semata? Atau... ', mama Hanum menengadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya dengan erat.


'Ya Tuhan, apa ini rencana Mu?'.


*


Keesokan harinya, Rania sudah mulai kembali bekerja setelah dua hari dia ijin tidak masuk kerja karena ingin merawat Andra dirumah. Kini dia sudah sibuk dengan tugas nya yang menumpuk karena selama dia ijin tidak ada yang menggantikan tugasnya.


"Assalamu'alaikum, Rania. ".


"Waalaikumsalam... ", jawab Rania yang masih sibuk memainkan jarinya diatas laptopnya tanpa menoleh ke arah Dani yang memanggilnya.


"Ihh, sombong banget nggak mau nengok. ", ucap Dani kesal melihat Rania masih saja sibuk dengan laptopnya.


"Iya mas Dani, maaf... Ini laporan harus jadi secepatnya, mau dibawa pak Bos ke Angkasa grup nanti siang. ".


"Andra sudah berangkat ke sekolah?".


"Sudah mas, anaknya nggak mau diem. Maksa minta berangkat sekolah, katanya nanti sepi dirumah cuma sama bik Inah. ".


"Makanya kamu cepat cari teman buat Andra biar nggak kesepian lagi. ".


"Temannya kan banyak disekolah mas. ".


"Bukan teman itu maksud ku. ".


Rania langsung menoleh menatap Dani, "Terus teman yang bagaimana maksudnya mas Dani?".


"Maksudnya, teman dirumah. Ayah buat Andra dan ehheemm... adik kecil nanti, biar Andra nggak kesepian seperti sekarang.", ucap Dani malu-malu.


Rania tergelak tertawa pelan, tangannya langsung menutup bibirnya supaya bisa menahan tawanya yang lepas begitu saja.


"Kenapa malah ketawa?".


"Lha mas Dani aneh-aneh saja ngomongnya. "


"Apanya yang aneh? Kan emang betul yang aku bilang, kamu sudah waktunya memikirkan calon ayah buat Andra. ".


"Alhamdulillah, aku dan Andra masih baik-baik saja sampai sekarang. Dan masih belum memikirkan hal itu, karena aku malah jadi lebih fokus merawat Andra. ".


Dani menghela nafasnya pelan, sudah kesekian kalinya dia merasa ditolak secara halus oleh Rania.


"Huhh... Ditolak lagi... ", ucapnya lemas. Rania tersenyum geli menatap Dani yang terkulai lemas.


"Sabar mas, semoga jodoh mas Dani segera datang. ".


"Tapi aku mau nya kamu yang jadi jodoh ku Rania... ", ucap Dani merajuk.


Rania hanya membalasnya dengan senyuman, dia tau betul kalau Dani orang yang benar-benar tulus padanya. Sebenarnya tidak ada alasan untuk menolak orang seperti Dani. Hanya hatinya belum tergerak untuk memikirkan kembali tentang pasangan hidupnya.


Berulang kali Bapak dan ibu juga sering menyarankannya untuk segera mengakhiri kesendiriannya, tapi Rania merasa belum siap untuk kembali membuka hatinya pada siapapun.


*


Rania memarkirkan motornya diteras rumah nya, kemudian mengunci motornya, memastikan motornya sudah dalam kondisi aman jika ditinggalkan diluar. Tatapannya terpaku pada sepanjang sandal wanita yang ada di depan rumahnya.


'Siapa yang datang?', batinnya penasaran. Mungkin guru sekolah Andra yang datang.


"Assalamu'alaikum.. ", Rania mengucap salam sebelum masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam.. ", sahut Andra dan Bik Inah dari dalam rumah.


"Bunda... !", seru Andra saat melihat Rania datang.


"Halo sayang.. Siapa yang datang?", Rania memeluk Andra yang berlari menghampirinya.


"Ada Gemma, Bunda. ".


Rania mengerutkan alisnya penasaran. "Gemma?", siapa Gemma? Sepertinya guru Andra tidak ada yang bernama Gemma.


"Halo Rania... ".


Rania terpaku ditempat menatap wanita didepannya yang dipanggil Gemma oleh Andra.

__ADS_1


__ADS_2