
Siska terpana melihat seisi rumah mertua Rania, bibirnya terus berdecak kagum dan matanya sibuk berkeliling menatap semua pemandangan indah dirumah itu.
" Wuahhh... Beneran kayak istana ya Ra... ".
" Udah dech Sis, jangan mulai lagi. Itu mama Hanum, mama mertua ku Sis. ", tunjuk Rania pada wanita anggun yang sedang sibuk membuat adonan kue didapur.
" Assalamu'alaikum... ", salam Rania menghampiri mama Hanum yang tengah sibuk mengaduk tepung.
" Waalaikumsalam... Kamu sudah pulang Rania. ", sahut mama Hanum.
" Iya ma, oh iya ma kenalin ini Siska temen Rania dari Jogja. Dan sekarang juga kerja dikantor menggantikan Rania nantinya. ".
Mama Hanum bergegas mencuci kedua tangannya yang terkena tepung, " Oohhh... Teman dari Jogja ya. ".
" Iya tante, saya Siska teman Rania. ", Siska mengangguk hormat dan menyambut tangan mama Hanum yang mengajaknya bersalaman.
" Saya mamanya Rania, senang berkenalan dengan mu. ", sambut mama Hanum ramah, "Rania, ajak temen mu duduk dulu yah, nanti biar bude Inah buatin minum buat kalian. Maaf tante tinggal dulu ya, lagi buatin kue buat Andra. Santai aja disini ya. ".
" Iya tante, terimakasih. ".
Rania lalu mengajak Siska duduk di taman belakang, " Andra dimana Ra?. Kok nggak keliatan dari tadi?. ", Siska celingukan mencari keberadaan Andra diarea taman.
" Andra pulang sekolah langsung ikut les bahasa Inggris, jam lima sore baru pulang sampai dirumah. ".
" Oohhh... Eemm Ra, apa kamu juga belum ngasih tau ke mama mertua mu kalo kamu lagi hamil. ".
" Ssttt... ", Rania langsung mengangkat ibu jari nya sebagai isyarat untuk diam, " Siska, jangan keras-keras. Belum ada yang tau selain kamu sama dokter Obsgyn tadi. ".
" Maaf... Terus mau sampai kapan kamu rahasiain?. ".
Rania menggelengkan kepalanya dengan lemah, "Entahlah... ".
" Eh Ra, kamu harus secepatnya ngomong sama mama mertua mu itu, kamu kan lagi hamil calon pewarisnya. ".
Rania langsung mendelik sebal, " Siska... Bisa diem dulu nggak!. ".
" Hihihi... Kita hidup juga harus realistis ya kan Ra, sedikit egois memikirkan nasib sendiri demi masa depan yang cerah seterang rumah ini. ", Rania mendesah pasrah, susah memang kalau bicara dengan temannya yang satu ini. Mulut nya selalu saja tidak pernah kehabisan kata untuk dibicarakan.
" Maaf mbak Rania, ada tamu didepan. Katanya temen kantor nya mbak Rania. ", ucap bik Inah sembari membawa minuman dan makanan camilan.
" Siapa bude?. ", tanya Rania penasaran. Selama dia tinggal dirumah ini, baru kali ini ada teman kantor yang datang menemuinya.
" Saya juga nggak tau mbak. Kayaknya belum pernah ketemu sebelumnya. ".
" Sis, aku tinggal kedepan sebentar ya. Makasih bude, Rania kedepan sekarang. ", Rania meninggalkan Siska di taman belakang. Penasaran dengan tamu yang datang ke rumah mama Hanum dan ingin bertemu dengannya.
" Bu Sarah... ", Rania terkejut menatap Sarah yang sedang asyik ngobrol dengan mama Hanum diruang tamu.
" Nah ini Rania udah datang, tante tinggal dulu ya Sarah, tante lagi bikin kue buat cucu tante. ".
__ADS_1
Sepeninggal mama Hanum Rania ikut duduk disofa, " Bu Sarah mencari saya?. ", tanya Rania tak mengerti kenapa Sarah tiba-tiba datang ke rumah mama Hanum.
" Maaf Rania, pasti kamu kaget kan aku datang kesini. ", Sarah berjalan mendekati Rania dan duduk tepat disamping nya, " Aku dengar tadi kamu pingsan dikantor, makanya aku kesini pengen memastikan kamu baik-baik aja, aku khawatir Rania... ".
" Alhamdulillah saya sudah baik-baik saja Bu, makasih atas perhatiannya. ".
" Rania, apa kamu udah ketemu sama dia?. ".
Rania tersenyum hambar, " Dia siapa ya bu...?. ", ucapnya pelan seolah tak mengerti. Sebenarnya dia tau apa yang dimaksud oleh Sarah, hanya dia sama sekali tak tertarik membahas masalah itu sekarang.
" Celine... ", Rania tertunduk jengah, " Maaf Rania, sebelumnya aku udah pernah memperingatkan kamu kan, dulu juga aku pernah mengirim surat padamu tapi entah kemana Arsha membuangnya. Aku tau aku tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga kalian, tapi aku benar-benar ingin membantu mu Rania. Aku tidak ingin membuat mu sedih dan kecewa pada akhirnya. ".
" Kamu tau kenapa Arsha begitu sangat menyayangi anakmu?. ", sambung Sarah. Rania mendongak menatap Sarah dengan tatapan tak mengerti.
" Karena Arsha lima tahun yang lalu sudah kehilangan calon anaknya. Dan ternyata kebetulan sekali umur anakmu hampir mirip dengan umur anak Arsha dan Celine. Itulah kenapa Arsha begitu sayangnya dengan anakmu itu. Dia seperti mendapatkan kembali anaknya yang dulu pergi dari hidupnya. ".
Rania menekuk wajahnya, menahan airmata yang ingin keluar. ' Jangan menangis lagi Rania... ', bisik Rania dalam hati. Kenyataan yang menyakitkan memang, betapa sakitnya merasakan hantaman keras mengetahui alasan Arsha begitu menyayangi Andra.
" Maaf Rania... Aku tidak bermaksud... ".
" Bu Sarah, terimakasih atas perhatian bu Sarah pada saya. Saya mohon bu Sarah jangan lagi membicarakan masalah ini, baik dengan saya, suami saya ataupun orang lain. ", potong Rania.
" Rania, aku benar-benar ingin membantu mu. ".
" Terimakasih bu Sarah, saya bisa mengatasi masalah ini sendiri. Sekarang saya ingin beristirahat dulu, maaf karena sudah mengganggu waktu bu Sarah sampai datang ke rumah menemui saya. Sekali lagi terimakasih bu Sarah. ", sebuah usiran halus yang langsung bisa diterima oleh Sarah. Sarah memeluk Rania dan langsung meninggalkan rumah mama Hanum dengan senyuman kepuasan.
Mama Hanum yang mendengar obrolan mereka dari balik tembok hanya bisa terdiam, ternyata ada peristiwa besar yang hampir saja terlewatkan olehnya. Sudah saatnya dia bergerak lagi sebelum kejadian mengerikan seperti dulu terulang lagi.
Arsha terlihat lebih segar setelah mengguyur tubuhnya di ruang jaga dokter dan berganti pakaian setelah Edo meminjamkan baju ganti seadanya untuk menggantikan pakaian Arsha yang terkena darah.
" Buang baju ini Dan. ", Arsha melemparkan jas dan hem putihnya.
" Ck... Jas mu masih bisa dicuci dan dipakai lagi, ngapain pake dibuang segala, itu jas mahal kan Sha. ", Edo menggeleng heran dengan kelakuan sahabatnya itu.
" Ngapain dicuci, itu udah kena darah. Aku nggak mungkin pake baju itu lagi. Buang aja Dan!. ".
Dani langsung memasukkan jas dan hem itu ke dalam tas plastik besar. " Bos, Bobby sekarang sudah ada dikamar nona Celine. ".
" Syukurlah, aku jadi bisa tenang meninggalkan Celine disini. Suruh dia menemui ku disini Dan. ", ucap Arsha lega.
" Terus apa rencanamu dengan Celine Sha?. ", tanya Edo kemudian.
" Rencana apa?. Apa urusannya dengan ku. Aku udah nggak ada hubungan apapun dengan Celine. Aku membawa nya kesini hanya semata tugas ku sebagai penolong aja. Nggak lebih dari itu. ".
" Iya aku tau, tapi setidaknya kamu harus memikirkan bagaimana caranya kamu untuk lepas dari Celine. Dia sepertinya akan lebih nekat lagi setelah tau kamu udah menikah. ".
Arsha menghela nafas panjang, " Kenapa dia nekat seperti itu?. Aku sama sekali tak mengira Celine akan melakukan hal bodoh seperti tadi. ".
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan, Dani bergegas membukanya dan ternyata Bobby sudah sampai didepan pintu.
__ADS_1
" Masuklah Bob. ", Bobby melenggang anggun sambil meraba dasi yang sedang dipakai Dani.
" Hai mas Dani... Long time no see... Tambah ganteng aja dech... ", Dani bergidik geli mendengar suara wanita jadi jadian yang belum tobat didepannya.
" Udah masuk cepetan sana, Bos udah nunggu dani tadi. ", Dani dengan sedikit keras mendorong bahu Bobby.
" Ishh... Ternyata masih kaku kayak dulu ya... ", Bobby melangkah menuju sofa yang sedang diduduki Arsha.
" Hai Bos Arsha... Apa kabarnya?. ", sapa Bobby saat melihat Arsha yang semakin matang dan tampan di depannya.
Arsha hanya tersenyum tipis, " Baik, kamu kenapa tambah gemulai kayak gitu Bob?. ".
" Iihhh... Orang disini pada nggak asik dech... Nyebelin. ", bibir Bobby langsung manyun sebal.
" Kamu udah nengok Celine dikamar nya kan Bob?. ".
Bobby mengangguk, " Udah, hhmm... Kasian nona Celine... Kenapa dia sampe kek gitu...?. ", Bobby mendesah sedih teringat wajah Celine yang pucat diatas tempat tidur pasien.
" Kamu masih punya nomor telpon keluarga Celine yang di Bandung kan Bob?. ", tanya Arsha kemudian.
" Ada sih, tapi tantenya yang di Bandung udah lama pindah ke Bali. ".
" Telpon aja Bob, Celine butuh keluarga buat nemenin dia disini. ".
" Maap ya Bos... Yang dibutuhkan nona Celine dari dulu itu si Bos, bukan orang lain. Dia ke Jakarta juga pengen ketemu sama Bos. ".
Arsha mendengus kesal, " Aku nggak ada waktu buat nemenin Celine!. ", tolak Arsha langsung.
" Bos, nona Celine tuh berharap banget bisa balikan lagi sama Bos. ".
" Nggak bisa!!. ", bentak Arsha tegas.
" Kenapa nggak bisa, dulu Bos juga bucin banget sama nona Celine. ".
" Aku udah nikah!. ".
" Apa!!!. Apa nona Celine udah tau kalo Bos udah nikah?. ", Bobby terlonjak kaget, matanya melotot saat Arsha hanya diam saja menatap nya, " Oh Em Ji... Pantes aja nona Celine nekat kek gitu... Malang banget nasibnya... ".
" Bob, sekarang aku benar-benar nggak ada waktu lagi buat Celine. Jadi tolong kamu secepatnya hubungi keluarga nya dan suruh mereka datang kesini buat ngerawat Celine. ".
Bobby terisak sedih, " Ngapain kamu malah nangis gitu?!. ", hardik Arsha geram dengan kelakuan kemayu Bobby.
" Bos, hikhik... Tolong dengerin dulu, aku mau nyeritain tentang nona Celine setelah Bos marah besar saat itu. ".
" Nggak penting Bob, udah nggak ada gunanya cerita tentang masa lalu. ", tolak Arsha yang sudah tak tertarik dengan masa lalu nya.
" Tapi Bos, sebentar aja plis dengerin dulu. ", pinta Bobby penuh harap.
Arsha hanya terdiam seperti memberikan kesempatan untuk Bobby bercerita, " Nona Celine saat itu langsung jatuh sejatuh-jatuhnya, karir dan reputasinya juga langsung anjlok ke dasar bumi. Nona Celine depresi dan harus bolak-balik terapi dengan psikiater, tubuhnya drop sampai harus bolak-balik kerumah sakit. Dia juga minum obat penenang selama berbulan-bulan karena insomnia parah dan akhirnya jadi pecandu obat terlarang untuk menghilangkan kesedihannya. Selama tiga tahun hidupnya benar-benar hancur, tubuhnya rusak kurus kering dan seperti tidak ada semangat lagi untuk hidup. Dia sama sekali tidak mengira kalau perbuatan nya itu membuat Bos sangat marah padanya. ".
__ADS_1
Bobby merogoh sakunya mengeluarkan HP dan menunjukkan beberapa foto Celine yang tampak kurus kering seperti orang tidak ada semangat hidup. " Lihat ini Bos, aku lagi nggak bohong ngomong tentang nona Celine. ".
Arsha terkejut menatap foto-foto itu, hatinya tercubit rasa bersalah saat melihat betapa hancurnya Celine saat itu. Ternyata bukan hanya dia yang menderita karena peristiwa itu, tapi Celine juga sama sakitnya dengannya.