
Suasana diruang rapat seketika langsung terasa senyap setelah Arsha berhasil membuat semua orang diam ditempat duduknya masing-masing. Masih dengan bahasan tentang mega proyek yang seperti tak ada ujungnya dan selalu membuat panas semua anggota direksi dengan argumennyaargumennya masing-masing.
" Saya tetap tidak setuju dengan pendanaan itu, silahkan kalau masih tetap mau lanjut, saya akan dengan rela melepaskan jabatan ini sekarang juga. ", Sarah dengan elegan menegakkan dadanya seolah menantang dengan orang yang masih saja ngotot untuk meminta persetujuan darinya.
" Bu Sarah jangan egois begitu dong... ".
" Stop!", Arsha langsung memotong ucapan Lukas selaku direksi perencanaan dan pembangunan.
" Bagian perencanaan saya beri waktu satu bulan lagi untuk menyusun ulang semua detail proposal pengajuannya. Rapat hari ini saya tutup. ", Arsha langsung berdiri dan melangkah meninggalkan ruang rapat diikuti oleh Dani dan Sarah. Rania yang masih kaget dengan suasana yang mendadak tegang ini bergegas membenahi dokumen dan laptop didepannya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Ini adalah hari pertamanya masuk setelah menikah, setelah sebelumnya sedikit berdebat dan memaksa Arsha agar mengijinkannya tetap masuk kerja seperti sebelumnya. Arsha bersikeras agar Rania berhenti bekerja supaya bisa fokus menjaga dan merawat Andra dirumah. Tapi Rania tetap memaksa berangkat dengan alasan belum ada penggantinya dikantor. Yah, sebuah alasan yang cukup kuat karena sebenarnya Rania sendiri bingung harus bagaimana jika harus diam menunggu saja dirumah.
" Rania, bisa bicara sebentar. ".
" Astaghfirullah... Bu Sarah. ", Rania terlonjak kaget mendapati Sarah yang sedang berdiri disisi tembok saat akan berbelok ke arah lift kantor.
" Bisa bicara sebentar? ", ulang Sarah saat menatap Rania seperti katakutan padanya.
" Tenang Rania, aku tidak akan bicara macam-macam sama kamu, aku hanya ingin bicara seperti biasa saja sama kamu. Kita masih bisa berteman kan Rania?. Aku ingin kita melupakan tentang Arsha, aku janji tidak akan mempermasalahkan dia lagi. Sekarang hanya kamu dan aku saja sebagai teman seperti sebelumnya. ".
Rania mengangguk lemah, malu dan sedih mendengar perkataan Sarah yang semakin membuatnya merasa bersalah. " Iya bu Sarah, sekali lagi saya minta maaf karena... ".
" Ssttt... Sudahlah Rania, aku kan sudah bilang jangan membicarakan hal itu lagi. ", potong Sarah sambil memegang tangan Rania. " Kita ke kantin aja yuk, aku kangen ngobrol sama kamu. ". Sarah langsung menarik tangan Rania menuju kantin kantor.
Sesampainya dikantin Sarah langsung mendudukkan Rania dan ikut duduk berhadapan dengan Rania. " Rania, maaf kemarin aku sempat marah sama kamu, dan aku juga belum mengucapkan selamat dengan benar padamu. Sekarang aku benar-benar ingin menyampaikan selamat atas pernikahan mu, ini ada kado pernikahan untukmu. ".
Rania menatap papperbag besar diatas meja, " Bu Sarah... ".
" Oh ya... aku kemarin saat pernikahan mu juga liat anakmu. Anakmu ternyata ganteng banget ya.., lucu, pinter banget ngomongnya. Berapa umurnya sekarang? ".
__ADS_1
" Andra sebentar lagi mau 5 tahun bu. ".
" Ohh jadi namanya Andra. Pertama kali liat aja aku langsung jatuh cinta sama anak kamu Rania. Pantas aja Arsha langsung sesayang itu sama anakmu seperti ke anaknya sendiri begitu ya... ".
" Terimakasih bu Sarah. ", ucap Rania pelan, walaupun sama sekali tak mengerti maksud dari perkataan Sarah tapi memang begitulah kenyataannya, Arsha memang benar-benar begitu sayangnya pada Andra.
" Oya, apa kamu sudah terima surat dariku? ".
" Surat? Surat yang mana ya bu, maaf saya belum menerimanya. "
" Ahhh, sudah kuduga, pasti suratnya nggak bakalan sampai ke kamu. Tapi nggak papa Rania, itu juga nggak penting kok. ".
" Apa ada yang mau bu Sarah sampaikan sama saya? ", tanya Rania penasaran soal surat itu.
" Nggak papa, nggak penting juga kok isinya. Yang penting kan sekarang aku udah ketemu langsung sama kamu. Emm... Rania aku cuma mau kamu hati-hati saja kedepannya. Aku takut kamu akan kecewa setelah tau semuanya, aku benar-benar ingin membantu mu, tapi aku rasa sekarang tidak mungkin aku lakukan. Arsha pasti akan sangat marah kalo tau kamu berdekatan denganku seperti ini. ".
" Maaf Bu, saya sama sekali tidak mengerti maksud perkataan bu Sarah. ".
Rania tersenyum haru, rasanya lega karena Sarah sepertinya benar-benar tulus mengatakannya. Semoga saja Sarah memang sudah memaafkannya dan menerima kenyataan tentang pernikahannya. " Sekali lagi terimakasih bu Sarah, atas kebaikan dan semua pengertiannya dan maaf... Entah harus berapa kali saya harus meminta maaf, tapi rasanya masih belum cukup untuk menutupi kesalahan yang telah saya perbuat pada bu Sarah. "
" Ah sudahlah Rania ini semua juga bukan kesalahan mu kok, aku kan sudah bilang aku sudah pengen move on dari Arsha, yah mau bagaimana lagi... Dia memang sama sekali tak pernah mau menerima cinta ku selama ini. Eehhh... Malah jadinya nikah sama kamu... Hehe... Tapi nggak papa, mungkin kamu lebih tau Arsha daripada aku. ", Sarah terkekeh, menertawakan nasibnya sendiri yang sangat memprihatinkan.
" Bukan seperti itu Bu, sebenarnya pak Arsha juga sayang sama bu Sarah, seperti sayangnya pada Cantika. ".
" Oohhh... Seperti ke Cantika... Yah aku tau... Eh tapi kamu baru berapa hari juga udah paham banget sama Arsha. Wah udah mulai nyambung nih sama suami tercinta.... ", ledek Sarah yang langsung membuat Rania salah tingkah.
" Bukan seperti itu bu Sarah, maksudnya... ".
" Hihi... Udah ah Rania... Bikin iri aku aja jadinya. Eh ngomong-ngomong kapan kalian mau honeymoon? ".
__ADS_1
" Sarah... "
Dua orang wanita yang sedang asyik ngobrol ditengah area kantin yang masih sepi itu langsung menoleh kearah suara yang memanggil nama Sarah.
" Wah tertangkap basah nih... ", bisik Sarah pada Rania lalu melempar senyum terpaksa pada Arsha yang sedang berjalan menghampiri mereka berdua.
" Hai Sha... Kamu nyari Rania? Nih orangnya lagi ngobrol sama aku. "
" Rania, ada sesuatu yang harus aku bicarakan sama Sarah, kamu tunggu aku di atas ya. ".
Rania hanya mengangguk patuh, " Bu Sarah saya pamit ke atas dulu ya Bu. Sekali lagi terimakasih untuk kadonya. ".
Sarah langsung memeluk Rania sambil melirik kearah Arsha dan tersenyum miring. " Oke Rania, jangan lupa pesan ku ya. ".
" Iya bu Sarah, saya permisi dulu. ", Rania langsung meninggalkan kantin tanpa menatap Arsha yang sepertinya tidak suka dengan pertemuannya dengan Sarah.
" Sarah, tolong jangan ganggu Rania. Dia sama sekali tidak tau apa-apa, jangan libatkan dia. "
" Heeiii... Aku sama sekali tidak pernah mengganggunya, aku hanya ingin mengajak Rania ngobrol biasa. Ingat Sha, aku dan Rania sebelumnya juga sudah akrab, kita teman Sha... Nggak ada salahnya kan aku ingin ketemu temanku sendiri. ".
" Terus apa maksud surat itu?. Please Sarah, dia sama sekali nggak tau masalahku dulu, dan aku pikir dia nggak perlu tau tentang semua keburukanku dulu. Aku sudah ingin memperbaiki semua kesalahan ku, jadi tolong jangan lagi kamu mengungkit tentang masa lalu ku. ".
" Siapa yang mau mengungkit masa lalumu Sha, aku cuma bilang sama Rania supaya dia hati-hati, karena dia itu teman ku. Aku nggak pengen Rania terluka nantinya. Apa aku salah ngomong seperti itu?. "
Arsha terdiam sejenak, dari dulu memang harus extra sabar menghadapi Sarah. Sifat kekanakan nya masih saja terbawa sampai dewasa, yah maklum saja anak tunggal yang selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya dan tidak pernah kekurangan dalam hal apapun kecuali masalah percintaan.
" Kamu nggak usah khawatir, aku tidak akan memberi tau Rania tentang masa lalumu. Jadi mulai sekarang kamu nggak perlu larang aku lagi kalo aku pengen ngajak Rania ngobrol. Oke, aku pergi dulu, bye... ".
" Apa maksud mu dia akan kembali? ", tanya Arsha yang membuat langkah Sarah terhenti saat akan berlalu dari hadapan nya.
__ADS_1
Sarah langsung berbalik menatap Arsha, " Dia memang mau kembali lagi, liat aja di IG nya. Kamu pasti tau maksud postingan terakhirnya itu. Makanya aku ingin memastikan kalo Rania akan baik-baik aja nantinya. Aku nggak ingin liat Rania terluka, karena aku sayang sama temenku sendiri. Sekarang kamu pahamkan maksudku?, so jangan sakiti temen ku kalo kamu nggak ingin berhadapan dengan ku. ", dengan langkah lebar Sarah langsung berlalu meninggalkan Arsha, terselip senyuman kepuasan setelah berhasil membuat Arsha sedikit terusik dengan ucapannya tadi. Ini sedikit balasan setelah sekian lama tak pernah mengindahkan perasaannya sama sekali.
*