
Arsha terpaku menatap layar HP nya, ternyata benar yang dikatakan oleh Sarah. Postingan dua hari yang lalu di IG bernama @LilySha_21 berhasil membuatnya semakin kacau. Kacau bukan karena rindu atau apapun itu dengan pemilik IGnya, tapi lebih ke rasa takut saat nanti Rania tau tentang masa lalunya yang sangat kelam.
Postingan yang berisi gambar tangan putih mulus yang memperlihatkan cincin emas putih bertahtakan berlian diatasnya dan bertuliskan caption ' I will back for my love '. Dia ingat betul tentang cincin itu, cincin yang pernah diberikannya sebagai tanda cintanya untuk kekasih hati yang sangat dicintainya saat itu. Arsha mengusap wajahnya dengan kasar, tiba-tiba hatinya tak tenang memikirkan bagaimana caranya agar Rania jangan sampai tau tentang Celine. Baru juga mau membina hubungan dengan Rania malah harus double kill menghadapi masa lalu nya yang sudah bersiap datang untuk menghantui pernikahannya yang baru seumur jagung.
" Rania, masuk keruangan ku. ".
" Baik Pak. ", sahut suara Rania lewat telepon kantor di ruangan Arsha.
Arsha langsung berdiri menyambut Rania yang sedang berjalan masuk ke ruangannya. Tanpa permisi tiba-tiba langsung berjalan dan memeluk Rania dengan erat.
" P.pak Arsha... Tolong lepaskan saya. " .
" Sebentar aja Rania, aku pinjam tubuh mu sebentar, bolehkan...? ", ucap Arsha dengan suara serak sambil mencium kepala Rania yang tertutup kerudung panjang. Menyesap aroma shampo rambut yang tembus saat dia mencium kerudung Rania. Sangat menenangkan, rasanya benar-benar nyaman bisa memeluk Rania disaat hatinya sedang kacau. Inilah yang dibutuhkannya sekarang, seorang wanita yang bisa menenangkan hati dan pikirannya, dan membuatnya merasa tenang saat ada disisinya. Secepat mungkin dia harus bisa memenangkan hati Rania supaya Rania tidak bisa pergi dari sisinya. Yah, strategi terpaksa harus dirubah lagi karena ternyata ancaman bahaya tiba-tiba datang dan bisa saja membuat Rania semakin ragu padanya.
Arsha melepas pelukannya, kemudian menatap mata Rania yang terlihat masih bingung karena tiba-tiba saja Arsha langsung memeluknya seperti itu. " Rania, tolong berjanjilah padaku, apapun yang terjadi nanti tolong jangan pernah tinggalkan aku. Aku janji akan belajar jadi suami yang baik untukmu dan juga daddy yang baik untuk Andra. ".
Rania semakin bingung dengan perkataan Arsha, kenapa Arsha jadi terlihat gelisah setelah bertemu dengan Sarah?. " Pak Arsha kenapa...? ".
Arsha langsung membungkam bibir Rania yang belum selesai bicara dengan ciumannya, mengambil keuntungan saat bibir Rania masih terbuka hingga dia bisa dengan leluasa menyesap bibir manis istrinya itu. Spontan kedua tangan Rania terangkat berusaha mendorong dada Arsha, tapi sayang tenaganya tidak sebanding dengan tubuh kekar Arsha yang kini sedang menguasai penuh tubuhnya. Tangan kiri Arsha dengan erat menahan kepala Rania, sedangkan tangan kanannya memeluk posesif pinggang kecil Rania hingga tubuh mereka saling menempel. Kini Rania hanya bisa pasrah menerima ciuman Arsha yang semakin ganas seperti orang yang sedang kelaparan. Arsha benar-benar berhasil menguasai penuh bibir Rania yang hanya pasrah menerima ciumannya yang semakin panas. Arsha benar-benar melahap habis tanpa memberikan jeda waktu untuk Rania bernafas.
Rania yang sangat minim pengalaman dan Arsha yang sangat handal membuat wanitanya terbuai melayang dengan kelihaiannya. Tangan Rania yang tadinya mendorong kini hanya bisa meremas lembut kemeja putih yang menutupi dada Arsha. Rasanya tubuhnya sekarang sudah berubah menjadi jelly, bergetar menerima sensasi asing dari ciuman Arsha yang tak henti-hentinya berhasil menyerangnya. Tanpa sadar bibirnya mulai membalas ciuman Arsha dengan memagut ragu bibir Arsha yang sedang menyerangnya. Tapi hal itu malah membuat Arsha langsung menghentikan ciuman panasnya dan langsung mendorong bahu Rania dengan pelan.
" Rania... Maaf... ", ucap Arsha dengan nafas masih tersengal.
" Pergilah Rania, sebelum aku kelepasan... ", Arsha langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Rania yang masih terlihat kebingungan.
__ADS_1
Rania terdiam sejenak berusaha menyadarkan dirinya sendiri secepatnya, sepertinya dia tidak salah dengar kalau barusan Arsha menyuruhnya untuk pergi setelah berhasil membuatnya ikut terbuai. Tanpa berpamitan Rania langsung berjalan pelan keluar dari ruangan Arsha sambil mengatur nafasnya yang masih terasa panas dan memburu.
*
" Rania... ", sapa Dani saat bertemu didepan pintu ruangan Arsha, lalu terpaku menatap bibir Rania yang tampak membengkak dan pucat.
' Bos sialan!! ', gerutu Dani dalam hati. Bisa-bisanya dikantor masih menindas Rania seperti ini.
Rania yang tersadar dengan tatapan Dani langsung menutupi bibirnya dengan tangan kanannya. " Permisi mas, saya mau ke kamar kecil dulu. ", Rania langsung berlalu meninggalkan Dani dengan wajah bersemu merah karena malu.
Dengan sengaja Dani mengetuk keras hampir seperti menggedor pintu ruangan Arsha, dan tanpa ijin langsung masuk kedalam ruangan dengan muka kesalnya. Menatap Bosnya yang sedang menyeringai kejam padanya.
" Nggak punya sopan santun kamu memang ya Dan. ", sambut Arsha setelah melihat ekspresi wajah Dani.
" Bos yang nggak punya sopan santun, dikantor masih berbuat mesum! ", sungut Dani menantang Bosnya sebal.
" Kalo mau mesum jangan dikantor, ingat Rania itu orang yang tau malu, tidak seperti Bosnya yang nggak tau malu! ".
" Hei!! Asisten mana yang berani ngatain Bos nya sendiri seperti kamu Dan! Dasar durhaka kamu! ".
" Silahkan pecat saya kalau gitu! ", tantang Dani sambil membusungkan dadanya.
" Mimpi kamu, ingat kamu masih punya utang yang nggak bisa kamu lunasi seumur hidup, kalo mau keluar siap-siap aja habis ini kumpul sama preman di penjara. ".
Dani langsung terdiam, jurus jitu Bos nya memang sulit untuk dilawan. Lebih baik diam daripada capek mengeluarkan tenaganya dengan sia-sia dan akan kalah juga akhirnya.
__ADS_1
" Kenapa diam?. Gitu aja langsung kicep kamu Dan... ", Arsha kembali terkekeh geli menatap Dani.
" Ini ada surat undangan dari PT Angkasa Grup, minggu depan ada acara penandatanganan perjanjian kerja sama. ", Dani meletakkan map biru diatas meja kerja Arsha.
" Hei... Asisten durhaka! Mau kemana kamu?. Keluar masuk tanpa permisi?! Dasar nggak punya sopan santun! . ", teriak Arsha saat Dani berlalu begitu saja dari hadapannya.
" Maaf pak Bos yang terhormat... Saya permisi ijin keluar untuk menunaikan ibadah sholat jum'at dulu. Karena saya seorang laki-laki muslimin yang taat jadi saya wajib jum'atan daripada disuruh pakai mukena lagi sama Rania. ", ucap Dani saat berbalik lagi menghadap ke arah Arsha.
" Kamu sedang menyindir ku Dan!! ", sungut Arsha kesal.
" Siapa yang menyindir?. Sekarang sudah hampir waktu sholat jum'at, jadi saya harus segera berangkat daripada terlambat nantinya. ".
" Mau sholat dimana kamu?. ", tanya Arsha dengan pelan.
" Ya di masjid lah Bos! ".
" Maksudku masjid mana?. ".
" Masjid sebelah kantor yang dekat, kalau terlambat nanti dapat tempat diparkiran jadi sekarang harus berangkat supaya dapat tempat didalam masjid. ".
" Tunggu sebentar, aku ikut. ".
" Apa?! ", Dani melongo tak percaya mendengar perkataan Bosnya itu.
" Jangan pasang muka dongo seperti itu!! Ayo berangkat nanti telat. ", Arsha langsung melangkah melewati Dani yang masih melongo ditempat. Arsha Wiguna, Bos gedeg nya akhirnya tobat juga. Rania memang wanita sholehah yang luar biasa, dalam waktu beberapa hari saja sudah berhasil membuat banyak perubahan pada Bos nya itu. ' Ahh... Rania... Kenapa bukan aku saja yang jadi suami mu... '.
__ADS_1
*