
Rania berjalam tergesa menuju kekamar mandi karena rasa mual yang tiba-tiba menyerangnya pagi ini. Kenapa rasanya seperti pernah mengalami hal ini?. Rasa mual, lemas dan seperti tak bertenaga seperti saat dulu sebelum dia pingsan dikantor. Rania menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran itu, dia tidak ingin menduganya terlebih dahulu sebelum benar-benar memastikan kebenarannya.
Rania kembali ke ruangannya dengan langkah sedikit gontai karena lemas. Meraih HP nya dan memesan sesuatu lewat belanja online. Sesaat kemudian barang yang sudah dipesan oleh nya sudah sampai ditangannya. Rania bergegas kembali lagi ke toilet untuk memastikan sesuatu yang ada di pikirannya saat ini. Mulut Rania menganga lebar tak percaya dengan hasil yang dilihatnya, ternyata benar dugaannya. Rania tersenyum bahagia, tapi dia belum ingin memberitahu kabar ini pada suaminya sebelum dia pergi ke dokter untuk lebih memastikan hasilnya. ' Alhamdulillah... ', batinnya senang. Sekarang tinggal bagaimana caranya mencari alasan supaya dia bisa secepatnya berhenti dari pekerjaannya. Setelah kejadian saat itu, Arsha sama sekali tidak mau lagi membahas tentang perekrutan sekretaris baru dengan Rania. Dia takut kalau hal itu akan membuat Rania marah dan kecewa lagi seperti saat itu.
Rania memantapkan niatnya kembali sebelum menemui suaminya saat ini juga. Apapun alasannya Rania tetap harus keluar dari pekerjaan ini, dia tidak mau mengambil resiko dan membahayakan dirinya sendiri dan calon bayinya seperti dulu lagi.
Sementara itu di ruangan Arsha terlihat Dani dan Arsha sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat penting hingga membuat keduanya kini hanya terdiam dengan pikiran masing-masing.
" Apa kamu sudah benar-benar memastikannya Dan?. ", tanya Arsha dengan cemas, kedua tangannya saling meremas kuat hingga kukunya memutih pucat.
Dani menyodorkan HP nya ke depan Arsha, sebuah postingan IG story yang menampakkan seorang wanita berkacamata hitam memakai dress berwarna biru navy sedang mengangkut kopernya dan seperti sedang berada di bandara. Di bawah fotonya tertulis caption ' Akhirnya aku benar-benar akan kembali padamu '. Arsha mendengus kasar, " Kenapa dia harus kembali?. Sudah tidak ada tempat lagi untuk nya disini. Apa dia benar-benar akan menemui ku Dan?. ".
" Sepertinya begitu Bos, kalau dilihat dari kata-kata yang tertulis dan postingan foto cincin itu. ".
" Kapan dia sampai di Indonesia?. ".
" Dia nanti akan sampai di bandara Soekarno Hatta sekitar jam delapan malam. ".
Arsha mendesah gelisah, " Kamu harus bisa mencegahnya masuk ke sini Dan!. Bagaimanapun caranya, jangan sampai dia bertemu dengan Rania. ".
" Mas... ".
Dani dan Arsha langsung menoleh kearah pintu yang sedang terbuka dan muncul Rania dibalik nya. Dengan cepat Dani langsung meraih HP nya dan memasukkannya ke saku celananya.
Arsha spontan berdiri dan berjalan menyambut Rania yang masih berdiri didepan pintu. " Ada apa Rania?. ", tanya Arsha dengan suara agak bergetar karena takut Rania mendengar obrolannya tadi dengan Dani.
" Maaf, sepertinya aku mengganggu kalian. Silahkan dilanjutkan dulu, nanti aku datang lagi. ".
" Nggak papa Rania, Dani sudah selesai kok. ", Arsha melirik kearah Dani seolah memberi isyarat dengan tatapannya.
" Kalau begitu saya pamit dulu, nanti saya kabari lagi data selanjutnya. ", ucap Dani mengerti dengan isyarat Arsha. Kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan Arsha.
" Ada apa mencari ku Rania?. ", ucap Arsha sambil berjalan menggandeng tangan Rania sampai duduk bersebelahan disofa.
" Mas, masalah sekretaris baru... ".
" Hey... Kan aku sudah bilang nggak usah bahas masalah itu lagi. ", potong Arsha cepat.
Rania menekuk kepalanya, " Setelah aku pikir-pikir, apa yang mas katakan waktu itu ada benarnya juga. Waktu ku untuk Andra sepertinya saat ini memang sangat kurang. Jadi aku ingin berhenti saja dari pekerjaan ini. Bolehkan mas?. ".
" Rania, apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan lagi saat ini?. Aku takut kamu marah lagi padaku tanpa tau sebabnya seperti kemarin. ".
Rania menggelengkan kepalanya sambil menatap Arsha, " Enggak mas, aku hanya ingin waktu yang lebih banyak lagi bersama Andra, ingin mendampingi Andra dimasa kecilnya. ".
" Aku janji nggak akan marah lagi mas, ini benar-benar murni keinginan ku sendiri. ", lanjut Rania lagi mencoba meyakinkan Arsha.
__ADS_1
" Baiklah kalo itu benar-benar keinginan mu, aku setuju kamu berhenti kerja. Aku senang Rania. ", Arsha memeluk Rania dengan lembut. Menghembuskan nafas lega, setidaknya hal ini akan meminimalisir pertemuan 'dia' dengan Rania.
" Apa ada syarat khusus darimu untuk sekretaris barunya nanti?. ", tanya Arsha masih betah memeluk tubuh Rania yang terasa hangat.
Rania melepaskan pelukan Arsha dan menatapnya dengan penuh permohonan, " Emang boleh mas?.", tanya Rania ragu dan langsung dijawab dengan anggukan kepala Arsha, " Boleh dong. Apapun itu aku akan mengabulkannya. ".
" Mas, aku ingin merekomendasikan seseorang yang sudah mas kenal sebelumnya untuk menggantikan posisiku. Aku jamin dia pasti akan cepat belajar dan menyesuaikan pekerjaan di sini karena pengalamannya yang sudah tahu betul tentang dunia sekretaris. ".
" Aku mengenalnya?. Apa dia teman mu?. ", Arsha mengerutkan dahinya mencoba mengingat teman Rania yang sudah pernah bertemu dengannya.
Rania mengangguk yakin, " Mas Arsha sudah sangat mengenalnya. ".
" Siapa dia?. ", tanya Arsha semakin penasaran.
" Siska. ", jawab Rania singkat sambil tersenyum lebar.
" Apa!!. ", Arsha sontak terkejut mendengar nama yang barusan disebut oleh Rania. " Siska temen mu yang cerewet itu?. ".
Rania mengangguk lagi, " Iya mas, dia selain pintar dan rajin, juga pintar negoisasi dengan banyak pihak. Selama ini Bos nya selalu terbantu saat mengadakan pertemuan dengan koleganya, dan dia selalu berhasil meyakinkan lawan bicaranya. ", promosi Rania dengan penuh antusias.
" Enggak Rania. Aku nggak bisa kerja dengan orang cerewet seperti itu. Apalagi dia sudah mengatai aku sebelum mengenal ku lebih dulu. ", tolak Arsha dengan cepat.
Rania cemberut mendengar penolakan Arsha, "Apa salahnya di coba dulu mas... Dia seperti itu juga karena belum tau kebenarannya. Dia walaupun cerewet seperti itu tapi orangnya sangat baik dan bertanggung jawab. Dia yang selalu menemani ku saat aku berjuang mengatasi rasa sedih ku dulu. ", ucap Rania kecewa dengan wajah menekuk dalam.
Arsha mendesah pelan, jangan sampai Rania nangis lagi gara-gara dia menolak Siska si cerewet itu. " Apa nggak ada orang lain lagi selain dia Ra?. Maksud ku mungkin ada temanmu yang lain selain Siska itu. Kalau kerja dengan sahabat mu, sepertinya nanti agak canggung jadinya. ".
Arsha terkekeh pelan, " Ya enggak lah sayang... Aku sekarang malah risih liat wanita modelan kayak gitu. Lebih enak menatap wanita soleha seperti istriku ini, cantik, anggun dan semakin membuat ku jatuh hati kalo dipandang terus menerus. ", rayu Arsha saat melihat Rania sudah kesal.
" Gombal!. ", sungut Rania sebal. " Apa mas takut kalo kerja sama temenku nanti jadi nggak bebas ketemu sama cewek cantik diluar sana. ".
" Hey... Jangan berpikiran seperti itu dong sayang... Aku sudah nggak tertarik dengan hal-hal seperti itu lagi. Aku berani bersumpah Rania. ", Arsha memegang kedua bahu Rania dan menatap yakin, " Baiklah kalo begitu, aku akan menerima Siska jadi sekretaris ku seperti apa mau mu. Tapi ingat...! Tolong jangan sekali-kali berpikiran seperti itu lagi padaku. Kamu harus yakin kalau saat ini kamulah satu-satunya wanita yang aku miliki dan sangat aku sayangi. ".
Rania tersenyum lebar, " Jadi Siska boleh kerja disini mas?. Alhamdulillah... Makasih banget mas... ". Rania langsung memeluk Arsha dengan erat.
" Aku cuma minta satu hal darimu Rania. ".
Rania mendongak menatap mata Arsha yang kembali terlihat menyimpan kegelisahan didalamnya, " Apa itu mas?. ".
" Apapun yang terjadi nanti tolong percayalah padaku Rania, kamu adalah satu-satunya untukku, tidak ada orang lain lagi dihidupku selain kamu. ".
Rania tersenyum lagi, " Iya mas, Rania percaya. ".
Kedua insan yang sedang dilanda dua perasaan yang berbeda itu berpelukan erat dengan pikirannya masing-masing. Rania dengan perasaan penuh kebahagiaan dan akan segera memberikan hadiah spesial untuk suaminya. Dan Arsha dengan kegelisahannya akan sesuatu hal yang bisa menghancurkan rumah tangganya dengan Rania.
*
__ADS_1
Keesokan harinya.
Rania meraih HP nya yang bergetar karena ada panggilan masuk.
" Halo Sis... ".
" Rania... Aku sudah dibawah sekarang, aku harus kemana dulu sekarang?. ".
Rania melirik jam ditangannya, masih jam 07.30, Siska ternyata datang lebih awal dari perjanjian.
" Tunggu sebentar di situ, aku akan ke bawah sekarang. ", Rania bergegas turun ke lobby bawah.
Sesampainya di lobby lantai satu, Rania mencari Siska yang katanya menunggu di dekat costumer service.
" Rania...!!! ", Rania langsung mencari suara cetar membahana yang membuat semua orang menoleh padanya.
" Siska... ", matanya membulat sempurna menatap sahabatnya yang sedang berlarian kearahnya.
" Rania... ", Siska langsung memeluk Rania dengan erat, tak peduli dengan tatapan aneh dari semua orang yang ada dilantai satu ini.
" Siska!. Ini beneran kamu Sis?!. ", Rania memastikan lagi dengan tatapan menyelidik.
" Ya iyalah Ra, masa kamu lupa sama temenmu sendiri sih... ".
Rania terus menatap Siska, " MashaAllah... Sejak kapan kamu memakainya Sis?. ", Rania sangat bahagia melihat penampilan Siska yang sudah berubah memakai pakaian Muslimah.
" Sejak terakhir kita ketemu Ra. Pantes nggak Ra?. Aku masih belum biasa pake kerudung kayak gini, takutnya nggak cocok sama aku. ".
" Kamu cantik banget Sis, jadi keliatan lebih anggun. Alhamdulillah... ".
" Ishhh... Jangan berlebihan gitu dong Ra, jadi malu aku... ".
Rania terkekeh melihat Siska yang jadi salah tingkah, " Ayo ikut aku keatas, kita ketemu dulu sama kepala HRD. ".
" Eh Ra, mana suami mu. Kok aku nggak liat dia didepan sana. ", tunjuk Siska pada dua orang security yang sedang berjaga di dekat pintu masuk. Kemudian ikut berjalan beriringan dengan Rania.
" Ada diatas, nanti juga kamu bakalan ketemu sama dia. ".
" Tadi aku sempetin nyari security yang kayak suami kamu itu, tapi kok nggak ada yang kayak dia. ".
Rania tersenyum gemas sambil mencubit lengan Siska, " Kamu itu, baru datang kesini udah bikin ulah nyari jodoh segala. ".
" Ya namanya juga usaha Ra... Sebentar lagi aku udah 30 tahun. Masa belum nikah juga. Kamu aja udah nikah dua kali. ".
" Nanti juga kamu bakalan ketemu jodoh mu kalau memang sudah waktunya. Semoga aja kamu bisa nemu dikantor ini. ".
__ADS_1
" Semoga aja ya Ra, aku udah bosen di suruh nikah terus sama orang tua ku. ".
Rania dan Siska segera menemui Winda dan menyelesaikan semua administrasi dan kelengkapan persyaratan karyawan baru agar Siska bisa segera masuk dan memulai pekerjaannya. Rania begitu bahagia bisa mendatangkan sahabatnya disisinya seperti dulu lagi.