Tak Cinta Tapi Menikah

Tak Cinta Tapi Menikah
Curhat Dan Fakta


__ADS_3

Rania kembali pulang ke rumahnya setelah mengantarkan Andra ke sekolah. Membawa dua bungkusan bubur ayam yang tadi dibelinya didepan komplek perumahan bersama Siska. Mereka berdua sengaja janjian bertemu sebelum Siska berangkat ke kantor karena ada waktu sekitar setengah jam an untuk sekedar ngobrol santai dengan sahabatnya itu. Kebetulan kost yang ditempati Siska juga letaknya tak begitu jauh dari komplek perumahan Rania, jadi dia tadi sengaja menelpon Siska dan mengajaknya bertemu sebentar.


" Ayo Sis, dimakan dulu bubur nya. ", ajak Rania karena tadi Siska bilang belum sarapan seperti dirinya.


" Kamu udah nggak mual lagi Ra? ", tanya Siska yang melihat Rania sepertinya baik-baik saja saat mulai membuka bungkusan bubur, sangat jauh berbeda dengan kondisi saat hamil Andra dulu.


" Masih, tapi nggak separah dulu, Alhamdulillah sekarang kalo udah selesai mual muntah pagi hari, terus bisa makan lagi seperti biasanya. Kalau sekarang malahan suka banget ngebayangin makanan dan langsung kepengen makan saat itu juga. ".


" Alhamdulillah... Semoga sehat terus ya si twinnul... ", Siska mengelus perut Rania yang masih rata dengan gemas.


" Jelek banget namanya twinnul Sis... ".


" Lucu kali Ra, nggak sabar banget pengen liat foto kopian nya oppa bule itu. ".


" Ya tapi jangan twinnul juga kali Sis... ".


" Hehehe... Nggak papa lah Ra, kan jadi lucu nggemesin kaya menul-menul gitu Ra... ".


" Nih dimakan dulu, ntar keburu dingin malah nggak enak jadinya. ", Rania menyodorkan piring yang sudah terisi bubur diatasnya.


Siska langsung menyuap sesendok bubur kedalam mulutnya, " Huaahhhh... Vanash Ra... ", Siska buru-buru mengipas mulutnya yang mengebul.


" Ishh... Kamu ini, lagian masih panas langsung dihap aja. Maka nya doa dulu sebelum makan. ".


Siska dengan susah payah mengunyah bubur panas di mulutnya, " Eh Ra, kemarin tuh si Bos nanyain kamu terus. Kayaknya dia curiga gitu kalo aku tau semuanya dari kamu. ".


" Biar aja lah Sis, asal kamu jangan sampe ngomong tentang kehamilan ku ini. ".


" Berarti boleh dong aku ngomong yang lainnya selain twinnul?. ".


Rania mengangguk sambil mulai makan dengan pelan, " Boleh Sis, silahkan aja kamu bilang apa adanya, aku percaya kok sama kamu. ". Selama bertahun-tahun bergaul dengan Siska, Rania memang sudah tahu betul kalau sahabatnya ini tidak akan mengatakan hal yang akan merugikan dirinya pada siapapun itu.


" Ehh iya Ra jadi inget, emm... Apa kamu udah tau gimana kondisi wanita itu Ra?. Kemarin aku tanya pak Dani katanya dia masih dirawat di rumah sakit. ".


Rania menggedikkan bahunya keatas, " Aku nggak tau Sis, mas Arsha sama sekali nggak pernah cerita tentang kejadian waktu itu. Dan aku nggak berani nanya sama dia. Dia cuma bilang sabar sebentar sampai masalah ini selesai baru mau cerita semuanya. ".


" Hhmm... Ada benarnya juga sih Ra, mungkin pak Bos pengen kamu nggak terlalu kepikiran sama masalah itu. Yang penting kan sekarang pak Bos nggak ada hubungan apa-apa lagi sama wanita itu kan Ra... ".


Rania langsung meraih HP nya dan membuka foto yang dikirim Sarah tadi malam dan pagi ini, kemudian menunjukkannya persis kedepan wajah Siska, " Apa maksudnya Ra?. Siapa Lilysha?. ", tanya Siska mendelik menatap dua foto yang berbeda, satu foto kamar tidur dan satunya lagi foto piring berisi sosis dan kawan-kawannya.

__ADS_1


" Ya wanita itu, namanya Celine. Yang pernah aku ceritain pas dirumah sakit. ".


" Oohh... Mantannya pak Bos!. Terus apa maksudnya caption itu?. I'm home with you dan You always understand me, thank you... ".


" Dia pulang ke apartement mas Arsha, sepertinya bareng sama mas Arsha tadi malam, dan mas Arsha sepertinya menginap di apartement itu. Aku nggak tau alasan mas Arsha kenapa sampai membawa wanita itu ke apartement?. Dan yang foto satunya sepertinya mas Arsha juga nyiapin sarapan buat dia pagi ini. ".


Mulut Siska spontan langsung menganga lebar karena terkejut dengan ucapan Rania yang terdengar lirih dan sedih, " Ya ampun Ra..., kok bisa gitu sih... yang sabar ya Ra... Kenapa jadi tambah ruwet gini sih Ra... ?. ".


" Apartement itu memang rumah penuh kenangan buat mereka berdua dulu Sis, aku aja baru tau setelah nemu foto-foto mesra mereka. Mungkin wanita itu masih menganggap kalau apartement itu seperti rumahnya sendiri. Entahlah Sis, aku benar-benar nggak tau lagi harus gimana kedepannya?. ".


" Ra... Dengerin aku ya Ra, yang terpenting sekarang kamu harus fokus sama twinnul yang ada di perutmu itu. Udah nggak usah mikirin mereka untuk sementara ini. Dibawa enjoy aja, dan anggap aja nggak ada masalah. ", ujar Siska berusaha menenangkan Rania yang terlihat sedih.


" Pengennya sih gitu Sis, tadinya aku juga nggak mau terlalu larut mikirin itu. Tapi kok rasanya sakit ya Sis ngliat suami sendiri malah tinggal diatap yang sama semalaman... ".


" Ra, mungkin aja pak Bos emang terpaksa nglakuin itu, pasti ada alasan kuat kan Ra?. ".


Rania menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, rasanya lelah harus menangisi hal yang sama setiap harinya.


" Ra, kamu yang tenang yah... Ingat kesehatan mu sama twinnul juga. ", Siska mengusap baju Rania pelan, ikut merasakan bagaimana hancurnya perasaan sahabatnya saat ini.


" Aku harus gimana lagi sekarang Sis, rasanya nggak sanggup kalo harus ketemu sama mas Arsha saat ini. Pasti aku bakalan ingat sama wanita itu terus Sis... ", Rania menekuk kepalanya berusaha menyembunyikan kesedihannya.


" Ra, kamu harus bisa nenangin dirimu sendiri dulu ya Ra... ", Siska langsung memeluk Rania dengan erat, " Kamu bisa pulang dulu ke Jogja sementara waktu, biar kamu bisa fokus lagi sama kandungan mu ini Ra... ".


" Atau kamu bisa pindah dulu ke rumah ini lagi Ra?. Yang jelas kamu harus bisa menghindar dulu dari masalah ini. ", usul Siska lagi.


" Itu juga lebih nggak mungkin lagi Sis, nanti gimana perasaan mama Hanum kalo aku pindah ke sini?. ".


Siska mendesah pelan sambil menatap Rania yang masih tertunduk dalam, " Ra, kamu harus kuat ya Ra... Aku yakin kamu pasti bisa melewati semua ini Ra. ".


Rania berusaha tersenyum menatap sahabatnya yang benar-benar bisa membuatnya tenang saat ini, " Maaf ya Sis, aku malah jadi curhat sama kamu. ".


" Nggak papa lah Ra, aku tau kamu butuh teman buat dengerin keluh kesahmu itu. Aku siap kapan aja kalo kamu butuh teman untuk bicara Ra, pokoknya kamu jangan sungkan, kapanpun itu aku pasti siap dengerin curhatan mu. ".


Rania tersenyum lembut, " Makasih ya Sis, sebenarnya aku malu sama kamu, setiap ada masalah pasti kamu yang setia nemenin aku. ".


" Iya Ra, ngapain malu sama aku. Yang penting kamu harus tau kalo aku selalu ada buat kamu Ra... Udah ah sedihnya, kasihan twinnul kalo kamu sedih kayak gini terus. ", Siska berusaha mengalihkan perhatian Rania dari kesedihannya.


Rania terkekeh lirih, " Bisa aja kamu Sis... Hhmm... Rasanya lebih lega sekarang setelah menumpahkan semuanya. Ayo ah lanjut makan dulu, entar kamu terlambat ke kantor. ".

__ADS_1


Keduanya dengan tenang melanjutkan sarapan bubur hangat disertai obrolan ringan tanpa membahas lagi masalah Arsha dan masa lalunya itu. Semua yang dikatakan Siska memang benar, Rania harus kuat dan tenang dalam menghadapi masalah ini. Demi kesehatan dirinya sendiri, bayi-bayinya yang sedang tumbuh di perutnya dan juga Andra tentunya.


*


Sementara itu di apartement


" Ini istrinya Arsha Beb??. ", tanya Celine dengan tatapan tak percaya menatap layar ponsel milik Bobby.


Bobby mengangguk pasti, " He ehh nyonyah... Liat aja foto itu, itu foto pas mereka nikahan dua bulan yang lalu. ", jawab Bobby singkat.


Celine masih lekat menatap foto itu, seorang wanita berkerudung memakai gaun brokat broken white sedang berdiri disamping Arsha yang memakai setelan jas rapi dan juga seorang anak laki-laki kecil yang berdiri didepan Arsha, mereka bertiga tampak tersenyum bahagia.


" Ini bukannya sekretaris Arsha yang kemarin ketemu aku?!. ", ujar Celine masih terkejut.


" Yaps... Betul sekali nyonyah. Namanya Rania, mantan sekretaris Bos Arsha yang baru resmi bekerja di perusahaan pak Bos sekitar enam bulan yang lalu. ".


" Hah!. Berarti mereka baru ketemu nggak ada satu tahun Beb?!. ".


Bobby mengangguk lagi, " Yuhuuu, nggak tau alasannya kenapa, yang pasti tiba-tiba aja pak Bos langsung nikahin tuh cewek. ".


" Terus ini anaknya siapa Beb??. ".


" Itu anaknya cewek itu say... Namanya Andra, umurnya baru lima tahun, dan papa kandungnya anak itu udah meninggal. ".


" What!!. Jadi dia janda dan... ini anaknya?!. "


" Iya nyonyah... Ini anaknya cewek ini, dan pak Bos sangat sayang sama anak ini. Katanya sih dia nikahin cewek ini juga karena dia nggak mau pisah sama anak ini. ", tunjuk Bobby pada foto di hpnya.


Mata Celine langsung membulat sempurna tak percaya, " Siapa yang kasih tau semua ini Beb??. ".


" Miss Sarah, nyonyah masih ingat kan sama miss Sarah?. ".


" Ya jelas lah aku inget, dia kan yang selalu memusuhi ku dulu. ", seringai Celine teringat dengan Sarah yang selalu tak suka padanya.


" Dan katanya lagi, pak Bos itu sayang ke anak ini karena umurnya hampir sama dengan anak kalian berdua kalo masih hidup. ", imbuh Bobby dengan semangat.


" Jadi selama ini Arsha bohong sama aku Beb... Dia ternyata nggak cinta sama cewek ini. ", Celine langsung tersenyum bahagia mendengar perkataan Bobby.


" Yah nggak tau juga kalo masalah itu... Bisa aja pak Bos langsung jatuh cinta sama cewek itu. ".

__ADS_1


" Nggak mungkin lah Beb... Nggak mungkin Arsha secepat itu bisa langsung cinta sama cewek. Dia itu orangnya sangat lama dan pemilih kalo mau dekat dengan orang lain. ", sanggah Celine dengan yakin.


" Beb, sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan, kamu harus bantu aku supaya Arsha bisa kembali lagi padaku. ", ucap Celine seperti mendapatkan angin segar yang menghapus segala keraguannya pada Arsha. Rasa bahagia kini membuncah didalam hatinya setelah mengetahui fakta yang sebenarnya kenapa Arsha memutuskan untuk menikah dengan wanita itu.


__ADS_2