
Akhirnya Rania hari ini resmi bisa berhenti dari pekerjaannya setelah berhasil membujuk Arsha supaya menerima Siska jadi penggantinya. Siska sendiri juga sangat antusias saat di telpon olehnya untuk segera berangkat ke Jakarta saat dia mengatakan kalau sahabatnya itu langsung diterima dikantor ini dengan jalur cepat karena kebutuhan yang mendesak. Tanpa pikir panjang Siska langsung mengajukan surat pengunduran diri dikantornya dan langsung berangkat sore harinya ke Jakarta. Bagi Rania cukup satu hari saja untuk memberitahu dan mengajarkan semua pekerjaan yang harus dilakukan oleh Siska nantinya. Dia sangat yakin dengan kemampuan sahabatnya itu karena memang pengalaman kerjanya. Hanya saja Rania belum mengatakan bahwa dia akan menggantikan posisi nya sebagai sekretaris direktur utama yang tidak lain adalah Arsha suaminya sendiri.
Rania menahan tangan Siska sebelum masuk ke dalam ruangan Arsha. " Sis, sebelumnya aku mau minta maaf dulu sama kamu. ".
" Hahaha... Rania, emang kamu salah apa sama aku, kok tiba-tiba aja minta maaf gitu sih?. Aku yang seharusnya berterimakasih padamu karena udah membawa ku ke kantor yang sekeren ini Ra. Nggak nyangka banget akhirnya bisa satu kantor lagi sama kamu Ra. ", ucap Siska kegirangan.
" Siska, sebenarnya ada yang belum aku katakan sama kamu. ", Rania menatap Siska tak enak.
" Emang ada apa si Ra, bikin penasaran aja deh.. ".
" Emm... Nanti kamu akan tau sendiri setelah berkenalan dengan Bos ku. ".
" Ooh Bos kulkas itu... Tenang aja Ra, mulai sekarang dia nggak bakalan berani nindas kamu dan aku. ", seru Siska sambil menepuk dadanya sendiri.
Rania tersenyum hambar, " Sis, dia sebenarnya tidak separah yang kamu bayangkan. Aku aja yang udah salah menilai nya. Ayo masuk, aku kenalkan pada Bos baru mu itu. ".
" Eh ehh... Tunggu dulu. ", Siska langsung menahan tangan Rania saat akan membuka pintu didepannya. " Sebenarnya ini kantor Bos mu apa Bos ku sih Ra?. Aku kok jadi bingung sama ucapan mu itu. Tadi kamu bilang mau ke kantor Bos mu dulu, kok malah jadi ke kantor Bos ku?. ".
" Ini kantor Bos baru mu, alias kantor mantan Bos ku. ".
" Apa!!. ", Siska langsung melotot kaget pada Rania.
" Aku hari ini resign dari sini Sis, jadi kamu yang akan menggantikan posisi ku, maaf... ".
" Ra, tega banget kamu sama aku... ", Siska langsung cemberut, " Aku kerja disini malah kamu keluar... ".
" Maaf Siska, ada sesuatu yang benar-benar urgent, nanti aku kasih tau kamu. Sekarang ayo masuk dulu. ".
" Oke deh Ra, kamu tenang aja. Aku nggak bakalan lemah dengan Bos kepala batu mu itu. ", ucap Siska yakin. Rania hanya tersenyum miris, maaf ya Siska...
Setelah mereka masuk kedalam, ternyata ada Dani juga di sana yang sedang membahas dokumen yang segera akan dirapatkan hari ini juga.
__ADS_1
" Hai Mas Arsha... ", seru Siska lirih saat melihat Arsha ternyata ada didalam ruangan itu.
" Waahh... Suami mu ternyata sudah naik jabatan ya Ra, pantes aja tadi dia nggak keliatan didepan. Tambah ganteng pake jas gitu ya Ra, mirip CEO di drakor. ", bisik Siska ditelinga Rania.
Baik Arsha, Dani dan Rania sama-sama kagetnya mendengar panggilan Siska pada Arsha. Arsha hanya membalas dengan senyuman canggung.
" Bos dia... ", Arsha langsung memberi isyarat pada Dani untuk diam saja.
" Siska, perkenalkan beliau adalah pimpinan diperusahaan ini. ", Rania membuka tangannya pada Arsha.
" Selamat pagi Pak, saya Siska sekretaris baru anda yang menggantikan Rania. ", Siska dengan cepat menyalami Dani yang masih berdiri diam ditempat nya dengan bingung.
Rania dan Arsha hanya saling bertatapan dan mengulum tawa supaya tidak keluar dari mulut mereka.
" Saya bukan... ".
" Silahkan di bimbing dengan baik dan benar Pak Bos Dani. ", potong Arsha cepat. Sepertinya menarik juga melihat tontonan kesalahpahaman ini. Dani langsung mendelik menatap Bos nya yang malah terkekeh disebelah Rania.
" Bu Siska tolong dicatat baik-baik, saya bukan Bos anda. Yang benar adalah saya asisten Bos anda", ucap Dani berusaha menjelaskan. Siska menatap Rania dengan bingung, " Lalu siapa Bos nya Ra?. ", bisik Siska bingung.
" Hahaha... Kamu lagi bercanda kan Ra. Katanya Bos kamu kayak kulkas tujuh pintu, masa suami mu yang ganteng gitu disamain sama kulkas. Yang lebih mirip kulkas itu yang itu Ra. ", bisik Siska lagi sambil menunjuk Dani.
" Maaf Siska, tapi itulah yang sebenarnya... ", sesal Rania karena tidak meluruskan kesalahpahaman dari awal pertemuan.
" Haah...!. Tapi suami mu yang bilang sendiri kalo dia itu security... ", Siska melirik Arsha yang sedang berdiri dengan bersedekap tangan. Aura Bos nya memang benar ada saat Arsha menatap tajam padanya.
" Rania... Tega banget kamu sama aku Ra... ", Siska langsung menekuk wajahnya yang sudah berubah merah karena malu.
" Maaf Sis... ", ucap Rania menyesal.
Setelah perkenalan dengan drama itu selesai, mereka berempat langsung menuju ruang rapat. Siska sudah harus mengikuti agenda padat dan harus cepat beradaptasi dengan cara kerja dikantor ini.
__ADS_1
*
Brukk!
" Maaf, saya benar-benar tidak sengaja. ", ucap Rania sambil memunguti berkas yang berceceran didekat sepatu heels berwarna coklat tua akibat bertabrakan dengan seorang wanita saat akan menuju ke ruangannya. Dia tadi memang agak terburu-buru karena tiba-tiba saja perutnya terasa mual setelah memakan kue pastel saat diruang rapat.
" Ya ampun maaf, aku nggak sengaja. ", wanita itu langsung ikut membungkuk memunguti berkas-berkas yang masih ada dilantai.
Rania seketika langsung terdiam saat menatap wanita yang masih ikut sibuk merapikan berkas ditangannya. Dia...
" Ini berkasnya. Maaf ya, berkas mu jadi agak sedikit lecek karena aku. ", ucap wanita itu dengan suara yang sangat lembut dan senyum yang sangat manis.
" Hey...! Kenapa menatap ku seperti itu?. ", wanita itu mengayunkan telapak tangannya didepan wajah Rania yang terdiam dan terlihat sangat terkejut, " Apa kamu mengenalku?. Sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya?. ", tanya wanita itu saat melihat Rania semakin memucat.
" Ah iya, maaf sepertinya saya salah mengenali orang. ", Rania tersadar dan tertunduk gelisah.
" Oh iya, apa kamu tau dimana sekretaris Arsha?. Tadi aku tidak melihatnya di ruang kerjanya. ".
" Saya sekretaris pak Arsha. ", Rania menatap wanita didepannya lagi. Tenggorokannya seakan tercekat saat melihat kecantikan yang sangat nyata didepannya, seperti bidadari di negeri dongeng. Tubuh tinggi langsing bak model, dress hitam yang sangat pas melekat ditubuh indahnya dan kaki jenjang putih mulus dilengkapi heels berwarna coklat tua yang sangat serasi dengan segala yang dipakainya. Seketika nyalinya langsung ciut saat menatap dirinya sendiri jika dibandingkan dengan wanita itu.
" Oohh... Ternyata kamu sekretaris Arsha. Kenalkan aku Celine. ".
Rania langsung menyambut tangan wanita itu yang mengajaknya bersalaman, " Rania. ", ucapnya singkat.
Wanita itu tersenyum lebar, " Maaf apa sekarang Arsha sedang sibuk?. Aku tadi ke ruangannya, tapi dia tidak ada disana. ".
" Pak Arsha masih ada diruang rapat. ", jawab Rania cepat.
" Sedang rapat ya, apa masih lama rapatnya?. ".
" Sepertinya sebentar lagi selesai. Silahkan tunggu dulu, nanti saya akan sampaikan ke pak Arsha. ", ucap Rania dengan cepat karena ingin segera ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutnya.
__ADS_1
" Oke, Aku akan menunggu di ruangan Arsha saja. Tapi tolong jangan bilang dulu kalo aku yang datang kesini, aku ingin memberikan kejutan spesial untuk nya. ".
Rania mengangguk pelan, " Saya permisi dulu nona Celine, silahkan menunggu sebentar. ", dengan cepat Rania berjalan menuju ke toilet didekat ruangannya. Mengeluarkan semua yang dari tadi ditahannya didalam perutnya, Rania terus memuntahkan isi perutnya hingga habis tak bersisa. Dadanya tiba-tiba terasa begitu sesak hingga membuat nya sulit untuk bernafas, sampai akhirnya tangisannya pecah dalam diam. Rania bersandar didinding kamar mandi yang dingin, mencoba menguatkan diri dengan kenyataan yang tiba-tiba datang menghampiri pernikahannya. Sepertinya akan ada badai ditengah kabahagiaan yang sedang dirangkainya.